Home / Nusantara / Hari Kartini, Yopi Widiyanti: Hanya Perempuan yang Mengerti Permasalahan Perempuan
Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Yopi Widiyanti. (istimewa)

Hari Kartini, Yopi Widiyanti: Hanya Perempuan yang Mengerti Permasalahan Perempuan

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Raden Adjeng Kartini telah memberikan ‘terang’ bagi kaum perempuan di negeri ini. Di zamannya, Kartini muda gesit menentang pasifnya posisi perempuan di Indonesia dalam keluarga, sistem masyarakat, hingga pemerintahan.

Pandangan utama Kartini adalah bahwa perempuan juga memiliki hak dan kapabilitas yang sama untuk melakukan apa yang saat itu hanya bisa dilakukan laki-laki.

Ia kemudian belajar membaca, juga mengajari beberapa orang perempuan di lingkungannya, ketika ia dipingit. Untuk mengembangkan gagasannya, Kartini juga berkorespondensi dengan teman-temannya yang ada di Belanda melalui surat.

Pandangan Kartini, termasuk yang disampaikannya melalui surat-surat tersebut, pada akhirnya menggetarkan serta mampu mengubah nasib kaumnya. Tidak berlebihan jika kumpulan surat Kartini kemudian dihimpun dan diterbitkan dalam satu buku berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Buku itu diterbitkan pada tahun 1911, tujuh tahun setelah meninggalnya tokoh emansipasi wanita tersebut.

Judul buku yang sangat populer tersebut,  jelas menggambarkan betapa sosok Kartini memang telah membawakan terang bagi kaumnya. Dan buah dari perjuangan Kartini itu, kini sudah banyak perempuan yang tampil sebagai pemimpin, berpendidikan tinggi, bahkan menjadi penopang ekonomi keluarga.

Perempuan Indonesia pun mensyukuri perjuangan besar Kartini di masanya. Sebab mereka kini bisa berkiprah dalam profesi apa saja.

“Saya bersyukur, sebab perjuangan Kartini sudah membuahkan hasil. Kita menyaksikan bagaimana perempuan Indonesia bisa berkiprah secara bebas dalam rupa-rupa profesi, termasuk menjadi politikus,” kata politisi perempuan Partai NasDem Kabupaten Manggarai Barat, Yopi Widiyanti, di Labuan Bajo, Rabu 21 April 2021.

Ia mengaku sangat bersyukur, sebab mendapat kesempatan duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat periode 2019-2024.

“Saya sendiri sudah merasakan iklim kesetaraan ini, di mana melalui sebuah perjuangan yang demokratis, saya boleh menjadi salah satu wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3 yang meliputi tiga kecamatan yaitu Lembor, Welak, dan Lembor Selatan,” tuturnya.

Di momentum Hari Kartini 2021 ini, Yopi Widiyanti pun menyampaikan beberapa cacatan termasuk komitmen politiknya sebagai legislator perempuan dalam memperjuangkan kepentingan perempuan melalui jalur politik.

“Perjuangan mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan, bagi saya merupakan salah satu cara menghormati sekaligus melanjutkan cita-cita Kartini soal terwujudnya emansipasi dan kesetaraan antara perempuan dan laki-laki dalam berbagai bidang kehidupan,” ujarnya.

Yopi Widiyanti sendiri dalam berbagai kesempatan di DPRD Kabupaten Manggarai Barat, selalu berupaya untuk menyuarakan pentingnya pengambilan kebijakan dan penggunaan anggaran yang berpihak pada kepentingan kaum perempuan.

“Sebab saya sadar betul, bahwa masih banyak perempuan di Manggarai Barat yang belum mendapat perlakuan setara dengan kaum laki-laki,” ujar Yopi Widiyanti, sembari menyebut beberapa contoh seperti tingginya angka kematian ibu saat bersalin, banyaknya perempuan yang putus sekolah, tingginya perempuan penganggur, hingga minimnya perempuan yang berkiprah di panggung politik praktis.

Sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagai wakil rakyat, Yopi Widiyanti berkomitmen untuk memperjuangkan hal-hal ini. Sebab sesungguhnya, perempuan mempunyai potensi dan kapasitas yang setara dan bahkan lebih dari laki-laki.

“Saya yakin, bila potensi perempuan di Manggarai Barat ini diberi ruang untuk dikembangkan, maka bisa memberikan sumbangan yang berarti bagi perubahan kondisi politik, ekonomi, dan budaya di daerah ini. Jika perempuan Manggarai Barat ‘berani tampil’ dan bersaing mengisi peluang yang ada, cepat atau lambat Manggarai Barat ini akan mengalami lompatan kemajuan yang berarti,” tandasnya.

Untuk itu, menurut Yopi Widiyanti, agar perempuan Manggarai Barat dapat tampil maksimal maka para pengambil kebijakan dan semua yang berkehendak baik, mesti merancang dan melaksanakan kebijakan politik pemberdayaan kaum perempuan secara berkelanjutan.

“Aneka praktik budaya yang cenderung membatasi pergerakan perempuan, mesti ditinjau lagi. Selanjutnya, ruang politik, ekonomi dan budaya harus semakin ramah terhadap perempuan,” harap anggota Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Manggarai Barat ini.

Yopi Widiyanti juga secara khusus mengajak kaum perempuan di Manggarai Barat, untuk merenungkan dan memperkuat kemauan dalam menghidupkan spirit perjuangan emansipasi wanita yang dirintis RA Kartini dan generasi pendahulu lainnya.

“Saya mengajak dan mendorong kaumku di Manggarai Barat untuk tidak takut berjuang melalui jalur politik praktis. Kita bisa menyuarakan secara lantang perjuangan kita melalui arena politik. Saya mau katakan bahwa perempuan Manggarai Barat sangat bisa untuk berkiprah dalam ruang politik,” tegasnya.

Ia pun berharap, akan semakin banyak Kartini Manggarai Barat yang mau berkiprah di ruang sosial dan politik demi perbaikan dan perubahan nasib perempuan. Kebangkitan perempuan Manggarai Barat disebutnya akan menjadi modal yang bagus dalam mewujudkan cita-cita Manggarai Barat yang lebih baik dan bermartabat.

“Hanya perempuan sendirilah yang bisa mengerti dan memahami permasalahan perempuan. Kita butuh banyak perempuan yang membaktikan diri untuk berjuang dengan gigih terkait perbaikan nasib perempuan. Kartini menjadi contoh dan guru teladan kita,” tandas Yopi Widiyanti. (KI-01)

Check Also

Ajak Masyarakat Vaksin dan Jaga Imun, Togar Situmorang: Jangan Remehkan Virus Corona!

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Hampir dua tahun dunia dirundung bencana wabah virus corona. Virus yang berasal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *