Home / Nusantara / Gempa Bumi M7.4 Guncang Nusa Tenggara dan Sulawesi, Tujuh Korban Luka
Kerusakan bangunan warga di Selayar, Sulawesi Selatan, akibat guncangan gempa bumi dengan magnitudo 7.4. (istimewa)

Gempa Bumi M7.4 Guncang Nusa Tenggara dan Sulawesi, Tujuh Korban Luka

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Gempa bumi dengan magnitudo 7.4 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan, Maluku, dan Sulawesi Tenggara, Selasa 14 Desember 2021. Gempa bumi berpusat di 112 km barat laut Larantuka, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahkan mencatat adanya gempa bumi susulan (aftershock) hingga 120 kali. Dari total gempa bumi susulan tersebut, sebanyak 5 gempa bumi yang memiliki magnitudo di atas 5, masing-masing M5.6 pada Pukul 11.41 Wita, M5.5 pada Pukul 11.47 Wita, M5.0 pada Pukul 13.46 Wita, M5.4 pada Pukul 16.31 Wita, dan M5.2 pada pukul 16.57 Wita.

Sementara itu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Selasa malam, menerima data korban luka yang dilaporkan sebanyak 7 orang. Sebanyak 6 orang adalah warga Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, dan satu orang lainnya warga Kabupaten Manggarai, NTT.

“Belum ada laporan mengenai korban jiwa,” kata Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, PhD, melalui keterangan resmi BNPB.

Ia menambahkan, berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka, NTT, terdapat 770 orang yang mengungsi di daerah itu pasca gempa.

“Sebanyak 320 orang mengungsi di Kantor DPRD Kabupaten Sikka, 150 orang di Gedung SIC, dan 330 lainnya di Aula Rumah Jabatan Bupati Sikka,” urai Abdul Muhari.

Sementara itu, Kabupaten Kepulauan Selayar di Provinsi Sulawesi Selatan, masih menjadi wilayah yang paling banyak melaporkan kerusakan bangunan rumah akibat terdampak gempa bumi M7,4 ini.

Data yang dihimpun Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BNPB, kerusakan rumah yang sudah terdata sebanyak 346 unit.

“Ada 134 rumah mengalami rusak berat, dan 212 lainnya rusak ringan. Selain itu ada tiga unit gedung sekolah, dua tempat ibadah, satu rumah jabatan kepala desa dan satu pelabuhan rakyat juga terdampak gempa bumi yang berpusat di 7.59 LS dan 122.24 BT ini,” urai Abdul Muhari.

Dari keseluruhan data akumulasi sementara, gempabumi M7.4 ini telah dirasakan dan berdampak pada sembilan kabupaten di Provinsi NTT, tiga kabupaten/ kota di Provinsi Sulawesi Selatan, dan enam kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Adapun rincian wilayah tersebut meliputi Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Sikka, Kabupaten Lembata, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Ende dan Kabupaten Ngada di Provinsi NTT.

Kemudian Kabupaten Kepulauan Selayar, Kabupaten Bulukumba dan Kota Makassar di Provinsi Sulawesi Selatan. Selanjutnya Kabupaten Muna, Kabupaten Buton, Kabupaten Buton Utara, Kabupaten Baubau, Kabupaten Buton Selatan dan Kabupaten Wakatobi di Provinsi Sulawesi Tenggara. (KI-01)

Check Also

Jaga Kondusifitas Jelang Pemilu, Demokrat Siap Bersinergi dengan Polda Bali

KitaIndonesia.Com – DPD Partai Demokrat Provinsi Bali menegaskan komitmennya untuk menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *