Home / Politik / Ini Jurus Edi-Weng Atasi Masalah Stunting di Manggarai Barat
Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi -Yulianus Weng. (kitaindonesia.com/m susanto)

Ini Jurus Edi-Weng Atasi Masalah Stunting di Manggarai Barat

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) –  Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi -Yulianus Weng (Edi-Weng), berkomitmen untuk mengatasi masalah stunting di ujung barat Pulau Flores itu apabila memenangkan Pilkada Manggarai Barat 2020.

Ada sejumlah cara yang disiapkan pasangan calon nomor urut 3 itu dalam mencegah masalah stunting. Jurus paling penting adalah pencegahan stunting.

Calon Wakil Bupati Yulianus Weng menjelaskan, pencegahan stunting pada seorang anak paling optimal, terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) atau yang disebut golden period. Masa itu dihitung sejak bayi berada dalam dan luar kandungan ibunya sampai usia 2 tahun (270 hari dalam kandungan tambah 730 hari di luar kandungan).

Selanjutnya, paket Edi-Weng akan melakukan intervensi penanganan stunting. Menurut Weng, ada sejumlah prinsip intervensi penanganan stunting yang akan dilakukan oleh keduanya.

Pertama, intervensi spesifik, yang sifatnya jangka pendek dan dilaksanakan oleh kesehatan, dan memberikan kontribusi sebesar 30 persen.

“Contohnya, kita berikan makanan bergizi bagi ibu hamil. Yang berikut pemberian tablet tambah darah untuk ibu hamil dan pemberian obat cacing untuk balita,” beber Weng, di Labuan Bajo, beberapa waktu lalu.

Kedua, intervensi sensitif, yang dilaksanakan oleh sektor di luar kesehatan, yang akan memberikan kontribusi sebesar 70 persen.

“Contohnya, penyediaan air minum bersih oleh Dinas PUPR. Penyediaan sanitasi (jamban keluarga). Juga peningkatan ketahanan pangan masyarakat oleh dinas-dinas seperti Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan,” jelas Weng.

Sementara itu dari data pada Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, persentase angka stunting di Bumi Komodo itu pada tahun 2019 berjumlah 18 persen. Sementara itu pada tahun 2020, angka stunting menurun menjadi 17 persen. Adapun stunting terbanyak berada di Kecamatan Sano Nggoang dan Komodo. (KI-Tim)

Check Also

Kinerja Polda Bali Diapresiasi Sekwan DPRD Provinsi Bali

Denpasar(KitaIndonesia.Com) – DPRD Provinsi Bali menyatakan terbuka dalam memfasilitasi penyampaian aspirasi yang dilakukan oleh masyarakat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *