Home / Sains & Tekno / Jangan Tunggu Jadi Korban, Segera Laporkan Jika Menemukan Kejahatan Siber
Ilustrasi Kejahatan Siber (Ist)

Jangan Tunggu Jadi Korban, Segera Laporkan Jika Menemukan Kejahatan Siber

Asmat (KitaIndonesia.Com)– Kejahatan siber menjadi ancaman baru saat ini, ketika perkembangan teknologi dan informasi semakin cepat. Penggunaan internet yang tidak dibarengi dengan literasi digital yang baik bisa membuat Anda rentan menjadi korban kejahatan siber.

Sofia Sari Dewi seorang desaier, penggiat media sosial, dan socialcpreneur mengatakan modus kejahatan siber saat ini sangat beragam, dari hanya bermodal telepon hingga peretasan untuk melakukan pencurian data.

“Dulu saya masih merasakan zaman handphone hanya bisa untuk sms dan telepon saja. Tapi sekarang handphone sudah canggih, sudah jadi smartphone, apa saja bisa dilakukan di situ mulai dari foto, belanja online, transfer uang, dan lain-lain,” papar Sofia Sari Dewi, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Asmat, Papua, Rabu (22/9/2021).

Jika Anda mengalami hal-hal ini, Sofia Sari Dewi menyebut jangan ragu untuk melaporkannya. Sekarang pelaporan kejahatan siber sudah dimudahkan dan bisa dilakukan lewat jalur online.

Dua situs yang bisa membantu Anda adalah patrolisiber.id dan lapor.go.id. Ini adalah portal laporan daring yang dibuat oleh Bareskrim Polri untuk mengumpulkan berbagai informasi tentang kejahatan siber.

Sofia Sari Dewi mengatakan tidak sedikit dari laporan-laporan ini yang nantinya akan ditanggapi dengan serius oleh polisi.

“Siapa saja yang mengetahui atau menjadi korban kejahatan siber boleh melapor. Melaporlah, supaya semakin banyak informasi yang bisa diakses supaya tidak semakin banyak yang tertipu,” paparnya.

Lalu, agar tidak menjadi korban kejahatan siber apa yang bisa dilakukan? Menurut Sofia Sari Dewi, menjaga keamanan data diri pribadi menjadi hal yang utama.

Sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kerahasiaan data pribadi antara lain tidak memberikan nomor OTP, tidak mengunggah informasi pribadi seperti kartu identitas sembarangan, serta melakukan 2-factor authentication.

Ia juga berpesan kepada masyarakat untuk menggunakan password yang kompleks, rutin mengupdate antivirus di handphone dan laptop, serta memastikan untuk logout semua aplikasi digital setelah digunakan.

Webinar kali ini juga menghadirkan Grace M Moulina (Head of marketing commucications financial company), Wilhelmus Kolyaan (Staf TU), dan Chika Mailoa (key opinion leader).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (KI7)

Check Also

Pentingnya Menjaga Rekam Jejak Digital Positif

Mataram (KitaIndonesia.Com)– Hampir seluruh aspek kehidupan manusia saat ini terpengaruh oleh teknologi digital. Majunya teknologi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *