Home / Figur / Ikut Jejak Sang Ayah, Alexander Ricardo Gracia Ingin Jadi Advokat Handal dan Berintegritas
Alexander Ricardo Gracia. (istimewa)

Ikut Jejak Sang Ayah, Alexander Ricardo Gracia Ingin Jadi Advokat Handal dan Berintegritas

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Alexander Ricardo Gracia, SH, merupakan salah satu advokat muda yang bergabung di Law Firm Togar Situmorang. Tak sekadar mengikuti jejak sang ayah, namun Arga – sapaan akrabnya, juga berkeinginan kuat untuk menjadi advokat yang handal dan berintegritas.

Lalu seperti apa sosok Arga? Apa juga yang menjadi alasan pemuda kelahiran Jakarta ini menjadi seorang advokat?

Arga ternyata tak lain adalah anak bungsu dari tiga bersaudara buah hati pengacara kondang Togar Situmorang, SH, MH, MAP. Seperti diketahui, Togar Situmorang adalah Founder dan CEO Law Firm Togar Situmorang yang beralamat di Jalan Tukad Citarum Nomor 5A Renon, Denpasar (pusat), dan Cabang Denpasar di Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Kesiman, Denpasar serta Cabang Jakarta di Gedung Piccadilly Room 1003-1004, Jalan Kemang Selatan Raya Nomor 99, Jakarta Selatan

Arga menempuh pendidikan selama 4 tahun di Fakultas Hukum Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar dan menyandang gelar Sarjana Hukum. Setelah menyelesaikan pendidikan, Arga menentukan pilihan menjadi seorang advokat di bawah organisasi advokat PERADI Slipi.

Arga memang bercita-cita menjadi seorang advokat yang handal dan berintegritas. Ia bahkan berambisi melampaui capaian sang ayah, terutama di jenjang pendidikan. Saat ini, sang ayah Togar Situmorang sedang menyelesaikan studi Program Doktoral (S3) di Universitas Udayana.

“Untuk menjadi advokat tentu harus melewati pendidikan yang sangat menantang. Seseorang bisa menjadi advokat, setelah menyelesaikan pendidikan hukum dan mengikuti pendidikan khusus profesi advokat, juga magang di kantor advokat. Apabila lulus, maka disumpah di Pengadilan Tinggi, untuk selanjutnya bisa beracara di Pengadilan,” kata Arga, di Denpasar, Kamis (2/7/2020).

Karena sudah melewati proses panjang ini, tanpa ada keraguan lagi, Arga bergabung di kantor ayahnya, Law Firm Togar Situmorang. Ia juga meluangkan waktu untuk membantu mengurus PT Bali Global Service yang dipimpin oleh kakaknya, Axl Mattew Situmorang.

Arga lebih memilih menjadi advokat, karena menilai profesi advokat memiliki peran penting dalam upaya penegakan hukum. Setiap proses hukum, baik pidana, perdata, tata usaha negara, bahkan tata negara, selalu melibatkan profesi advokat yang kedudukannya setara dengan penegak hukum lainnya.

Selain itu, Arga juga menilai profesi sebagai advokat merupakan panggilan jiwanya ketika menghadapi berbagai persoalan yang timbul di tengah masyarakat lebih banyak karena ketidaktahuan mereka terhadap produk-produk hukum.

“Tentunya menjadi fokus utama bagi seorang advokat adalah bagaimana mewujudkan kinerja sesuai harapan masyarakat, di mana masyarakat bisa mendapatkan perlindungan dan pengetahuan terkait persoalan-persoalan hukum,” ujar Arga.

Profesi advokat, imbuhnya, hendaklah menjadi ujung tombak bagi masyarakat kecil pada umumnya. Jangan hanya karena keterbatasan dan ketidakmampuan secara finansial, masyarakat menjadi terhambat dalam mendapatkan keadilan dan perlindungan hukum.

“Di tengah-tengah masyarakat yang sebagian besar masih ‘berkeluh kesah’ akibat menjadi korban ketidakadilan, bahkan terkadang merasa dibingungkan karena tidak jelasnya kepastian hukum oleh para penegak hukum, keberadaan advokat tentu saja sangat dibutuhkan,” ungkapnya.

“Saya berharap bisa cepat belajar dan bisa mengikuti langkah ayah, serta saya bisa menjadi advokat yang handal dan berintegritas,” pungkas Arga. (KI-01)

Check Also

Di Denpasar, Pembuang Sampah Sembarangan Diganjar Denda Rp200 Ribu

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Pemkot Denpasar melalui tim desa/ kelurahan melakukan pemantauan lingkungan secara rutin. Hal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *