Home / Hukum / Imigrasi Usulkan WNA Pembunuh Ibu Kandung Masuk Daftar Penangkalan Seumur Hidup
WNA asal Amerika dikawal petugas saat proses deportasi. (istimewa)

Imigrasi Usulkan WNA Pembunuh Ibu Kandung Masuk Daftar Penangkalan Seumur Hidup

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar akhirnya melakukan pendeportasian terhadap Warga Negara Asing (WNA) berkebangsaan Amerika Serikat berinisial HLM, Selasa 2 November 2021. Ia dipulangkan bersama anaknya, ES.

Proses pendeportasian keduanya melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dilakukan dengan pengawalan ketat petugas Rumah Detensi Imigrasi Denpasar, Polri, dan FBI.

HLM berangkat dari Rumah Detensi Imigrasi Denpasar pada Pukul 16.30 Wita dengan pengawalan petugas. Petugas Rumah Detensi Imigrasi Denpasar sebelumnya sudah berkoordinasi dengan pihak AVSEC Bandara I Gusti Ngurah Rai terkait pendeportasian ini yang diduga akan banyak menyita perhatian, sehingga pihak AVSEC memfasilitasi jalur khusus masuk bandara.

Adapun ES, anak dari HLM yang ditempatkan di luar Rumah detensi Imigrasi Denpasar bersama-sama dengan dua petugas dari Polda Bali, juga menuju Bandara Internasional I Gustu Ngurah Rai. Keduanya kemudian bertemu di salah satu bandara tersibuk di dunia itu.

Di tempat terpisah, petugas Rudenim Denpasar melakukan check in dan pencetakan boarding pass ke maskapai Garuda Indonesia GA 417 tujuan DPS-CGK. Sesuai dengan jadwal boarding pesawat Pukul 19.25 Wita, dan lepas landas (take off) Pukul 18.40 Wita dan rencana mendarat di Bandara Internasional Soekarno Hatta pada Pukul 19.45 Wita.

Setibanya di Bandara Internasional Soekarno Hatta, proses check in kembali dilakukan. Keduanya diterbangkan menggunakan maskapai Delta Airlines DL7932 dengan waktu keberangkatan Pukul 21.50 WIB tujuan Incheon – Chicago.

“Terhadap kedua orang warga Amerika Serikat yang telah dideportasi tersebut, diusulkan masuk dalam daftar penangkalan ke Direktorat Jendral Imigrasi,” jelas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Bali Jamaruli Manihuruk, melalui keterangan resminya, Rabu 3 November 2021.

“HLM diusulkan untuk dimasukkan dalam daftar penangkalan seumur hidup, sedangkan anaknya ES diusulkan untuk dimasukkan ke dalam daftar penangkalan 6 bulan,” imbuhnya.

Sebelumnya, HLM terbukti telah melanggar Pasal 75 UU RI Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian jo. Pasal 340 KUHP Tentang Pembunuhan.

HLM masuk ke Indonesia pada tanggal 4 Agustus 2014 melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dengan menggunakan bebas visa kunjungan.

Awalnya yang bersangkutan datang ke Indonesia dengan tujuan untuk liburan selama tiga minggu di Bali dan Lombok. Namun belum sempat melakukan liburan ke Lombok, yang bersangkutan ditangkap oleh Polsek Kuta, karena dugaan telah melakukan pembunuhan terhadap S, ibu kandungnya, di Saint Regis Hotel Nusa Dua.

Pada tanggal 11 Agustus 2014, yang bersangkutan tinggal bersama ibunya di Saint Regis Hotel Nusa Dua. Pada saat itu, seorang laki-laki berinisial T yang merupakan mantan pacar HLM datang ke hotel tersebut dan terjadi keributan antara T dan S.

Keributan tersebut dipicu karena S mengetahui HLM sedang hamil. Akibat dari keributan tersebut, T melakukan pemukulan terhadap S hingga pingsan dan terbaring di atas tempat tidur.

Menurut keterangan HLM, saat itu ibunya terluka di bagian hidung dan meninggal karena darah mengalir ke organ dalam tubuh sehingga menyumbat pernapasan. Mengetahui ibunya telah meninggal, HLM berinisiatif untuk memasukkan jasad ibunya ke dalam koper dan membawanya pergi.

Akibat kejadian tersebut Pengadilan Negeri Denpasar pada tanggal 9 Juli 2015 menghukum HLM dengan pidana penjara selama 10 tahun, karena telah melanggar Pasal 340 KUHP Tentang Pembunuhan.

HLM juga diketahui melahirkan seorang anak perempuan berinisial ES, pada tanggal 17 Maret 2015 dari perkawinan tidak sahnya dengan T, saat ditempakan di Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan.

Saat menginjak usia 2 tahun, HLM menyerahkan ES anaknya untuk diasuh oleh temannya yang bernama Oshar Putu Melodi Suartama Warga Negara Indonesia (WNI).

Setelah menjalani masa hukuman dan dinyatakan bebas dari Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, HLM diserahkan ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai untuk diberikan tindakan admistratif keimigrasian berupa pendetensian.

Selanjutnya yang bersangkutan beserta anaknya ditempatkan di Rumah Detensi Imigrasi Denpasar dalam rangka menunggu proses pendeportasian. Yang bersangkutan ditempatkan di Rumah Detensi Imigrasi Denpasar sejak tanggal 29 Oktober 2021 sampai tanggal 2 November 2021 dengan penjagaan yang ketat. (KI-01)

Check Also

Polsek Denbar Jaga Kamtibmas

Denpasar – Kita Indonesia, Sebagai upaya mencegah kejahatan jalanan diakhiri pekan khususnya dimalam Minggu adalah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *