Home / Peristiwa / Nasional / Jaga Ketahanan Pangan, Parta Minta Kepala Daerah Terbitkan SE Gerakan Berkebun
Anggota Komisi VI DPR RI, I Nyoman Parta. (istimewa)

Jaga Ketahanan Pangan, Parta Minta Kepala Daerah Terbitkan SE Gerakan Berkebun

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Anggota Komisi VI DPR RI I Nyoman Parta, SH, melayangkan surat terbuka kepada Gubernur, Bupati dan Wali Kota se-Bali, Sabtu (25/4/2020). Pada prinsipnya, anggota Fraksi PDIP DPR RI ini meminta para kepala daerah di Pulau Dewata agar menerbitkan Surat Edaran (SE) sehingga rakyat Bali melakukan gerakan berkebun. Ini penting dilakukan, untuk menjaga lumbung pangan keluarga selama pandemi Covid-19.

Dalam surat tersebut, Parta menjelaskan, sebagai daerah pariwisata ternyata Bali sangat rentan ketika ada situasi buruk dan tiba-tiba seperti bencana Covid-19. Dampaknya pun sudah sangat terasa, di mana banyak usaha yang tutup, hingga tidak sedikit pekerja mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan

“Tidak ada yang bisa menebak kapan Covid-19 ini akan berakhir. Kalau toh berakhir, kapan dampaknya bisa di- recovery kembali?” tulis Parta, dalam surat tersebut.

Yang jelas, lanjut Parta, masyarakat mulai mengalami penurunan pendapatan bahkan tidak punya pendapatan. Selanjutnya, dapat dipastikan akan terjadi penurunan daya beli masyarakat.

Mencermati hal tersebut, selain membuat program jaring pengaman sosial berupa bantuan langsung tunai (BLT) dan sembako, Parta mengusulkan agar Gubenur, Wali Kota dan Bupati Se-Bali juga membuat program pemberian bibit kepada masyarakat Bali. Bibit tersebut dalam rangka membuat kebun di dalam areal rumah dan lahan yang kosong.

Anggota Komisi VI DPR RI I Nyoman Parta (tengah) bersama warga Banjar Tatiapi, Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali, menanam di lahan kosong untuk menjaga ketersediaan pangan, Jumat (24/4/2020). (istimewa)

“Gerakan menanam lahan yang kosong dan membuat kebun keluarga tujuannya menjaga ketersedian pangan baik umum maupun keluarga,” urai Parta.

Gerakan menanam juga bisa menjadi media hiburan untuk mengisi waktu karena masyarakat sedang banyak tinggal di rumah. Selain itu, juga sebagai media edukasi untuk anak-anak agar belajar berkebun di rumah dan mencintai tanaman.

“Yang lebih penting, dalam suasana Covid-19 di mana banyak orang kehilangan pekerjaan baik karena PHK dan dirumahkan, terjadi penurunan pendapatan dan selanjutnya terjadi penurunan daya beli. Jadi, berkebun adalah dalam rangka meminimalisir pengeluaran keluarga,” ucapnya.

Hal ini perlu, demikian Parta, jika situasi wabah virus corona ini berjalan lama. Membuat kebun keluarga penting, sehingga tidak terjadi kekurangan kebutuhan pangan bagi masyarakat di tengah pandemi Covid-19 yang kemungkinan berdampak jangka panjang.

“Masyarakat perlu menanam tanaman pangan seperti bawang, cabai, tomat, sayur, talas, singkong, atau tanaman lain yang dapat digunakan untuk makanan. Tanaman pangan untuk menjaga lumbung pangan keluarga dapat ditanam di halaman rumah, di kebun atau di lahan yang tidak terpakai/ lahan tidur atas izin pemilik lahan, bisa juga dilakukan secara kolektif,” ujar Parta.

“Karena itu, Saudara Gubenur, Wali Kota dan Bupati se-Bali agar membuat edaran supaya rakyat Bali melakukan gerakan berkebun untuk menjaga lumbung pangan keluarga,” saran Parta, yang juga mantan Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali. (KI4)

Check Also

Rakernas PERADI Sukses, Togar Situmorang Kembali Suarakan Dukungan untuk ‘Single Bar’

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) pimpinan Prof Otto Hasibuan, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *