Home / Peristiwa / Nasional / Ini Alasan BTNK Terapkan Sistem Registrasi Online Bagi Calon Wisatawan
Salah seorang ranger di Loh Liang, Pulau Komodo saat memberikan arahan kepada wartawan dalam kegiatan Famtrip Media bersama BOPLBF. (kitaindonesia.com/itho umar)

Ini Alasan BTNK Terapkan Sistem Registrasi Online Bagi Calon Wisatawan

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) menerapkan sistem registrasi online bagi calon wisatawan yang akan berkunjung ke Labuan Bajo, khususnya ke Taman Nasional Komodo (TNK), Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Sistem registrasi online tersebut diberlakukan sejak September 2019. Semula, sistem registrasi online hanya diberlakukan khusus untuk dua lokasi di kawasan TNK yakni Batu Bolong dan Karang Makassar. Dalam perjalanannya hingga saat ini, sistem registrasi online diterapkan di tujuh titik wisata di kawasan TNK.

Hal ini dipaparkan oleh Juru Bicara BTNK, Muhammad Iqbal Putera, dalam sesi “Travel Dialogue” Familiarization Trip (Famtrip) Media bersama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF), akhir pekan kemarin. Menurut dia, ada dua alasan penting di balik pemberlakuan sistem registrasi online ini.

Pertama, terkait carrying capacity (daya dukung) dalam mewujudkan konsep pengelolaan destinasi premium. Kedua, terkait keamanan dan keselamatan para wisatawan yang berkunjung ke kawasan TNK.

“Jadi jelas bahwa kita terapkan sistem ini agar kelestarian Taman Nasional Komodo tetap terjaga sebagai wilayah konservasi nasional, namun tidak menghilangkan kesempatan bagi wisatawan untuk tetap berkunjung dengan rasa aman dan nyaman,” jelas Muhammad Iqbal.

Ia menambahkan, TNK sebagai destinasi ekowisata kelas dunia sangat erat kaitannya dengan carrying capacity. Terlebih, ekowisata bukanlah mass tourism. Dengan demikian, jumlah wisatawan yang berkunjung perlu diatur atau tidak bisa dalam jumlah yang banyak dalam satu waktu.

“Sistem registrasi online ini juga sangat erat kaitannya dengan pandemi Covid-19 saat ini. Jadi pemantauan kesehatan dan pengawasan terhadap wisatawan itu bisa difungsikan melalui registrasi online,” ujar Muhammad Iqbal.

BACA JUGA:   Tiba di Labuan Bajo, Uskup Ruteng Terpilih Disambut Secara Adat Manggarai

Ia menyebut, pemberlakuan sistem ini merujuk pada hasil kajian yang dilakukan pada 2018. Berdasarkan kajian tersebut, ditetapkan carrying capacity terhadap sejumlah lokasi di kawasan TNK yang masuk dalam zona hijau (diperuntukkan untuk wisata), yakni Loh Liang maksimal 250 orang, Loh Buaya 150 orang, dan Pulau Padar 60 orang. Sementara untuk lokasi perairan, ditetapkan masing-masing untuk Karang Makassar 32 kapal, Batu Bolong 8 kapal, Siaba Besar dan Pulau Mawan 20 kapal per hari.

“Tapi kajian itu perlu diperbaharui setiap dua tahun sekali. Mengingat angka itu berdasarkan kajian pada 2018, maka akan dibuat kajian terbaru untuk mendapatkan angka yang baru,” jelas Muhammad Iqbal.

Ia tak menampik, penerapan sistem registrasi online ini belum dilakukan secara total. Sebab sebagian masih dilakukan secara offline.

“Apabila calon wisatawan sudah memiliki data persyaratan yang cukup, disarankan melakukan registrasi secara online yang dapat difasilitasi oleh travel agent atau tour operator yang ada di Manggarai Barat,” ucapnya.

“Penerapan registrasi online secara ideal akan dilakukan ketika semua pihak sudah familiar dengan sistem ini.  Semoga bisa segera dilakukan karena concern kita adalah peningkatan kembali kunjungan wisatawan dari luar negeri dan sebelum itu terjadi, internal kita harus siap dulu. Ini salah satu caranya,” pungkas Muhammad Iqbal. (KI-21)

Check Also

Kagumi Jejak Jokowi, Togar Situmorang Mantap Menatap Kursi DKI 1

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Nama advokat senior Togar Situmorang, SH, MH, MAP, belakangan digadang – gadang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *