Pengamat kebijakan publik Togar Situmorang, SH, MH, MAP, CMed, CLA. (istimewa)

Kecam Pidato Ketua Umum PSI, Togar Situmorang: Jangan-jangan Masa Depan PSI yang Suram!

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Pidato Ketua Umum PSI, Giring Ganesha, pada HUT ke-7 PSI beberapa waktu lalu, terus menuai sorotan bahkan kecaman.

Kecaman di antaranya datang dari Togar Situmorang, salah satu figur yang digadang-gadang ikut bertarung pada Pilgub DKI Jakarta 2024 mendatang. Ia sangat menyayangkan statement ketua umum PSI dalam acara yang dihadiri Presiden RI Joko Widodo itu.

Pernyataan ketua umum PSI bahwa masa depan Indonesia suram apabila Presiden yang terpilih ke depan adalah sosok pembohong yang pernah dipecat dalam pemerintahan, dinilai Togar Situmorang sangat tidak pantas.

“Pernyataan tersebut banyak membuat publik kaget. Walau saat itu tanpa menyebut nama orang, namun semua juga bisa menduga kepada siapa maksud perkataan itu ditujukan,” kata Togar Situmorang, di Jakarta, Rabu 29 Desember 2021.

Menurut Togar Situmorang, pidato seperti itu tidak mencerminkan cara politikus intelektual. Juga minus gagasan.

“Sangat tidak akademis dan membuktikan bahwa partai tersebut minus gagasan dan ide serta konsep untuk menyejahterakan rakyat,” tandas advokat senior berdarah Batak itu.

Ia menilai, perjalanan PSI sangat berbeda di era kepemimpinan Grace Natalie, yang mempunyai reputasi sebagai tokoh yang intelek serta sangat santun. Grace Natalie tidak pernah menyerang pribadi orang lain dalam setiap pidato di muka umum.

“Jadi apa yang disampaikan ketua umum PSI, menyebut orang pembohong secara sadar, bisa dikatakan itu sangat kasar. Apalagi diucapkan di depan umum, di mana ada Kepala Negara, sehingga membuat gaduh,” ucapnya.

Bagi Togar Situmorang, hal seperti itu tidak sepatutnya dinyatakan dengan umpatan secara kasar, yang diduga tersimpan ketidaksukaan kepada seseorang.

Apalagi, demikian Togar Situmorang, meski Ketua DPP PSI Isyana Bagoes Oka menegaskan bahwa pidato ketua umum PSI tersebut tidak dimaksudkan kepada Anies Baswedan, namun publik memiliki penilaian tersendiri atas pernyataan tersebut.

“Gubernur DKI Jakarta itu jabatan politik dan terpilih melalui pemilihan umum, sehingga masyarakat yang memilih gubernur itu pasti merasa tidak suka dengan pernyataan tersebut,” ujar advokat kelahiran Jakarta ini.

Hal ini terekam dari komentar banyak masyarakat, yang menilai ketua umum PSI tersebut kekanak-kanakan dan belum dewasa berpolitik. Ada juga juga menyebut kurang tahu tata krama.

“Penilaian publik itu wajar, karena cara tersebut memang tidak efektif dan bukan merupakan pola pikir seorang milenial yang selalu menonjolkan sisi positif dan bukannya membentuk atau membangun narasi tentang kejelekan orang lain,” tutur Togar Situmorang.

Ia menambahkan, banyak masyarakat terheran – heran atas dasar ucapan tersebut, juga tujuannya.

“Kalau dibilang pembohong, apa ada bukti? Lalu hubungan hukum apa dengan ketua umum PSI tersebut sehingga sampai menyatakan pembohong?” kecam Togar Situmorang.

Ia pun berharap, para tokoh politik harus mencerminkan prilaku positif di masyarakat dengan cara menyampaikan narasi secara intelektual dan sejuk di depan publik, tanpa harus menyerang pribadi tokoh lain.

Togar Situmorang menilai, apa yang disampaikan ketua umum PSI di HUT ke-7 PSI, jelas tanpa dasar dan diduga memiliki niat menjatuhkan orang lain.

“Anies Baswedan itu orang pintar, cerdas dan seorang manusia ciptaan Tuhan. Tidak boleh ada satu manusia di dunia ini bisa menista atau menghina ciptaan Tuhan. Jangan saling menjatuhkan dengan cara – cara atau tuduhan keji seperti ini,” tegas Togar Situmorang.

Ia bahkan mengingatkan, konstelasi politik 2024 masih jauh dan belum ada satu tokoh yang mau menyatakan secara terbuka ingin maju ataupun mendeklarasikan diri menjadi Calon Presiden. Hanya ketua umum PSI yang sudah menyatakan akan maju sebagai Calon Presiden pada Pilpres 2024.

“Jadi terlihat jelas, mungkin saat ini ketua umum PSI masih butuh panggung untuk menaikkan elektabilitas dan berharap PSI bisa lolos ke DPR tahun 2024 mendatang,” kata Togar Situmorang.

Namun ia berharap, setiap ketua umum atau tokoh politik wajib mengedukasi masyarakat dengan melakukan kampanye yang positif sehingga membuat demokrasi Indonesia kuat, tidak malah terpecah – belah karena umpatan kebencian dengan bahasa tidak beretika seperti kata pembohong.

“Apalagi mengatakan Indonesia akan suram, ini jelas tidak bisa dibenarkan. Isu seperti ini jangan didiamkan dan semoga bisa ada klarifikasi ketua umum PSI, maksudnya apa berulang – ulang mengatakan pembohong dalam pidatonya. Jangan-jangan malah masa depan PSI yang suram,” tandas Togar Situmorang.

Menurut pengamat kebijakan publik yang juga kandidat Doktor Ilmu Hukum Universitas Udayana ini, demokrasi di Indonesia bisa semakin kuat apabila elite partai melakukan pendidikan politik secara positif, juga berprestasi.

“Dengan begitu, masyarakat Indonesia tidak kembali terkotak-kotak dan memanas kembali karena konstelasi politik elektoral setiap lima tahun tersebut,” pungkas Togar Situmorang yang memiliki kantor di Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Denpasar; Jalan Raya Gumecik Gg Melati Nomor 8, By Pass Prof IB Mantra, Ketewel; Jalan Teuku Umar Barat Nomor 10, Krobokan; Jalan Kemang Selatan Raya Nomor 99, Gd Piccadilly, Jakarta; serta Jalan Terusan Jakarta Nomor 181 Ruko Harmoni Kav 18, Antipani Bandung. (KI03)

Check Also

Laksmi Shari dari Bali Terpilih Sebagai Puteri Indonesia 2022

KitaIndonesia.Com – Laksmi Shari De Neefe Suardana terpilih sebagai Puteri Indonesia 2022 setelah menyisihkan puluhan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *