Home / Politik / Golkar Bali: Kalau Bisa Nomor Satu, Kenapa Harus Nomor Dua?
Bendahara DPD Partai Golkar Provinsi Bali Komang Takuaki Banuartha. (kitaindonesia.com/san edison)

Golkar Bali: Kalau Bisa Nomor Satu, Kenapa Harus Nomor Dua?

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Bendahara DPD I Partai Golkar Provinsi Bali Komang Takuaki Banuartha memastikan bahwa segala kemungkinan bisa saja terjadi pada Pilkada Karangasem 2020 mendatang. Baik soal arah koalisi maupun figur yang diusung, menurut dia, semuanya masih cair.

“Soal Pilkada Karangasem, semua masih cair. Segala kemungkinan bisa saja terjadi. Tetapi kalau kita bisa nomor satu, kenapa harus nomor dua?” kata Banuartha, di sela-sela acara Seminar “Kawin Pade Gelahang” dalam rangka HUT ke-55 Partai Golkar, di Hotel Nirmala, Denpasar, Sabtu (23/11/2019).

Banuartha menyatakan hal itu, saat ditanya kemungkinan Partai Golkar mengusung Wayan Artha Dipa sebagai calon bupati Karangasem. Maklum, Artha Dipa yang juga Wakil Bupati Karangasem saat ini, telah sah menjadi kader Partai Golkar.

Menurut dia, pihaknya belum berani berspekulasi soal nama calon bupati. Sebab, komunitas politik dengan partai lainnya terus berjalan. Di sisi lain, pihaknya belum memulai tahapan Pilkada, karena masih menunggu hasil Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar, Desember 2019 mendatang.

“Kita belum bisa bicara terlalu jauh soal figur. Termasuk soal Pak Artha Dipa. Poinnya saat ini, Pak Artha Dipa kembali ke ‘rumah’. Itu dulu,” tutur Banuartha, yang pada kesempatan tersebut didampingi Artha Dipa dan Plt Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Karangasem Gusti Ngurah Setiawan.

Ia pun mengaku bersyukur, karena di tengah gonjang – ganjing internal Partai Golkar selama ini, cukup banyak tokoh yang justru ingin bergabung dengan ‘Beringin’. Selain Artha Dipa, tokoh lain yang juga telah resmi menjadi kader Partai Golkar adalah Made Subrata, yang tak lain adalah adik dari Bupati Bangli Made Gianyar.

Bagi Banuartha, ini merupakan prestasi tersendiri dalam kepemimpinan Plt Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali Gde Sumarjaya Linggih alias Demer. Sebab di saat ‘badai menghantam’ dan bahkan ancaman hengkang beberapa kader, tidak sedikit pula yang ‘kembali ke rumah’ dan atau bergabung dengan Partai Golkar.

“Di era Pak Demer, banyak tokoh merapat, termasuk yang ‘kembali ke rumah’. Seperti adik dari Bupati Bangli, sudah kembali. Sekarang ini Pak Artha Dipa. Ini membuktikan bahwa Partai Golkar terbuka bagi siapapun. Jangan kan ‘mantan’ (kader), yang baru ingin bergabung pun kita sangat terbuka,” pungkas Banuartha. (KI4

Check Also

Dugaan Politik Uang, AMMPD dan BASMI Desak Bawaslu Lampung Bersikap Tegas

Lampung (KitaIndonesia.Com) – Aliansi Mahasiswa Masyarakat Pemantau Demokrasi (AMMPD) Lampung bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *