Home / Hukum / Kapolres Mabar Ingatkan Masyarakat Agar Tidak Membakar Hutan
Kapolres Manggarai Barat AKBP Bambang Hari Wibowo, SIK, MSi. (kitaindonesia.com/itho umar)

Kapolres Mabar Ingatkan Masyarakat Agar Tidak Membakar Hutan

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur, cukup tinggi. Hampir setiap tahun, selalu ada laporan terkait Karhutla di ujung barat Pulau Flores itu.

Hal ini mendapat perhatian khusus dari Kapolres Manggarai Barat AKBP Bambang Hari Wibowo, SIK, MSi. Ia bahkan mengeluarkan himbauan agar masyarakat mengetahui adanya larangan membakar hutan dan lahan serta dampak dan sanksi hukumnya.

“Berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan, Pasal 78 ayat (3), menyebutkan bahwa pelaku pembakaran hutan dikenakan sanksi kurungan 15 tahun dan denda maksimal 5 miliar rupiah,” jelas Bambang, di Labuan Bajo, Minggu (16/08/2020).

Ia tak menampik, tingginya potensi Karhutla di Manggarai Barat karena wilayah itu masih banyak terdapat kawasan hutan dan padang savana yang dipenuhi oleh tumbuhan semak belukar dan rumput ilalang.

“Terutama di musim kemarau seperti saat ini, potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan sangat besar, apalagi di wilayah kepulauan ini banyak terdapat padang savana,” ucapnya.

Kapolres pun telah menginstruksikan jajarannya, khususnya di wilayah yang terdapat kawasan hutan dan padang savana, untuk melakukan koordinasi dan melaksanakan kegiatan patroli bersama dengan Dinas Kehutanan dan Dinas Kebakaran, baik siang maupun malam hari.

Sambil berpatroli, diharapkan petugas melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak Karhutla bagi kelestarian hidup flora dan fauna serta kelangsungan hidup satwa liar yang bermukim di area hutan. Demikian juga dampak ekonomi dan pariwisata yang ditimbulkan akibat Karhutla.

“Harapannya, dengan adanya sosialisasi terkait bahaya dan dampak Karhutla, warga Manggarai Barat mengetahui tentang adanya larangan membakar hutan dan lahan serta benar-benar memahami dampak negatif akibat perbuatannya serta adanya sanksi hukum yang telah menantinya bila masih nekad melakukan aksi pembakaran hutan dan lahan,” pungkas Bambang.

Seperti diketahui, Kamis (13/8/2020) malam, padang savana seluas 200 hektar lebih di Kampung Wingkol, Desa Warloka, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, hangus terbakar.

Sebagian padang savana yang hangus terbakar ini, sekitar 17 hektare, merupakan lahan cagar alam yang dikelola oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wae Wuul. Sisanya adalah lahan milik pemerintah desa Warloka dan warga sekitar.

Tim gabungan yang terdiri dari aparat Polres Manggarai Barat, Polairud, Gakkum Komodo, aparat TNI, anggota Brimob Pelopor Labuan Bajo, anggota Taman Nasional Komodo, Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wae Wuul serta BPBD Kabupaten Manggarai Barat, berhasil memadamkan kobaran api ini. (KI-21)

Check Also

Law Firm Togar Situmorang Kembali Menangkan Perkara, Pengadilan Eksekusi Villa di Batu Layar

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Kerja keras Law Firm Togar Situmorang kembali berbuah manis. Kantor hukum yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *