Home / Nusantara / Hasil Reses Sugawa Korry: Petani Cengkeh Buleleng Semakin Terpuruk
Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Sugawa Korry. (kitaindonesia.com/m susanto)

Hasil Reses Sugawa Korry: Petani Cengkeh Buleleng Semakin Terpuruk

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Petani cengkeh di Bali, khususnya di Kabupaten Buleleng, semakin terpuruk. Harga cengkeh yang merosot membuat para petani cengkeh berharap pemerintah memperhatikan nasib mereka.

Demikian hasil reses Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali Dr I Nyoman Sugawa Korry, ke daerah pemilihannya di Buleleng, beberapa waktu lalu. Menurut dia, berdasarkan penuturan para petani, saat ini harga cengkeh berkisar Rp 60.000 hingga Rp 70.000 per kilogram.

“Dengan kenaikan cukai rokok 24 persen, nasib petani cengkeh semakin terpuruk. Harga cengkeh di tingkat petani semakin merosot,” tutur Sugawa Korry.

“Seblm cukai rokok dinaikkan, harga cengkeh masih di kisaran Rp 100 ribu per kilogram. Sekarang tinggal Rp 60 ribu sampai dengan Rp 70 ribu saja per kilogram,” imbuh politikus senior Partai Golkar itu.

Para petani, menurut dia, mengharapkan agar kondisi ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Jika harga terus melorot, para petani cengkeh khawatir kondisi mereka semakin terpuruk.

“Para petani cengkeh berharap nasib mereka diperhatikan,” ujar Sugawa Korry, yang juga Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi Bali ini.

Selain aspirasi dari para petani cengkeh, dalam reses di sejumlah titik tersebut, Sugawa Korry juga mendapatkan keluhan terkait penangan di daerah aliran sungai (DAS), daerah-daerah potensial banjir dan tanah longsor, agar lebih mendapatkan perhatian.

“Termasuk juga derasnya alih fungsi kawasan-kawasan resapan air menjadi kawasan bangunan, baik untuk perumahan atau sarana pariwisata. Disarankan pengawasan atas kawasan-kawasan tersebut lebih diintensifkan,” pungkas Sugawa Korry. (KI4)

Check Also

Ajak Masyarakat Vaksin dan Jaga Imun, Togar Situmorang: Jangan Remehkan Virus Corona!

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Hampir dua tahun dunia dirundung bencana wabah virus corona. Virus yang berasal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *