Home / Politik / Giriasa Target Menang 92 Persen, KRBB Bantah Siapkan “Calon Boneka”
Keterangan : Politisi KRBB nampang bersama beberapa waktu lalu di Warung Mina, Dalung. (Istimewa)

Giriasa Target Menang 92 Persen, KRBB Bantah Siapkan “Calon Boneka”

Mangupura (KitaIndonesia.Com)– Jelang Pilkada 2020, dinamika politik Badung yang juga akan melaksanakan pemilihan kepala daerah masih terlihat adem ayem. Hingga saat ini partai politik yang memiliki perwakilan di DPRD Badung belum terlihat serius menyiapkan kandidat yang  akan bersaing dengan Paket calon Bupati I Nyoman Giri Prasta dan Wakil Bupati I Ketut Suiasa yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.  Melihat sepak terjang paket Giriasa dalam periode pertama memimpin Badung, kata kalah mustahil menghinggapi pasangan yang familiar dengan tagar Ikan Lele Ikan Mujair itu. Hitungan di atas kertas inilah yang menimbulkan kecurigaan kandidat atau lawan yang disiapkan Koalisi Rakyat Badung Bangkit (KRBB) adalah “calon boneka”.

Merespons dugaan tersebut Wakil Ketua KRBB I Wayan Puspa Negara menegaskan pihaknya tidak membuat boneka seperti zaman penjajahan. “Saat penjajahan kan ada negara boneka. Yang jelas apa yang bisa kita berikan atau partisipasi kita terhadap pembangunan di Badung, khususnya terkait politik. Saya pikir sangat aktual. Bukan boneka. Karena ini partisipasi aktif parpol di sektor politik. Intinya bagaimana KRBB bisa memberikan warna demokrasi di Kabupaten Badung. Coba bayangkan bila yang dilawan petahana adalah kotak kosong? Berarti legitimasi pemenang tidak kuat,” tandas politisi Golkar murah senyum itu.

Imbuh Puspa Negara KRBB bertujuan untuk mengedukasi masyarakat berkaitan dengan managemen pengelolaan APBD dan pemerintahan berdasarkan perspektif orang-orang yang konsen terhadap pembangunan di Badung. “KRBB hadir sebagai counterpart atau pengimbang. Kami punya keyakinan bisa berpartisipasi dalam hajatan Pilkada 2020. Kami juga yakin bisa memberi warna berbeda dalam pengelolaan pemerintahan. KRBB bukan pesanan petahana. KRBB hadir agar pesta demokrasi ini lebih bermakna,” tandasnya.

Terkait hitungan di atas kertas yang tidak menguntungkan KRBB, Puspa Negara menekankan tidak ada bahasa kalah dan menang bukan. “Bahasa KRBB adalah berjuang dengan perhitungan tentunya. Berjuang dengan analisa dan logika yang baik. Politik itu lebih pada upaya edukasi. Kami memberikan wadah bagi mereka yang mungkin sampai saat ini masih malu-malu kucing untuk maju,” jawabnya normatif.

Hal senada disampaikan Ketua DPD NasDem Badung I Putu Gede Suyantha. Dia berpandangan bahwa parpol wajib mengawal proses demokrasi. Bila petahana melawan kotak kosong di Pilkada 2020, itu berarti demokrasi di Badung telah mati. “Maka kami membuat wadah. Hal ini untuk menghindari kemungkinan kami disebut berkhianat pada rakyat. Siapa tahu ada tokoh yang memiliki kapasitas ingin bertarung melawan paket Giriasa. Masalah nanti ternyata KRBB tidak bisa menelorkan calon itu persoalan lain. Intinya tugas kami sebagai partai politik untuk memberikan ruang dan kesempatan berpartisipasi dalam Pilkada 2020,” tandas politisi asal Desa Cemagi itu.

Ke depan, NasDem Badung akan fokus melakukan checks and balances dalam pengambilan kebijakan di Bumi Keris Badung untuk menghindari pemusatan kekuasan yang dapat mengarah pada kesewenang-wenangan pihak eksekutif.

Sementara itu, Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra menekankan Pilkada Badung 2020 sebagai upaya pembinaan demokrasi terhadap masyarakat. Termasuk upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dan kesadaran bahwa siapapu yang menjadi pemenang merupakan kepala daerah; bukan kepala parpol. “Artinya kebijakan dalam pembangunan masyarakat di Badung berorientasi kepada seberapa jauh Sang Bupati mampu dan mau meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tandas anggota Komisi IV DPR RI Partai Golkar tersebut.

Gus Adhi menyebut peningkatan kesejahteraan dimaksud bisa diraih melalui pembinaan UMKM, peningkatan sarana dan prasarana penunjang pariwisata seperti transportasi plus sektor pertanian. “Sektor pertanian ini harus digiatkan di Badung. Dulu ada asparagus yang baik. Di mana sekarang asparagusnya? Mana sektor pertanian yang dikelola sebagai objek pariwisata dan mana sektor pertanian sebagai industri pertanian? Ini harus jelas. Kualitas, kontinuitas, dan kuantitas pertanian ini yang harus dibangun di Badung. Jangan hanya pameran pertanian setiap tahun, tapi yang penting bagaimana peningkatan pendapatan daerah bisa berasal dari pertanian. Ini harus konkrit. Siapapun yang terpilih nanti sebagai Bupati Badung harus memiliki langkah konkrit dalam upaya meningkatkan PAD Badung lewat perusahaan daerah. Jangan perusahaan daerah terus minta disuntik saja dari APBD!” terangnya. (KI6)

Check Also

Jaga Situasi Kamtibmas, 5 Calon Perbekel Desa Bungbungan Klungkung Lakukan Deklarasi Damai

Klungkung (KitaIndonesia.Com) – Deklarasi damai dilakukan 5 calon Kepala Desa Bungbungan yang akan mengikuti Pemilihan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *