Home / Peristiwa / Nasional / Jelang Rapimnas, Kadin Bali Diterjang Isu PAW

Jelang Rapimnas, Kadin Bali Diterjang Isu PAW

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Kamar dan Industri Indonesia (Kadin) akan menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas), di The Westin Resort, Nusa Dua, Bali, Jumat (29/11/2019). Menariknya jelang Rapimnas ini, Kadin Bali justru diterpa kabar tak sedap.

Beredar informasi, Kadin Bali melayangkan surat agar pengurus Kadin kabupaten di Bali yang masa kerjanya akan habis, segera melakukan Musyawarah Kabupaten (Muskab). Hal ini menjadi polemik lantaran berdasarkan Surat Keputusan (SK) masa kepengurusan justru baru akan berakhir awal tahun 2020.

Salah satu sumber dari internal Kadin Bali menyebutkan bahwa pada tanggal 23 Oktober 2019, Kadin Kabupaten Gianyar mendapatkan surat dari Kadin Bali yang ditandatangani WKU Bidang Organisasi dan Keanggotaan Kadin Bali, I Putu Gede Wirakusuma. Surat itu berisikan arahan agar segera melakukan Muskab. Sementara sesuai SK, jajaran kepengurusan di kabupaten tersebut berakhir tanggal 29 Januari 2020.

“Kadin kabupaten beranggapan sesuai dengan SK. Sementara Kadin provinsi menyampaikan bahwa habisnya (masa jabatan) sesuai jadwal musyawarah sebelumnya. Ini yang perlu diklarifikasi masing-masing,” ungkap sumber yang enggan namanya disebutkan ini saat ditemui di Denpasar, Kamis (28/11/2019) siang.

Sumber ini juga menyampaikan kejanggalan, yang justru dihadapi kepengurusan Kadin Kabupaten Buleleng. Sebab sebelumnya sudah mendapatkan surat yang sama, mengingat masa pelaksanaan Muskab sebelumnya dilaksanakan tanggal 11 Oktober 2014. Memenuhi arahan Kadin Bali, mereka berencana melaksanakan Muskab tanggal 24 Oktober 2019, namun tiba-tiba ditolak dengan alasan Kadin Bali melaksanakan tertib administrasi.

“Tanggal 23 Oktober dia (Ketua Kadin Buleleng, red) terima surat dari Kadin provinsi yang menyatakan tidak bisa melayani administrasi Musyawarah Kabupaten karena alasannya lewat waktu,” ungkapnya.

Kondisi ini mematik persepsi bahwa ada sebuah upaya agar terjadi proses pergantian antar-waktu PAW di kabupaten oleh ketua/ PAW Kadin Bali, Made Ariandi. Sumber itu menegaskan, berdasarkan AD/ ART, tugas PAW Kadin Bali adalah menyiapkan Musprov dan Musyawarah di kabupaten/ kota di Bali, melanjutkan tugas ketua lama yang diganti.

Ia menambahkan, alasan beberapa pengurus kabupaten tidak melaksanakan musyawarah karena berpandangan bahwa berakhirnya kepengurusan berdasarkan SK pengangkatan dan pengesahan, bukan berdasarkan waktu Muskab. Dengan demikian, masih ada waktu panjang hingga tanggal 29 Januari 2019.

Gejolak ini, menurut dia, tidak saja dialami pengurus di Kabupaten Gianyar dan Buleleng namun juga pengurus di Kabupaten Jembrana dan Bangli. Sebab masa kepengurusannya akan segera berakhir tahun depan. Ia pun menyayangkan persoalan ini menjadi polemik yang merugikan, terlebih Bali dipercaya sebagai tuan rumah pelaksanaan Rapimnas Kadin 2019.

“Menjadi polemik masalah masa kepengurusan. Dikacaukan oleh persepsi yang berbeda. Kalau di masa sebelumnya pasti dilakukan pendekatan persuasif, ini kok tidak. Harapannya segera dilakukan rekonsiliasi, harus dilakukan musyawarah. Sesuai dengan musyawarah di masing-masing wilayah, sesuai masa kepengurusannya,” harapnya. (KI5)

Check Also

PON Papua, Togar Situmorang: Perkuat Fungsi Intelijen Antisipasi Ancaman KKB

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Pekan Olahraga Nasional (PON) XX akan berlangsung di Papua, tanggal 2 sampai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *