Home / Nusantara / Hasil Sidak ke Pelabuhan Padang Bai, Diah Srikandi: Alat Rapid Test Minim
Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bali Dr I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi WS, menyerahkan bantuan berupa APD dan masker kepada petugas di Pelabuhan Padang Bai. (humas dprd bali)

Hasil Sidak ke Pelabuhan Padang Bai, Diah Srikandi: Alat Rapid Test Minim

Karangasem (KitaIndonesia.Com) – Pelabuhan Padang Bai di Kabupaten Karangasem merupakan salah satu pintu masuk utama ke Bali. Tak salah jika pelabuhan di ujung timur Pulau Dewata itu cukup ramai.

Untuk memastikan penanganan Covid-19 di Pelabuhan Padang Bai sesuai dengan SOP yang diatur dalam Permenhub Nomor 25 Tahun 2020, Komisi III DPRD Provinsi Bali melakukan inspeksi mendadak (Sidak), Selasa (28/4/2020). Sidak dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bali Dr I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi WS, didampingi Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Suyasa, ST.

“Khusus untuk penanganan Covid-19 di Pelabuhan Padang Bai semuanya sudah sesuai SOP,” jelas Diah Srikandi, terkait hasil sidak kali ini.

Dalam sidak kali ini, rombongan DPRD Provinsi Bali diterima oleh KSOP Pelabuhan Padang Bai I Made Kastawa, Syahbandar Pelabuhan Padang Bai Eka Suyasmin, dan Satgas Transportasi Publik Pelabuhan Padang Bai I Komang Budiarta, dan pihak terkait lainnya.

Meski penanganan sudah sesuai SOP, namun diakui Diah Srikandi, Pelabuhan Padang Bai sangat membutuhkan lebih banyak alat rapid test. Pasalnya, mobilitas di pelabuhan ini masih cukup tinggi, sementara alat rapid test cukup minim. Setiap hari, Pelabuhan Padang Bai rata-rata menghabiskan 50 alat rapid test.

“Rapid test kurang. Satu hari mereka di sini menghabiskan 50. Kami berharap, Pemprov Bali bisa membantu rapid test untuk di sini. Apalagi ini pintu ke luar masuk Bali yang masih ramai,” ujar Diah Srikandi, yang juga Bendahara Fraksi PDIP DPRD Provinsi Bali ini.

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bali Dr I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi WS, memberikan keterangan di sela-sela kunjungan ke Pelabuhan Padang Bai. (humas dprd bali)

Dalam kunjungan kali ini, Komisi III DPRD Provinsi Bali juga menyerahkan bantuan berupa alat pelindung diri (APD) bagi petugas di Pelabuhan Padang Bai. Selain itu, para wakil rakyat di Renon yang membidangi pembangunan ini juga menyerahkan bantuan masker.

Yang menarik, dalam kunjungan tersebut Komisi III DPRD Provinsi Bali juga menemukan lima orang warga asal Nusa Tenggara Timur (NTT) tertahan di Pelabuhan Padang Bai. Mereka tidak bisa kembali ke daerah asalnya di NTT karena Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak menerima warga luar NTB masuk ke wilayah itu.

“Kami menemukan ada lima warga NTT tidak bisa menyeberang ke Pelabuhan Lembar (NTB). Sebab aturan dari Pemprov NTB, pelabuhan di daerah itu tutup. Jadi akses ke NTT juga tutup,” kata Diah Srikandi.

Menurut wakil rakyat asal Jembrana itu, kasus tertahannya lima warga NTT ini sedang dikoordinasikan dengan Pemprov NTB. Pihaknya berharap, kelima warga NTT ini diterima dulu di Pelabuhan Lembar, NTB.

“Sedang kami koordinasikan. Dari Syahbandar Pelabuhan Padang Bai sedang melakukan koordinasi dengan Kadishub NTB, agar kelima warga NTT ini diterima dulu. Kami seberangkan dulu ke Lembar. Nanti di sana, mereka koordinasi dengan Pemprov NTT,” ucapnya. (KI4)

Check Also

Sekretariat Politician Academy Branch NTT 1 di Ruteng Diresmikan

Ruteng (KitaIndonesia.Com) – Sekretariat Lembaga Konsultan Politik ‘Politician Academy’ Branch NTT 1 diresmikan di Waso, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *