Home / Hukum / Gugatan Harta Gono-Gini Mantan Suami Jenita Janet, Ini Pandangan Togar Situmorang
Advokat senior Togar Situmorang, SH, MH, MAP. (istimewa)

Gugatan Harta Gono-Gini Mantan Suami Jenita Janet, Ini Pandangan Togar Situmorang

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Penyanyi dangdut Jenita Janet menikah dengan Alif Hedi Nurmaulid pada tahun 2010 silam. Setelah 10 tahun menikah, rumah tangga Jenita Janet dan Alif gagal dipertahankan. Keduanya pun resmi bercerai pada Mei 2020.

Setelah resmi cerai, masih ada persoalan yang dihadapi Jenita Janet. Sebab mantan suami pedangdut kelahiran 1 Juli 1987 itu, melakukan gugatan terkait harta gono-gini.

Dalam gugatannya, Alief Hedy Nurmaulid meminta tiga aset kepada Jenita Janet, yang diklaim sebagai harta bersama selama 10 tahun menikah. Harta dimaksud berupa Motor Harley Davidson, Mobil Honda Civic, dan sebuah rumah di Jalan Raya Melati, Jatirahayu, Bekasi, Jawa Barat.

Menurut Marloncius Sihaloho, kuasa hukum Alief, sebenarnya kliennya ingin membicarakan masalah harta gono-gini dengan Jenita Janet secara kekeluargaan dalam proses mediasi atau perdamaian.

“Alief hanya meminta tiga aset harta bersama. Kalau rumah itu statusnya masih kredit, Mas Alif melanjutkan cicilan rumah tersebut,” jelas Marloncius, dalam keterangannya terkait gugatan kliennya tersebut.

Sejauh ini, menurut Marloncius, dari tiga aset yang digugat oleh kilennya kepada Jenita Janet, hanya ada satu aset yang ada di tangan Alief yakni Motor Harley Davidson. Sementara Mobil Civic dan rumah masih di tangan Jenita Janet.

Jenita Janet. (istimewa)

Gugatan harta gono-gini mantan suami Jenita Janet ini, mendapat perhatian dari advokat senior Togar Situmorang, SH, MH, MAP. Apalagi, advokat yang dijuluki Panglima Hukum itu memang dikenal sangat ahli dalam kasus seperti ini.

Menurut Togar Situmorang, Pasal 35 UU Perkawinan membagi harta dalam perkawinan menjadi tiga macam. Pertama, harta bawaan.

“Harta bawaan adalah harta yang diperoleh suami atau istri dari sebelum perkawinan. Masing-masing mempunyai hak sepenuhnya untuk melakukan perbuatan hukum mengenai harta benda bawaannya,” papar Togar Situmorang.

Kedua, harta masing-masing suami atau istri yang diperoleh melalui warisan atau hadiah dalam perkawinan. Hak terhadap harta benda ini, demikian Togar Situmorang, sepenuhnya ada pada masing-masing suami atau istri.

BACA JUGA:   Law Firm Togar Situmorang Ucapkan Selamat Hari Kesaktian Pancasila

“Ketiga, harta bersama atau gono-gini, yaitu harta yang diperoleh selama perkawinan,” urai Founder dan CEO Law Firm Togar Situmorang yang beralamat di Jalan Tukad Citarum Nomor 5A Renon; Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22, Denpasar; Jalan Malboro Teuku Umar Barat Nomor 10, Denpasar; Gedung Piccadilly Room 1003-1004, Jalan Kemang Selatan Raya Nomor 99, Jakarta Selatan; serta Lantai Dasar Blok A Nomor 12 Srengseng Junction, Jalan Srengseng Raya Nomor 69 RT/RW 05/06, Jakarta Barat, ini.

Lalu, bagaimana pembagian harta gono-gini? Bagaimana juga mengajukan gugatan terkait harta gono-gini?

Menjawab pertanyaan ini, Togar Situmorang menegaskan, putusan perceraian tidak secara otomatis memutuskan atau menetapkan mengenai pembagian harta gono-gini dalam perkawinan. Pengajuan pembagian harta gono-gini dapat diajukan sesudah putusan perceraian memperoleh kekuatan hukum tetap.

“Bagi pasangan suami istri yang perkawinannya dicatat ke Kantor Catatan Sipil, maka gugatannya diajukan ke Pengadilan Negeri tempat tinggal Tergugat. Sedangkan bagi yang perkawinannya dicatat di Kantor Urusan Agama (KUA), maka gugatan diajukan ke Pengadilan Agama tempat tinggal istri,” jelas Togar Situmorang, yang juga pengamat kebijakan publik.

Pembagian harta gono-gini, imbuhnya, juga dapat dilakukan dengan cara membuat perjanjian kesepakatan bersama antara suami dan istri di hadapan Notaris. Notaris akan membantu perhitungan seluruh aset dalam perkawinan, meliputi proses-proses yang perlu dilakukan jika ada pemindahan aset dan lain sebagainya.

“Apabila tidak ada putusan atau penetapan mengenai pembagian harta gono-gini, maka setiap perbuatan hukum terhadap harta benda yang terdaftar atas nama salah satu pihak, harus mendapatkan persetujuan dari mantan suami/ istri. Tentu hal ini sangat menyulitkan Anda yang sudah bercerai, sehingga pembagian harta gono-gini setelah perceraian sudah menjadi kewajiban bagi suami istri yang sudah/akan bercerai,” pungkas Togar Situmorang. (KI-01)

Check Also

Dipermainkan Oknum Polisi dan Oknum Pengacara, IM Minta Bantuan Hukum Law Firm Togar Situmorang

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Law Firm Togar Situmorang terus mendapatkan kepercayaan masyarakat, khususnya para pencari keadilan. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *