Home / Pemerintahan / Hasil Reses Sugawa Korry: Pemerintah Kejar Pajak, Petani Menjerit

Hasil Reses Sugawa Korry: Pemerintah Kejar Pajak, Petani Menjerit

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Sugawa Korry melakukan reses ke Buleleng, sepekan terakhir. Dari hasil penyerapan aspirasi tersebut, politikus senior Partai Golkar ini mendapatkan banyak masukan dari para petani, tak terkecuali petani cengkeh.

Menurut dia, lebih dari 200 ribu petani di Bali adalah petani cengkeh. Mereka menggantungkan hidup dari hasil panen cengkeh. Namun belakangan ini, harga cengkeh melorot jauh akibat adanya kebijakan pemerintah menaikkan cukai rokok.

“Dari reses kami, ditemukan hal yang sangat perlu segera diantisipasi. Salah satunya adalah saat ini petani sangat terpuruk, khususnya petani cengkeh. Kenaikan cukai rokok, yang pasti akan diikuti kenaikan harga rokok. Jadi sekarang harga cengkeh turun. Kondisi ini sangat meresahkan petani cengkeh,” jelas Sugawa Korry, di ruang kerjanya, Senin (28/10).

Saat ini, kata dia, harga cengkeh hanya Rp 60 ribu per kilogram. Kondisi ini dipastikan akan menyulitkan petani.

“Ini akibat kebijakan pemerintah yang ingin meningkatkan APBN dari pajak, tanpa memperhatikan nasib petani,” ujar Sugawa Korry.

Hal lainnya yang dihadapi masyarakat, lanjut dia, adanya beban yang makin berat karena kenaikan pajak bumi dan bangunan (PBB) yang diterapkan berdasarkan NJOP. Jika sebelumnya mereka hanya membayar PBB sebesar Rp 600 ribu maka sekarang ini naik menjadi Rp 2,4 juta.

“Akibatnya, banyak yang tidak mau bayar pajak,” tutur Sugawa Korry, yang juga Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Bali ini.

Aspirasi lain yang diterima Sugawa Korry dalam reses kali ini adalah terkait HIV/AIDS dan narkoba yang semakin marak. Apalagi HIV/AIDS dan narkoba sudah merambah hingga ke pelosok desa. Bahkan ada yang menjual tanah warisan, hanya untuk membeli narkoba.

“Tidak ada gunanya pertumbuhan ekonomi kalau dua hal ini makin parah. Sejauh ini pemerintah belum menemukan strategi yang tepat meredam HIV/AIDS dan narkoba ini. Jadi harus ditangani khusus, harus ada strategi khusus,” tandasnya.

Selanjutnya, Sugawa Korry juga mendapatkan aspirasi yang positif dari masyarakat. Di antaranya, masyarakat mengapresiasi kerja sama yang baik antara eksekutif dan legislatif, termasuk adanya pemotongan hibah yang difasilitasi anggota DPRD Provinsi Bali untuk mempercepat pembangunan shortcut Denpasar – Singaraja.

“Ini disambut gembira oleh masyarakat. Semoga semuanya cepat terealisasi,” ucapnya.

Hal lain, demikian Sugawa Korry, ada antusiasme masyarakat untuk mengembalikan kejayaan vanili Bali. Apalagi pada tahun 1990-an, Bali dikenal sebagai pengekspor vanili terbesar di dunia. Namun kemudian di black list, karena ada pihak – pihak yang bermain dan membuat kualitas vanili Bali jatuh.

“Sekarang ini petani kembali semangat, karena vanili ini komoditi ekspor. Gairah petani ini hendaknya didukung oleh pemerintah daerah,” pungkas Sugawa Korry. (KI4)

Check Also

Ditengarai Ada Permainan, PPK Tidak Terbitkan Tender Proyek Pembangunan Canal IPA Belusung Kota Denpasar

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – CV. Putra Bale Gede sebagai pemenang tender pada paket pekerjaan pembangunan Canal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *