Home / Peristiwa / Nasional / Jenazah ABK Dibuang ke Laut, Togar Situmorang: Sungguh Tidak Manusiawi!
Advokat senior Togar Situmorang, SH, MH, MAP. (istimewa)

Jenazah ABK Dibuang ke Laut, Togar Situmorang: Sungguh Tidak Manusiawi!

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Sebuah video yang disiarkan televisi berita Korea Selatan, viral beberapa waktu terakhir. Video tersebut memperlihatkan jenazah anak buah kapal (ABK) yang berstatus warga negara Indonesia (WNA) dibuang ke laut dari atas kapal nelayan Cina.

Terkait kematian ABK asal Indonesia yang bekerja di kapal Cina ini, disebutkan sudah sesuai dengan aturan International Labour International (ILO) atau Organisasi Buruh Internasional. Namun demikian, banyak pihak melihat hal ini sebagai bentuk perbudakan dan merupakan perbuatan yang sangat tidak manusiawi.

“Jika kita melihatnya, kita menganggap jenazah manusia dibuang seperti itu sungguh tidak manusiawi,” kata pengamat kebijakan publik yang juga advokat senior Togar Situmorang, SH, MH, MAP, di Denpasar, Jumat (8/5/2020) malam.

Seharusnya, demikian advokat yang dijuluki Panglima Hukum ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI meminta pertanggungjawaban para pihak terkait dalam peristiwa pembuangan jenazah tersebut.

“Sebab anak buah kapal yang kita kirim dari Indonesia ke kapal Cina tersebut dilengkapi persyaratan atau dokumen, dan ada agen dari Indonesia yang mengirim atau sebagai penyalur tenaga kerja kita ke Cina. Oleh sebab itu, seharusnya dilindungi keberadaannya,” ujar Togar Situmorang, yang juga Ketua Hukum RS dr Moedjito Dwidjosiswojo Jombang, Jawa Timur ini.

Ketua Pengurus Kota Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (Pengkot POSSI) Kota Denpasar itu melihat adanya tumpang tindih antara Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan Kementerian Tenaga Kerja mengenai tugasnya, terutama soal TKI. Ini, bagi Togar Situmorang, akan menjadi masalah karena meski telah diatur Kementerian Kelautan dan Perikanan yang mengurus buruh secara langsung justru Kementerian Tenaga Kerja.

“Hal ini diperparah dengan status Indonesia yang belum meratifikasi konvensi ILO 188 tentang pekerja perikanan,” tandas Togar Situmorang, yang masuk daftar 100 Advokat Hebat versi Majalah Property&Bank 2019 itu.

Sebelumnya, beredar video kesaksian beberapa ABK asal Indonesia yang mengaku mendapat perlakuan tak pantas di sebuah kapal berbendara China. Mereka misalnya, mengeluh tak mendapat air minum layak serta jam kerja memadai. Bahkan, dari video itu tampak seorang ABK asing melempar jenazah pekerja Indonesia yang telah meninggal ke laut.

“Selanjutnya, ada dugaan eksploitasi yang harus dibuktikan. Apakah eksploitasi dalam bidang jam kerja, cara kerja atau apa? Itu harus diselidiki dahulu. Dan yang menjadi permasalahan selanjutnya, ada dugaan dokumen para ABK kita ditahan, yang mempersulit. Sebab mereka cuma punya dua pilihan yaitu antara bertahan atau mati sia-sia di lautan,” tutur Togar Situmorang.

Advokat kondang yang pernah dinobatkan sebagai The Most Leading Lawyer in Satisfactory Performance of The Years 2019 ini pun menyarankan para penegak hukum di Indonesia serta kementerian terkait, untuk merevisi regulasi dan protokol internasional supaya TKI tidak dieksploitasi. Selain itu, mengingat kejadian ini di wilayah hukum atau teritorial negara Korea Selatan, Togar Situmorang memohon kepada Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan pemerintah Korea Selatan untuk melakukan investigasi lebih mendalam.

“Dan untuk para ABK kita yang masih hidup, tolong dipulangkan. Akan tetapi mereka harus dikarantina terlebih dahulu, sebab dikabarkan ABK yang meninggal di sana karena terkena penyakit menular. Selain itu, untuk regulasi Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 35/ PERMEN-KP/ 2015 Tentang Sistem dan Sertifikasi HAM pada Usaha Perikanan ini tolong direvisi dan diperkuat supaya jelas kepastian hukumnya. Dan dalam proses pemulangan para ABK kita tolong memakai cara yang persuasif supaya hubungan bilateral antara Indonesia dengan China tetap terjaga,” pungkas Founder dan CEO Firma Hukum di Law Firm Togar Situmorang yang beralamat di Jalan Tukad Citarum Nomor 5 A Renon, Denpasar (kantor pusat ) dan kantor cabang di Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Kesiman, Denpasar serta Gedung Piccadilly Room 1003-1004, Jalan Kemang Selatan Raya Nomor 99, Jakarta Selatan ini. (KI4)

Check Also

Presiden Jokowi: Infrastruktur di Labuan Bajo Sudah Lengkap, Saatnya Promosi Besar-besaran

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan infrastruktur di Labuan Bajo sudah lengkap. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *