Home / Hukum / Kasus Penghinaan di Medsos Terhadap Ansy Lema dan Edi Endi Masih dalam Proses Penyelidikan
Kapolres Mabar AKBP Bambang Hari Wibowo, SIK, MSi, bersama jajaran saat memberikan keterangan kepada wartawan. (kitaindonesia/itho umar)

Kasus Penghinaan di Medsos Terhadap Ansy Lema dan Edi Endi Masih dalam Proses Penyelidikan

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Kasus tindak pidana tertentu berupa dugaan pencemaran nama baik dan penghinaan melalui media sosial terhadap anggota DPR RI Yohanes Fransikus Lema serta Calon Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi, menyita perhatian publik Manggarai Barat (Mabar) tahun 2020 lalu.

Ansy Lema melaporkan kasus dugaan pencemaran nama baik dan penghinaan melalui Facebook, dengan Laporan Polisi Nomor LP/ 204/ XII/ 2020/ NTT/ RES MABAR, tertanggal 7 Desember 2020. Sedangkan Edistasius Endi melaporkan kasus dugaan penghinaan di media sosial, dengan Laporan Polisi Nomor: LP/ 48/ III/ 2020/ SATRESKRIM, tertanggal 31 Maret 2020.

Lalu seperti apa perkembangan kedua kasus ini? Menurut Kapolres Mabar AKBP Bambang Hari Wibowo, SIK, MSi, baik laporan Ansy Lema maupun Edi Endi, saat ini masih dalam proses penyelidikan. Khusus terkait laporan Edi Endi, sudah dalam tahapan pemeriksaan saksi ahli.

Bambang membeberkan hal tersebut dalam konferensi pers yang berlangsung di Aula Kemala Mapolres Mabar, Kamis (28/01/2021). Bambang didampingi Kasat Reskrim Polres Mabar IPTU Yoga Darma Susanto, STrK; Kasat Lantas Polres Mabar IPTU I Made Bagus Aditya Melyandika, STK, MA; serta Kasat Narkoba Polres Mabar AKP Simpronius Naro.

Selain kasus tindak pidana tertentu (Tipiter), pada kesempatan tersebut Kapolres bersama jajaran juga menyampaikan perkembangan penanganan kasus lainnya, seperti pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), narkoba, hingga kecelakaan lalulintas (Lakalantas).

“Untuk kasus narkoba ada tiga kasus, ya. Kasus-kasus tersebut sudah ditangani dan sudah P21. Ada yang sudah divonis,” papar Bambang.

Selanjutnya, Kasat Reskrim Polres Mabar IPTU Yoga Darma Susanto, STrK, memaparkan perkembangan kasus tindak pidana tertentu hingga Curanmor di ujung barat Pulau Flores itu.

“Posisi kasus tindak pidana tertentu (laporan Ansy Lema dan Edi Endi, red) masih dalam proses penyelidikan (pemeriksaan saksi ahli),” papar Yoga.

Adapun terkait kasus curanmor, Satreskrim Polres Mabar berhasil menangkap sembilan pelaku Curanmor dalam kurun waktu dua bulan terakhir. Barang bukti berupa 15 unit sepeda motor juga sudah diamankan.

“Ada sembilan pelaku pencurian. Para pelaku sudah kita amankan dengan barang bukti 15 unit motor. TKP-nya beberapa tempat di seputaran kota Labuan Bajo. Penangkapan kesembilan pelaku Curanmor berdasarkan 13 laporan yang kami terima,” jelas Yoga.

“Saat ini laporannya sudah masuk dalam proses penyelidikan dan pemberkasan. Para pelaku dijerat Pasal 363 ayat (1) ketiga, keempat dan kelima KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal Sembilan tahun penjara,” pungkasnya. (KI-05)

Check Also

Polsek Denbar Jaga Kamtibmas

Denpasar – Kita Indonesia, Sebagai upaya mencegah kejahatan jalanan diakhiri pekan khususnya dimalam Minggu adalah …

One comment

  1. Mantap pak polisi, khusus pencurian harus disikat betul pelaku pelakunya, ini kota wisata, orang tidak nyaman kelabuan bajo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *