Home / Peristiwa / Nasional / Gus Nuril Sebut Ada Kesalahpahaman Saat Pembubaran Aksi PGN

Gus Nuril Sebut Ada Kesalahpahaman Saat Pembubaran Aksi PGN

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Polisi membubarkan paksa aksi organisasi massa Patriot Garda Nusantara (PGN) Bali saat menghadang kegiatan doa bersama yang digelar oleh komunitas peduli Palestina dan Uighur di Hotel Princess, Kawasan Teuku Umar, Denpasar Barat, Rabu (25/12/2019).

Ketua Umum PGN Nuril Arifin Husein menyatakan bahwa pihaknya menyayangkan pembubaran tersebut. Ia menilai pembubaran yang dilakukan oleh pihak kepolisian merupakan kesalahpahaman, karena apa yang dilakukan oleh Ketua PGN Bali, Gus Yadi dan kawan-kawannya adalah untuk melawan radikal agar tidak tumbuh di Bali.

“Saya tahu siapa Haikal Hasan. Apa yang mereka lakukan itu dikemas dengan doa bersama untuk mengalihkan perhatian. Padahal mereka sedang melakukan penggalangan dana. Mengapa judulnya doa untuk negeri, tapi isinya untuk Uighur dan Palestina,” kata Gus Nuril dalam diskusi kebangsaan di Denpasar, Kamis (26/12/2019).

Menurut pria yang akrab disapa Gus Nuril ini, doa yang digelar oleh kelompok tersebut selain tak berizin juga melanggar banyak hal. Seperti UU Keuangan dan melanggar fungsi hotel sebagai tempat wisata.

“Solidaritas agama yang dikemas dalam doa untuk negeri ini untuk mengelabui polisi. Tapi doanya untuk Uighur dan Palestina. Ini seolah-olah mereka ini negara di dalam negara. Mengapa kami yang dibubarkan,” ucapnya.

Dikatakan, penyelesaian persoalan Uighur bukan tugas perorangan maupun kelompok-kelompok tertentu, melainkan tugas pemerintah karena berhubungan dengan negara lain.

Di tempat yang sama Ketua PGN Bali, Gus Yadi mengatakan, ia dan anggota PGN merasa apa yang dilakukan oleh panitia penyelenggara kurang tepat karena acara digelar bertepatan dengan perayaan Natal dan hari keagamaan umat Hindu di Bali.

“Kenapa mereka memaksa menggelar acara, apalagi dibungkus seolah-olah ini untuk doa untuk negeri. Padahal, di dalamnya untuk menggalang dana untuk Uighur dan Palestina,” tuturnya dalam diskusi yang juga dihadiri perwakilan Tirto Kahuripan, Romo Karim dan Gus Salam, Jaringan Hindu Nusantara Kanta Adnyana, Ketut Ismasya Bali Mula, dan Cipto dari Umat Nusantara.

Salah satu tokoh pemuda asal Bali, I Ketut Putra Ismaya Jaya menyatakan sangat mengapresiasi apa yang dilakukan PGN, karena demi menjaga Pulau Bali dari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Saya hanya minta kalau ada kegiatan serupa oleh PGN, kami dikasih tau. Kami sebagai masyarakat Bali tentunya siap membela tanah kami, meski taruhannya nyawa,” tegasnya.

Senada, Ketua Forum Peduli NKRI (FP-NKRI) Bima Moka Jatmika menjelaskan, FP-NKRI berkumpul bersama PGN dan organisasi kemasyarakatan di Bali siap menjaga tanah Pulau Dewata dari paham kelompok radikal.

“Bali sudah hidup damai, rukun dan aman. Kita tidak ingin kelompok-kelompok yang mengatasnamakan atau berkedok agama mengganggu ketenangan masyarakat Bali. Kami siap menjaga tanah Bali, karena Bali bagian dari NKRI,” ucapnya. (KI6)

Check Also

Raffi Ahmad Pesta Usai Suntik Vaksin, Togar Situmorang: Bisa Jadi Bumerang Bagi Pemerintah

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Raffi Ahmad mendapat kesempatan disuntik vaksin Covid-19 perdana tanggal 13 Januari 2021 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *