Home / Nusantara / ‘Green Cherry Restaurant’, Restoran Fusion Mediterania Asia Pertama yang Dibuka Saat PPKM
Matheus SN Siagian (kanan). (istimewa)

‘Green Cherry Restaurant’, Restoran Fusion Mediterania Asia Pertama yang Dibuka Saat PPKM

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, membuat dunia usaha kelimpungan. Bahkan banyak pengusaha yang terpaksa mengambil kebijakan merumahkan sebagian karyawan, untuk sekadar bertahan. Ada pula di antaranya yang sulit bertahan hingga gulung tikar.

Menariknya, di tengah kondisi ini, ternyata masih ada juga pengusaha yang tetap survive. Salah satunya adalah pengusaha muda di Labuan Bajo, Matheus SN Siagian.

Bersama timnya, Matheus Siagian membuka Green Cherry Restaurant, restoran Fusion Mediterania Asia pertama di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Restoran yang terletak di pusat kota Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat ini rencananya akan dibuka Rabu 25 Agustus 2021 mendatang.

“Acara pembukaan akan kita lakukan secara terbatas, hanya dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, teman dan keluarga, serta sejumlah pengusaha lokal,” kata Matheus Siagian, di Labuan Bajo, Minggu 22 Agustus 2021.

Menurut dia, acara tersebut juga akan menjadi momen promosi kuliah siap kerja di Atlantis International College (AIC) Labuan Bajo. Matheus Siagian sendiri merupakan Direktur Atlantis International College.

“Sejumlah perwakilan peserta kuliah pariwisata AIC dan TJL terpilih untuk turut hadir dalam kegiatan pembukaan restoran ini, guna menunjukkan kebolehan mereka,” jelas Matheus Siagian.

Terkait Green Cherry Restaurant sendiri, didirikan atas kerja sama PT Hidup Manis Asia (PT HMA), pengusaha bidang kuliner yang telah lama dan memiliki banyak cabang di Jakarta, Surabaya, Bali, Singapura; bersama pengusaha yang sudah mendarah daging di Labuan Bajo Matheus Siagian.

Leonardo dari PT HMA, sangat ahli dalam berbagai kuliner Mediterania. Ia meyakini bahwa masakan Mediterania akan diterima dengan baik oleh masyarakat Labuan Bajo maupun turis yang akan datang.

PT HMA memberikan dukungan besar kepada Matheus Siagian, agar restoran tersebut dapat beroperasi dengan baik mulai dari design, renovasi, termasuk dengan memberikan pelatihan memasak kepada para calon juru masak restaurant.

Managemen juga telah diambil alih penuh guna memastikan bahwa standar kualitas mutu restoran akan menjadi yang terbaik di Labuan Bajo , berangkat dari pengalaman di puluhan cabang di seluruh Indonesia dan juga luar negeri.

PT HMA optimistis, Matheus Siagian dan tim tidak akan mengecewakan pecinta kuliner di Labuan Bajo dan akan membawa standar baru di dunia kuliner Manggarai Barat.

Restoran yang sebelumnya bernama Tree Top ini memilih nama “Green Cherry” sebagai keberlanjutan dari “Tree” (Pohon) yang akhirnya berbuah. Filosofinya, di tahun ke-11, pohon ini membuahkan “Cherry” green, karena masih muda. Buah yang baru tumbuh ini juga sebuah metafora banyak dahan – dahan berguguran, namun tunas baru akan terus tumbuh.

“Ini melambangkan, bagaimana kita bisa optimis, tetap semangat dan jangan menyerah menghadapi pandemi ini,” urai Matheus Siagian.

Keberadaan restoran ini juga nantinya akan menjadi salah satu tempat untuk melatih anak – anak muda Manggarai Barat sebelum bekerja, sehingga mereka siap meningkatkan mutu SDM destinasi wisata di Indonesia.

Pada pembukaan Green Cherry juga rencananya akan dimulai dengan acara adat Manggarai, yang dilanjutkan dengan live music. Ada juga sasando, untuk mengedepankan adat istiadat dan nuansa NTT.

“Merupakan sebuah rasa syukur yang luar biasa besar bagi saya untuk meresmikan restoran ini. Tim Green Cherry tanpa kenal lelah berupaya untuk memberikan yang terbaik agar restoran ini bisa beroprasi,” kata Matheus Siagian.

Matheus Siagian juga menyampaikan bahwa restoran tersebut juga dapat menjadi showcase kemampuan restoran dalam memberikan nilai tambah terhadap berbagai produk agrikultur lokal (agro processing) kepada masyarakat Manggarai Barat.

“Kami ingin memastikan bahwa keberadaan restoran ini akan berkontribusi pada perekonomian Manggarai Barat, khususnya dalam sektor penambahan nilai produk agrikultur, yang akan dilakukan restoran melalui pengolahan berbagai produk agrikultur dari lokal menjadi beragam kuliner khas Mediterania ,” ungkapnya.

Sejalan dengan itu, pihaknya juga akan fokus dalam hal peningkatan SDM. Untuk hal ini, sudah ada AIC yang pertama kali diselenggarakan AIC bersama TJL pada periode 2021-2022.

Baik AIC maupun TJL berharap, akan lebih banyak mahasiswa yang mendaftar di kampus ini. Dengan demikian, 3-4 tahun dari sekarang, Manggarai Barat akan memiliki tenaga pariwisata profesional yang berstandar internasional.

“Sejalan dengan pembukaan restoran ini, kami berharap dengan lebih banyaknya generasi muda dan juga keluarga – keluarga yang berdomisili di Labuan Bajo datang di pembukaan beberapa hari ke depan. Karena fokus kami sekarang adalah orang lokal,” ujar Matheus Siagian.

Selama satu minggu ke depan, Green Cherry akan memberikan banyak promosi spesial. Seperti saat sarapan ada gratis coffee/ espresso/ teh, saat makan siang atau malam ada gratis hidangan penutup, gratis cocktail dan mocktail.

“Kita juga berikan diskon besar – besaran 30% diskon untuk makanan dan diskon 15% untuk minuman,” urai Matheus Siagian, sembari berharap pemerintah mendorong agar semakin banyak generasi muda Manggarai Barat berusaha kuliner. (KI-40)

Check Also

Ajak Masyarakat Vaksin dan Jaga Imun, Togar Situmorang: Jangan Remehkan Virus Corona!

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Hampir dua tahun dunia dirundung bencana wabah virus corona. Virus yang berasal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *