Home / Peristiwa / Nasional / Imigrasi Deportasi WNA yang Tawarkan Kelas Orgasme di Bali

Imigrasi Deportasi WNA yang Tawarkan Kelas Orgasme di Bali

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Masih ingat dengan video viral berisi promosi kegiatan Yoga bertajuk “Tantric Full Body Orgasm” di Bali, beberapa waktu lalu? Kasus ini telah ditangani pihak terkait.

Perkembangan terbaru, pihak Imigrasi telah mendeportasi Christopher Kyle Martin, warga negara asing (WNA) asal Kanada yang menyelenggarakan kelas orgasme ini. Nama pria 38 tahun itu juga dimasukkan ke dalam daftar tangkal.

Deportasi terhadap Kyle dilaksanakan pada Minggu 9 Mei 2021 Pukul 15.20 Wita dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali ke Jakarta. Selanjutnya, Kyle menuju Doha dan Kanada menggunakan Qatar Airways.

“Sesuai Pasal 75 huruf a UU Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian, yang bersangkutan dianggap melakukan kegiatan berbahaya dan patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menghormati atau tidak menaati peraturan perundang-undangan,” jelas Kakanwil Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk, saat konferensi pers di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, Minggu 9 Mei 2021.

Ia menjelaskan, Kyle mengakui acara Yoga Tantric Full Body Orgasm tersebut sudah lama diiklankan dan lupa dihapus. Yoga tersebut rencananya diselenggarakan pada tahun 2020 di Karma House of Tattoos, Ubud, Bali.

Hanya saja rencana kegiatan ini ditunda hingga tahun 2021, karena dirinya tidak memiliki sertifikat sebagai instruktur Yoga dan tidak memiliki izin kerja.

Kyle juga menyebut, Yoga ini tidak memiliki kandungan seksualitas, dikarenakan berbeda dengan genital orgasm dan lebih banyak mempelajari teknik pernafasan.

Untuk mengikuti Yoga ini, peserta diminta membayar 20 Euro sudah termasuk membayar sewa tempat dan makanan pada saat acara berlangsung.

Secara terpisah, Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi langkah Imigrasi memulangkan Kyle ke negara asalnya. Ia meminta agar semua WNA yang berkunjung ke Bali agar menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia serta selalu berperilaku tertib dengan menghormati hukum dan nilai budaya masyarakat Bali.

“Setiap pelanggaran akan ditindak tegas demi menegakkan kehormatan dan kewibawaan negara di mata dunia,” ungkap Wayan Koster. (KI-01)

Check Also

Rakernas PERADI Sukses, Togar Situmorang Kembali Suarakan Dukungan untuk ‘Single Bar’

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) pimpinan Prof Otto Hasibuan, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *