Home / Hukum / Kasus Dugaan Penggelapan, Togar Situmorang: Saksi Pelapor Beri Keterangan Bohong
Suasana sidang kasus dugaan penggelapan dalam jabatan di Pengadilan Negeri Denpasar. (istimewa)

Kasus Dugaan Penggelapan, Togar Situmorang: Saksi Pelapor Beri Keterangan Bohong

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Sidang lanjutan kasus dugaan penggelapan dalam jabatan dengan terdakwa I Ketut Priana, kembali berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Senin (24/2/2020). Sidang yang dipimpin hakim Estar Oktavi, SH, MH, ini digelar untuk mendengar keterangan dua orang saksi pelapor, Steven Patrick O” Sullivan dan Andrew.

Keterangan saksi yang didengar terlebih dahulu adalah Steven Patrick O’ Sullivan selaku Komisaris di PT Bali Indo Suplies (BIS). Menariknya, sebagian besar keterangan saksi pelapor ini mendapat sorotan tajam advokat senior Togar Situmorang, SH, MH, MAP, selaku kuasa hukum terdakwa.

Menurut advokat yang dijuluki Panglima Hukum itu, banyak keterangan saksi pelapor cenderung tidak benar. Sebab beberapa keterangan yang bersangkutan justru berbeda dengan fakta hukum.

“Keterangan saksi pelapor yang di bawah sumpah tersebut berbeda dengan fakta hukum, baik dalam surat dakwaan atau menurut keterangan dari terdakwa ketika ditanya Majelis Hakim,” ujar Togar Situmorang, yang ditemui usai sidang tersebut.

Bahkan, Togar Situmorang yang saat sidang didampingi advokat muda Rudi Hermawan dari Law Firm Togar Situmorang & Associates, berkali-kali mengigatkan saksi pelapor Steven Petrick O’ Sullivan bahwa di dalam persidangan ini saksi berada di bawah sumpah. Apabila saksi memberikan keterangan bohong di dalam persidangan, demikian Togar Situmorang, maka bukan tidak mungkin akan terkena masalah hukum pidana baru.

“Oleh sebab itu, saya menegaskan kepada saksi untuk memberikan keterangan yang sebenarnya, yang tidak lain daripada yang sebenarnya,” tegas advokat yang menerima penghargaan Indonesia Most Leading Award 2019 dan terpilih sebagai The Most Leading Lawyer In Satisfactory Performance Of The Year ini.

Advokat senior Togar Situmorang, SH, MH, MAP. (istimewa)

Bahkan yang membuat Togar Situmorang berang ketika saksi pelapor Steven Petrick O’ Sullivan menjelaskan bahwa pendirian PT BIS pada tahun 2016. Sedangkan fakta hukum sebenarnya menunjukkan bahwa pendirian PT BIS pada tahun 2009, di mana di dalam perusahaan tersebut terdakwa sebagai pemegang saham 49 persen.

Begitu juga terkait dana yang dikatakan Steven Patrick O’ Sullivan berjumlah Rp 4 milliar, namun dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyebut Rp 3.385.605.013. Selanjutnya terkait audit yang dilakukan oleh saksi pelapor Steven Petrick O’ Sullivan, yang mengatakan pemilihan auditor sudah mendapatkan persetujuan dari terdakwa sebagai Direktur PT BIS, bahwa sesuai fakta hukum pemilihan atau penentuan pengguan auditor tanpa sepengetahuan terdakwa.

“Tidak pernah diberikan kesempatan kepada terdakwa I Ketut Priana selaku Direktur untuk mengkonfrontasi apa yang sesungguhnya menjadi hasil audit,” beber Togar Situmorang yang masuk daftar 100 Advokat Hebat versi Majalah Property&Bank dan Indonesia 50 Best Lawyer Award 2019 ini.

Ketika ditanya soal domisili Kantor PT BIS yang berada di Asri Jewel Villas, saksi pelapor Steven Petrick O’Sullivan mengatakan bahwa itu adalah milik menantunya bernama Putu Antari, yang tertulis dalam identitas KTP mahasiswi.

“Padahal sampai saat ini, tempat tersebut secara sah di mata hukum yang berlaku yaitu berupa Sertifikat Hak Milik adalah tertulis nama Ir I Ketut Priana,” tandas advokat yang juga pengamat kebijakan publik itu.

Secara fakta hukum, lanjutnya, keberadaan PT BIS di Asri Jewel Villa telah dibuat perjanjian menyewa dengan harga sewa 500 USD per bulan, kepada terdakwa alias I Ketut Pariana selaku pemilik sah. Masa sewa tempat tersebut ditulis sampai pada tahun 2018, dan tidak pernah dilakukan perpanjangan sewa – menyewa hingga tahun 2020, bahkan sampai kasus ini bergulir ke PN Denpasar.

Parahnya, meski uang sewa – menyewa selama 2016 sampai 2018 tidak pernah dibayarkan kepada I Ketut Pariana, dan bahkan masa sewa tidak pernah diperpanjang, tetapi PT BIS malah masih tetap beroperasi di tempat tersebut. Pihak pemilik sah lahan dan bangunan melalui Law Firm Togar Situmorang & Associates pun mengirim invoice alias tagihan ke Asri Jewel Villas di daerah Goa Gong, Badung itu.

“Jadi, ini bisa diduga tanpa izin dari pemilik sah I Ketut Pariana, karena di sana PT Bali Indo Suplies masih terus beroperasi,” kata advokat dermawan yang kerap memberikan bantuan hukum bagi masyarakat kurang mampu dan tertindas dalam penegakan hukum itu.

Advokat senior Togar Situmorang, SH, MH, MAP (tengah) didampingi advokat muda Rudi Hermawan dari Law Firm Togar Situmorang & Associates. (istimewa)

Ia menambahkan, fakta lain dalam sidang, saat ditanya tentang komposisi saham PT BIS sebagai PT Penanaman Modal Asing atau PMA apakah sudah sesuai aturan hukum dalam hal setor saham dalam bentuk tunai, Steven Petrick O’ Sullivan justru tidak mengatakan apa-apa.

“Bila ternyata nilai-nilai yang tertulis sebagai saham tersebut tidak ada nilai atau dana yang sesuai dikeluarkan seperti tertulis dalam akta, maka bisa diduga PT Bali Indo Suplies berdiri tidak sesuai aturan hukum alias dugaan bodong,” tandas Togar Situmorang yang juga Ketua Hukum RS dr Moedjito Dwidjosiswojo Jombang, Jawa Timur ini.

Dengan demikian, lanjutnya, adanya dugaan penggelapan dalam jabatan jika PT BIS tidak melakukan setor saham secara terang dan tunai, patut dipertanyakan.

“Dalam rangkaian bagian pemeriksaan di persidangan, banyak ketidaksesuaian keterangan saksi dengan fakta hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” papar Togar Situmorang, yang juga Dewan Pakar Forum Bela Negara Provinsi Bali ini.

Pemeriksaan terhadap saksi Steven Petrick O’ Sullivan dalam persidangan disebut memakan waktu yang lama. Sehingga untuk saksi kedua yaitu Andrew selaku Komisari PT BIS, ditunda untuk didengar keterangan, Rabu (26/2/2020).

“Menurut Ketut Pariana, persidangan tadi sangat memuaskan karena Jaksa Penuntut Umum I Dewa Gede Anom Rai, SH, MH juga bertanya tentang asal usul PT Bali Indo Suplies,” tutur Togar Situmorang.

“Sehingga makin terang terkait posisi kasus hukum dari persidangan ini,” pungkas Founder dan CEO Law Firm Togar Situmorang dan Associates yang beralamat di Jalan Tukad Citarum Nomor 5A Renon, Denpasar (pusat) dan Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Kesiman, Denpasar (cabang) ini. (KI4)

Check Also

Sasar Perempuan, Pelaku Perampasan Diciduk Polisi

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Pria bernama Aloisius Gonzaga Tasi (39) dibekuk petugas kepolisian dari Polsek Denpasar. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *