Home / Peristiwa / Nasional / HUT Ke-76 MA, Togar Situmorang: Hakim Wakil Tuhan di Dunia, Harus Berani Tolak Suap!
Advokat Togar Situmorang, SH, MH, MAP, CMed, CLA.

HUT Ke-76 MA, Togar Situmorang: Hakim Wakil Tuhan di Dunia, Harus Berani Tolak Suap!

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Sosok hakim adalah wakil Tuhan di dunia. Hakim harus mampu menghasilkan putusan yang memenuhi rasa keadilan, sebagaimana halnya Tuhan Yang Maha Adil.

Hanya saja dalam praktiknya, masih saja ditemukan oknum hakim yang tidak jujur. Ada pula yang menjual integritasnya, hanya demi mendapatkan uang/ materi.

Tidak sedikit juga oknum hakim yang menerima suap hingga terlibat kasus korupsi, sehingga putusannya tidak mencerminkan rasa keadilan bahkan mencabik-cabik rasa keadikan masyarakat.

Demikian disampaikan advokat senior Togar Situmorang, SH, MH, MAP, CMed, CLA, di Denpasar, Jumat 20 Agustus 2021.

“Kita tahu, hakim itu konotasinya adalah wakil Tuhan di dunia. Putusan hakim selalu dalam alinea pertama disebutkan ‘Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.’ Karenanya, hakim harus berintegritas dan jujur. Tapi dalam kenyataannya, ternyata masih sangat sulit,” kata advokat yang juga pengamat kebijakan publik ini.

Togar Situmorang menyampaikan hal ini, serangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Mahkamah Agung (MA) pada 19 Agustus 2021. Serangkaian HUT ini, MA meluncurkan film pendek yang menggambarkan integritas dan kejujuran seorang hakim.

Film pendek berjudul “Pesan Bermakna” ini mulai ditayangkan di Youtube Mahkamah Agung, Kamis 19 Agustus 2021 dan hingga Jumat 20 Agustus 2021. Film ini telah ditonton lebih dari 9,4 ribu kali.

Film pendek ini dibuka dengan kutipan pesan mendalam dari Ketua Mahkamah Agung RI Prof Dr M Syarifuddin, SH, MH. “Integritas adalah simpul bagi setiap kebaikan. Peganglah dalam erat, karena melepaskannya sama saja dengan membuka jalan untuk berbuat kedzoliman,” pesannya.

Ada pula kutipan pesan sarat makna dari Sekretaris Mahkamah Agung RI Dr H Hasbi, MH. “Merawat integritas diantara godaan yang besar bagaikan melindungi nyala api di tengah badai. Perlu keteguhan dan pendirian yang kuat untuk mampu menjaganya,” tutur Hasbi.

Pesan Syarifuddin dan Hasbi hingga
moral dalam film “Pesan Bermakna” ini pun diharapkan Togar Situmorang, bisa menggugah hakim Indonesia agar berintegritas, berani menolak suap.

Apalagi dalam menjalankan tugasnya, hakim berpedoman pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2009 Tentang Kekuasaan Kehakiman. Hakim juga berpedoman pada Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim.

Menurut Togar Situmorang, Pasal 5 UU Kekuasaan Kehakiman menyebutkan bahwa hakim dan hakim konstitusi wajib menggali, mengikuti, dan memahami nilai-nilai hukum dan rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat.

Hakim dan hakim konstitusi harus memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela, jujur, adil, profesional, dan berpengalaman di bidang hukum. Hakim dan hakim konstitusi juga wajib menaati Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim.

“Jadi jelas bahwa seorang hakim itu harus punya integritas tinggi, kejujuran yang tidak terpatahkan. Dia harus tahan godaan. Berani tegas menolak suap, tidak terlibat dalam mafia peradilan,” tandas Togar Situmorang.

Sayangnya, kata advokat berdarah Batak yang sudah lama tinggal di Bali ini, dalam kenyataannya masih saja ditemukan oknum hakim yang tidak jujur, menjual integritasnya hanya demi mendapatkan uang/ materi. Bahkan tidak sedikit juga oknum hakim yang menerima suap hingga terlibat kasus korupsi.

“Salah satu contohnya dalam kasus hakim Merry Purba. Mahkamah Agung (MA) menolak Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan hakim Merry Purba. Alhasil, Merry tetap harus menjalani hukuman 6 tahun penjara karena menerima suap saat mengadili kasus korupsi Rp 132 miliar,” papar Togar Situmorang.

Untuk memperbaiki citra hakim di mata publik dan para pencari keadilan, Togar Situmorang pun mengharapkan para hakim meneladani sosok Hakim Dimas dalam Film “Pesan Bermakna” ini.

“Walapun untuk membuat hakim Dimas-Dimas lain sangat sulit, karena penegakan hukum kita sudah terkontaminasi dengan yang namanya mafia peradilan, kalau dalam proses hukum namanya mafia hukum dan kalau di tanah namanya mafia tanah. Budaya mafia-mafia ini terlalu lama,” tandas Togar Situmorang.

“Saya sebagai seorang advokat berharap, hakim kembali pada citra hakim dalam Catatan di Balik Toga Merah. Merah dalam toga merah hakim menandakan keberanian dan punya integritas tinggi. Warna putih pada dasi hakim melambangkan putusan hakim yang putih, suci, murni, tanpa terkontaminasi dengan suap, ataupun kepentingan-kepentingan lain baik kepentingan kekuasaan, politik maupun uang,” tegas advokat yang dijuluki Panglima Hukum ini.

Di sisi lain, Togar Situmorang juga mengapresiasi berbagai upaya dan terobosan MA untuk menjaga integritas hakim dan mencetak lebih banyak hakim berintegritas dan jujur serta amanah dalam menjalankan tugasnya. Baginya, apa yang dilakukan MA sangat bagus dan sangat mulia.

“Tapi dalam praktiknya tidak demikian, masih ada yang tergantung dari pesanan. Kalaupun (hakim) mau menunjukkan netralitasnya, rata-rata putusannya tidak dapat diterima. Ini kan jadi ironis, sementara para pencari keadilan dalam mengikuti proses persidangan di pengadilan sangat lama, memakan waktu. Misalnya dalam undangan sidang tertulis jam 9 pagi, bisa saja sidang baru mulai jam 2 jam 3 siang,” ucapnya.

Kenyataannya, menurut Togar Situmorang, tidak semanis dan seindah di film. Karena sampai saat ini, kadang pencari keadilan masih menganggap keadilan adalah sesuatu barang yang mahal.

“Kita harapkan hakim inilah jadi gerbang penentu keadilan tersebut. Namun disayangkan fakta di lapangan berbanding terbalik. Baik tanda kutip ya, masih ada oknum panitera, oknum hakim saling bermain mata dengan oknum pihak yang berperkara. Ini yang kita sangat sayangkan,” tandas Togar Situmorang.

Ia menambahkan, terobosan MA lewat film pendek ‘Pesan Bermakna’ ini semoga bisa menggugah hakim-hakim di Indonesia.

“Apalagi ini kaitannya dengan HUT ke-76 Kemerdekaan RI dan HUT ke-76 MA. Semoga hakim jujur dan berintegritas tidak punah,” pungkas CEO & Founder Law Firm Togar Situmorang yang berkantor di Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Denpasar Timur, Jalan Kemang Selatan Raya Nomor 99 Gedung Piccadilly, Jakarta, Jalan Terusan Jakarta Nomor 181, Ruko Harmoni, Kav 18, Antipani, Kota Bandung, Jalan Pengalengan Raya Nomor 355, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dan Jalan Prof IB Mantra Gg Melati Banjar Gumecik, Ketewel, Bali ini. (KI-01)

Check Also

Rencana Bali Dibuka Bagi Wisman, Jamaruli Manihuruk: Petugas Imigrasi Selalu Siap di Lapangan

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Pemerintah berencana membuka pintu bagi kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Indonesia. Sebagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *