Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Forum Komunikasi Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (Forkoma PMKRI) NTT ditutup secara resmi, Minggu 12 Desember 2021.
Ada dua rekomendasi penting forum Rakorda perdana ini. Keduanya adalah pembentukan Badan Usaha Milik Forkoma (BUMF) serta Toko Online.
Khusus terkait pembentukan badan usaha, berawal dari gagasan anggota Dewan Penasehat DPD Forkoma PMKRI NTT, Angelo Wake Kako, saat berdialog dengan peserta Rakorda.
Menurut mantan Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI itu, alumni PMKRI harus mulai melakukan aksi nyata menjalankan usaha ekonomi kreatif yang dikelola secara bersama-sama.
“Harus ada semacam Badan Usaha Milik Forkoma. Nantinya badan usaha ini dikelola secara profesional,” tutur Angelo Wake Kako, yang juga anggota DPD RI ini.
Gagasan ini disambut positif forum Rakorda, yang sekaligus mempercayakan Angelo Wake Kako untuk mengkoordinir proses pembentukan Badan Usaha Milik Forkoma ini.
Rekomendasi lain dalam Rakorda Forkoma PMKRI NTT kali ini adalah pembentukan Toko Online Forkoma, yang akan berfungsi memasarkan produk usaha ekonomi kreatif anggota Forkoma PMKRI NTT.
Sebelumnya Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Forkoma PMKRI, Hermawi Taslim, saat berdialog dengan peserta Rakorda Forkoma PMKRI NTT, juga mendorong agar ada hal konkret yang disepakati bersama dalam forum tersebut.
Menurut dia, Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium tentu menawarkan banyak peluang bagi pelaku usaha kreatif, termasuk anggota Forkoma PMKRI.
“Ekonomi kreatif ini soal ide. Intinya bagaimana kita memanfaatkan peluang yang ada. Kuncinya kita siap bertarung, apalagi ini pasar bebas,” tandas Hermawi Taslim.
Rakorda Forkoma PMKRI NTT berlangsung selama dua hari, 11–12 Desember 2021, di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Rakorda dihadiri pengurus DPD Forkoma PMKRI NTT serta DPC Forkoma PMKRI dari 12 kabupaten/ kota se-NTT. (KI-01)