Home / Nusantara / Gedung Pertemuan Dilarang Terima Pesanan, Jam Operasional Pusat Perbelanjaan Dibatasi
Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai. (istimewa)

Gedung Pertemuan Dilarang Terima Pesanan, Jam Operasional Pusat Perbelanjaan Dibatasi

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 434/ 572/ DKIS/ 2020 Tentang Jam Operasional Tempat Hiburan, Pusat Perbelanjaan/ Mall, Mall Retail, Pasar Modern, Pasar Rakyat/ Pasar Tradisional, Pusat Kuliner, Gedung Pertemuan dan Hotel. SE ini diterbitkan sebagai bagian dari upaya Pemkot Denpasar untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19.

“Mempertimbangkan penyebaran Covid-19 supaya tidak semakin meluas, serta ditetapkannya Covid-19 sebagai pandemi global oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), maka Pemkot Denpasar terus mengambil berbagai kebijakan, termasuk adanya Surat Edaran Wali Kota Denpasar ini,” kata Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, saat dikonfirmasi di Denpasar, Jumat (27/3/2020).

Menurut dia, SE ini mengatur beberapa hal. Seperti pengaturan jam operasional Pusat Perbelanjaan atau Mall, Retail, Pasar Modern, Pasar Rakyat atau Pasar Tradisional, Toko Modern yang dibatasi sampai Pukul 21.00 Wita dan menerapkan physical distancing.

Selain itu, gedung pertemuan dan hotel tidak diperbolehkan menerima pesanan atau menyelenggarakan kegiatan yang bersifat mengumpulkan orang banyak dan untuk tetap menerapkan pembatasan jarak antar individu secara disiplin.

“Sementara untuk tempat hiburan seperti bioskop, karaoke, Bar dan diskotik diminta agar ditutup sampai keadaan membaik,” jelas Dewa Rai.

Dikatakan, semua ini dilaksanakan dengan penerapan social dan physical distancing secara ketat di berbagai sektor, khususnya yang identik dengan keramaian dan kerumunan massa. Dengan demikianlah, upaya tersebut diharapkan mampu memutus mata rantai penyebaran virus corona.

“Kami secara berkelanjutan terus menginventarisasi beragam upaya pencegahan penyebaran serta memutus mata rantai virus corona di Bali, khususnya Kota Denpasar,” ujar Dewa Rai.

“Ayo bersama-sama memutus rantai penyebaran virus corona ini, dengan selalu menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) serta mematuhi arahan pemerintah untuk tidak ke luar rumah, lindungi diri dan lindungi sesama,” pungkas pejabat berkumis asal Klungkung itu. (KI4)

Check Also

Ajak Masyarakat Vaksin dan Jaga Imun, Togar Situmorang: Jangan Remehkan Virus Corona!

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Hampir dua tahun dunia dirundung bencana wabah virus corona. Virus yang berasal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *