Home / Peristiwa / Nasional / Hari Bela Negara, Togar Situmorang: Momentum Gelorakan Nasionalisme
Dewan Pakar Forum Bela Negara (FBN) Bali Togar Situmorang, SH, MH, MAP. (istimewa)

Hari Bela Negara, Togar Situmorang: Momentum Gelorakan Nasionalisme

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Hari Bela Negara ke-71 diperingati masyarakat Indonesia tanggal 19 Desember. Hari Bela Negara ini diharapkan menjadi momentum yang baik untuk kembali menguatkan rasa persatuan dan kesatuan serta menggelorakan spirit nasionalisme sebagai anak bangsa.

Demikian disampaikan Dewan Pakar Forum Bela Negara (FBN) Provinsi Bali Togar Situmorang, SH, MH, MAP, di Denpasar, Kamis (19/12/2019). Menurut dia, momentum ini juga sangat baik untuk mengingat kembali jasa para pejuang yang tidak pernah menyesal memerdekakan Indonesia, walau harus gugur dalam pertempuran.

“Semangat patriotik seperti yang dilakukan oleh para pejuang yang perlu lahir dalam diri kita. Selamat Hari Bela Negara yang ke-71 Indonesia,” kata Togar Situmorang, yang masuk daftar 100 Advokat Hebat versi Majalah Property&Bank ini.

Dikatakan, bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Semangat itu dengan muara utama mempertahankan bangsa dan negara.

“Upaya mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan negara sebagai nilai dasar bela negara mencakup cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, yakni pada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara serta memiliki kemampuan awal bela negara,” tutur advokat senior yang dijuluki Panglima Hukum ini.

Ia menambahkan, Hari Bela Negara diperingati setiap tanggal 19 Desember melalui Keppres Nomor 28 Tahun 2006. Penetapan tanggal 19 Desember sebagai Hari Bela Negara, juga dimaksudkan untuk mengenang peristiwa sejarah ketika tanggal 19 Desember 1948, Belanda melancarkan agresi militer II dengan mengumumkan tidak adanya lagi Negara Indonesia.

Ketika itu, Presiden RI Ir Soekarno memberikan mandat penuh kepada Mr Syafrudin Prawinegara, untuk menjalankan pemerintahan dengan membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Padang, Sumatera Barat, guna menjaga keutuhan Negara Republik Indonesia.

Karena itu, Togar Situmorang mengingatkan kepada seluruh lapisan masyarakat bahwa dalam UUD 1945 Pasal 30 ayat (1) dan (2), cukup jelas diamanatkan terkait bela negara ini. Intinya, ”bahwa tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara, dan usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh TNI dan Kepolisian sebagai komponen utama, rakyat sebagai komponen pendukung”.

Selain itu, imbuhnya, UU Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia Pasal 6b juga menyebutkan bahwa “Setiap warga negara wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara, sesuai dengan ketentuan yang berlaku”.

Selanjutnya, demikian Ketua POSSI (Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia) Kota Denpasar ini, dalam UU Nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara Pasal 9 ayat (1) disebutkan bahwa “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara yang diwujudkan dalam penyelenggaraan pertahanan negara”.

Adapun dalam UU Nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara Pasal 9 ayat (2), diatur bahwa “Keikutsertaan warga negara Indonesia dalam upaya bela negara sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diselenggarakan melalui pendidikan kewarganegaraan, pelatihan dasar kemiliteran, pengabdian sebagai prajurit TNI secara sukarela atau wajib dan pengabdian sesuai dengan profesi”.

”Jadi, bela negara itu wajib hukumnya. Mari kita jaga bangsa ini agar Indonesia maju,” tandas Togar Situmorang, yang meraih penghargaan Indonesia Most Leading Award 2019 dan terpilih sebagai The Most Leading Lawyer In Satisfactory Performance Of The Year itu.

Pengamat kebijakan publik ini menilai, saat ini negara sesungguhnya berada dalam krisis nasionalisme. Kondisi ini terjadi akibat peta politik yang tajam.

“Maka dari itu dalam momen Hari Bela Negara ke-71 ini, mari bersama-sama memperkuat NKRI, Pancasila, dan UUD 1945 dan menjaga Bhineka Tunggal Ika, sehingga hidup di bumi pertiwi Indonesia dapat menciptakan suasana rukun, damai, tenteram dalam masyarakat,” ajak Togar Situmorang

Advokat yang menerima penghargaan Best Winners – Indonesia Business Development Award 2019 ini juga mengajak seluruh masyarakat agar wajib memiliki sikap toleransi dengan menghormati hak dan kewajiban dalam segala hal. Sehingga di mana pun dan kapan pun itu, dapat bersikap baik, bertanggung jawab, rela berkorban untuk kepentingan nusa dan bangsa.

“Jika itu dilakukan, berarti kita telah menghormati jasa Pahlawan. Juga berani mengemukakan pendapat secara taat aturan hukum maupun menjaga serta melestarikan adat dan budaya asli itu merupakan bela negara,” tutur Ketua Komite Hukum RSU dr Moedjito Dwidjosiswojo Jombang, Jawa Timur ini.

“Kini sejarah bukan sekadar kata-kata, namun harus dimaknai lebih dari itu. Harus bahu – membahu mengisi kemerdekaan Indonesia yang telah ada. Selamat Hari Bela Negara yang ke-71,” pungkas Managing Partner Law Office Togar Situmorang & Associates yang beralamat di Jalan Tukad Citarum Nomor 5A Renon, Denpasar dan Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Kesiman, Denpasar ini. (KI4)

Check Also

Komnas HAM Panggil Pimpinan KPK dan BKN, Hendardi: Itu Mengada-ada

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memanggil pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *