Home / Hukum / Kasus Villa Diklaim WNA, Pemilik Sah Laporkan Oknum Notaris ke Polres Badung
SFB (tengah) didampingi advokat senior Togar Situmorang, SH, MH, MAP dan associates Muchammad Arya Wijaya, SH, usai melaporkan oknum notaris ke Polres Badung. (istimewa)

Kasus Villa Diklaim WNA, Pemilik Sah Laporkan Oknum Notaris ke Polres Badung

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Beberapa waktu lalu, SFB terkejut setelah lahan bersertifikat dan bangunan berupa Villa Asri Jewel milik suaminya berinisial IKP, malah diklaim oleh seorang warga negara asing (WNA). Karena tak terima, SFB tak tinggal diam.

Tanpa merasa takut, SFB melakukan penelusuran, termasuk kepada pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta Imigrasi. Hasilnya, SFB menemukan adanya kejanggalan dalam dokumen saat klarifikasi di Kantor BPN Kabupaten Badung.

Kejanggalan terutama seputar dokumen-dokumen yang dibuat oleh Notaris/ PPAT Badung berinisial BFHP. SFB pun menduga ada perbuatan melawan hukum untuk menguasai atau memperoleh sertifikat atas nama suaminya, tanpa suatu proses yang sesuai aturan hukum di Indonesia.

Atas dasar itu, SFB didampingi penasehat hukumnya, Togar Situmorang, SH, MH, MAP, dan rekan, mendatangi Polres Badung, Senin (10/2/2020). SFB membuat laporan polisi terkait dugaan keterlibatan oknum Notaris/ PPAT.

“Jadi dari hasil klarifikasi di Kantor BPN Badung, ternyata sertifikat asli atas nama IKP yang tak tak lain adalah suami SFB, sudah ada pada pihak BPN setelah adanya permintaan untuk peralihan hak dari pemilik awal IKP kepada nama seseorang yang diduga bernama Putu A atas permintaan Notaris/ PPAT Badung namun tidak dilanjutkan, dan telah dicoret menurut keterangan petugas BPN,” jelas Togar Situmorang, di Denpasar, Senin (10/2/2020).

“Klien kami SFB kemudian membuat laporan polisi atas dugaan pidana yang diatur dalam Pasal 378 dan/ atau 372 jo 263 Kuhpidana dengan Nomor Laporan Polisi LP-B/ 50/ II/ Bali/ Res.Bdg tanggal 10 Februari 2020,” imbuh advokat senior yang dijuluki Panglima Hukum ini.

Terkait laporan polisi ini, Togar Situmorang yang menerima penghargaan Indonesia Most Leading Award 2019 dan terpilih sebagai The Most Leading Lawyer In Satisfactory Performance Of The Year, meminta semua pihak agar menghormati proses hukum yang ada. Ia juga meminta peran masyarakat, agar ikut aktif mengawal praktik curang yang melibatkan warga negara asing ini.

“Klien kami yang adalah seorang wanita dengan inisial SFB dan merupakan istri dari pemilik sertifikat sah dan Villa Asri Jewel, memohon aparat hukum dapat segera menetapkan oknum Notaris/ PPAT Badung berinisila BFHP sebagai tersangka,” ujar Togar Situmorang, yang juga Ketua POSSI Kota Denpasar.

SFB, imbuhnya, melaporkan oknum Notaris BFHP ke Polres Badung karena memperjuangkan perlindungan hukum terhadap pemegang hak atas tanah yang tak lain adalah suaminya. Laporan SFB ini mendapat respon baik dari pihak kepolisian. Apalagi berdasarkan informasi yang didapat di Polres Badung, oknum Notaris yang sama juga sudah dilaporkan oleh korban lainnya berinisial J.

“Kami mendapat informasi bahwa ada seorang berinisial J yang adalah pengusaha property, merasa hak atas sertifikatnya tidak dapat diperoleh dengan berbagai alasan dari Notaris/PPAT Badung berinisial BFHP tersebut. Atas informasi terkait permasalahan hukum tersebut, kami berkeyakinan bisa menyeret Notaris/ PPAT ini ke ranah hukum sehingga tidak ada lagi korban-korban dari para mafia tanah untuk menguasai lahan dengan cara melawan aturan hukum yang berlaku di Indonesia,” tandas Togar Situmorang, yang didampingi rekannya Muchammad Arya Wijaya, SH.

“Kami mendapat informasi bahwa sudah ada empat laporan polisi terkait oknum notaris tersebut di Polres Badung, di mana modusnya hampir mirip dengan apa yang dialami oleh klien kami saat ini,” tambah Muchammad Arya Wijaya, associates Law Firm Togar Situmorang yang ikuti mendampingi korban SFB.

Menurut Togar Situmorang, atas peristiwa ini SFB yakin bahwa pihak kepolisian dapat menindaklanjuti laporan pidana yang dilayangkannya. SFB juga mengingatkan pihak BPN, agar sertifikat asli milik suaminya jangan dipindahtangankan atau diberi kepada pihak Notaris/ PPAT tanpa sepengetahuan pemilik sah yang telah memberi kuasa kepada SFB, sesuai janji pejabat BPN.

“Apalagi saat ini sudah dalam bentuk laporan polisi agar tidak ada masalah hukum ke pihak BPN Badung dengan dugaan penyelewengan kewewenang,” tutur Togar Situmorang, yang juga Dewan Pakar Forum Bela Negara Provinsi Bali.

Diketahui, SFB sebelumnya mencoba memeriksa status kepemilikan lahan dan villa milik suaminya ke pihak BPN Badung. SFB sekaligus memasukan surat pemberitahuan keberatan hukum.

“Saat ke BPN Badung dengan diantar beberapa kerabat, klien kami sangat terkejut mendapatkan penjelasan pihak BPN Badung bahwa sertifikat asli yang terdaftar atas nama suaminya berada di BPN karena dititip oleh oknum Notaris/PPAT Wilayah Badung berinisial BFHP dan itu membuat SFB dan saksi bernama Lukas dan Asri kaget. Kok bisa sertifikat asli itu dititip ke BPN? Apalagi sertifikat asli itu sempat dialihkan atas nama Putu A,” beber Togar Situmorang, yang juga pengamat kebijakan publik ini.

Bahkan saat klarifikasi di BPN Badung tersebut, SFB melihat ada transaksi fiktif akta PPJB antara IKP kepada diduga bernama Putu A terkait jual beli senilai Rp 12,5 miliar. Ada juga dokumen akta AJB dari penjual diduga bernama Putu A selaku kuasa jual dari IKP kepada pembeli diduga bernama Putu A bernilai Rp12,5 miliar.

SFB memastikan dokumen itu fiktif, karena nilai transaksi miliaran rupiah tersebut tidak satu sen pun masuk ke pemilik hak atas tanah bernama IKP yang merupakan suami SFB. Yang lebih mencengangkan, Putu A dalam identitas akta PPJB serta AJB tersebut, ternyata berstatus mahasiswi.

“Jadi ada dugaan kuat, ini kategori pencucian uang kental sekali. Apalagi ada juga surat pernyataan yang ditanda tangani IKP, seolah-olah telah menjual kepada diduga bernama Putu A tertera tanggal yang menurut pengakuan SFB saat tanggal tercantum tersebut ada di Tabanan untuk proses pernikahan mereka. Jadi SFB yakinan, ada unsur pemalsuan tanda tangan suaminya IKP oleh orang yang ingin menguasai dan mengambil tanah juga Villa Asri Jewel tanpa mau melakukan pembayaran maupun transaksi secara terang dan tunai,” urai Togar Situmorang yang masuk daftar 100 Advokat Hebat versi Majalah Property & Bank dan 50 Best Lawyer Award 2019 ini.

Ia pun mengingatkan 10 commander wish Kapolda Bali Irjen Pol Dr Drs Petrus Reinhard Golose, MM, untuk membongkar praktik curang para mafia tanah. Togar Situmorang juga sangat berharap, peristiwa hukum yang telah dilaporkan di Polres Badung berserta pengusaha property inisial J tersebut, mendapat perhatian dari Satgas Mafia Tanah.

“Satgas Mafia Tanah harus juga segera turun tangan agar bisa maksimal untuk memerangi kejahatan atas lahan juga property dari para pengusaha atau masyarakat umum lain yang hilang tanpa kejelasan siapa yang bertanggung jawab. Mereka tidak menerima sepersenpun pembayaran atas lahan juga usaha, sebagaimana lahan dan villa milik IKP dan BSF, yang tengah berjuang mendapatkan kembali sertifikat juga Villa Asri Jewel yang saat ini masih dikuasai orang lain dalam hal ini pihak WNA,” pungkas Founder and CEO Law Firm Togar Situmorang yang beralamat di Jalan Tukad Citarum Nomor 5A Renon, Denpasar (pusat) dan Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Kesiman, Denpasar (cabang) ini. (KI4)

Check Also

Diambil Sumpahnya, Advokat FERARI Diingatkan Jaga Nama Baik Organisasi

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar mengambil sumpah 15 orang advokat yang bernaung dibawah …

One comment

  1. Like!! Really appreciate you sharing this blog post.Really thank you! Keep writing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *