Home / Ekonomi / Gandeng IWP dan ADUPI, Le Minerale Gagas Gerakan Ekonomi Sirkular Pulau Komodo

Gandeng IWP dan ADUPI, Le Minerale Gagas Gerakan Ekonomi Sirkular Pulau Komodo

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Perusahan air minum dalam kemasan (AMDK) Le Minerale, menggagas Gerakan Ekonomi Sirkular Pulau Komodo. Program ini dihadirkan dalam rangka untuk mengatasi sampah plastik di Pulau Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Untuk menyukseskan program tersebut, Le Minerale bekerja sama dengan Indonesia Waste Program (IWP) dan Asosiasi Daur Ulang Indonesia (ADUPI). IWP bertugas melakukan edukasi kepada masyarakat Pulau Komodo, serta mengumpulkan dan memilah sampah plastik. Adapun ADUPI berperan dalam pengolahan sampah plastik menjadi produk baru yang bernilai ekonomi tinggi.

Demikian keterangan resmi Le Minerale, yang diterima kitaindonesia.com di Labuan Bajo, Kamis (8/10/2020). Harapan besarnya, dengan kerja sama ini permasalahan sampah plastik di Pulau Komodo mendapat solusi terbaik dan masyarakat pun mendapat nilai tambah.

Gerakan ini mendapat apresiasi dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya. Ia mendukung penuh partisipasi para penggagas konversi sampah menjadi material yang memiliki manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungannya.

Pemerintah, menurut Siti Nurbaya, menghargai setinggi-tingginya mereka yang menggerakkan sebanyak mungkin orang untuk mengurai sampah menjadi salah satu mata rantai dari konsep ekonomi sirkulasi.

“Pemerintah akan selalu mendukung semua pihak penyelenggara ekonomi sirkulasi dari sampah ini, terutama sampah plastik, yang sering dituding sebagai material pencemar lingkungan. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengucapkan terimakasih, khususnya untuk PT Tirta Fresindo Jaya yang tidak hanya berproduksi dengan menggunakan bahan plastik, namun juga berinovasi memperlihatkan rasa tanggung jawabnya dengan beragam inisiatif, khususnya tentang pengelolaan serta pemanfaatan sampah plastik,”
kata Siti Nurbaya, sebagaimana dikutip dalam keterangan tertulis tersebut.

Sementara itu Ronald Atmadja, Sustainability Director PT Tirta Fresindo Jaya mengatakan, Le Minerale memiliki komitmen tinggi mendukung upaya pemerintah dan ingin berkontribusi sebesar-besarnya mengelola sampah plastik.

“Saat ini kami sedang menyusun road map sustainability plastik. Mulai dari bahan baku sampai sampah akan dikelola dengan baik dan mendukung kelestarian lingkungan. Botol dan galon Le Minerale terbuat dari plastik PET yang dapat didaur ulang dan tidak mencemari lingkungan. Le Minerale bersama KLHK sedang intens menjalin kerja sama untuk bergerak bersama,” jelas Ronald Atmaja.

Sementara ADUPI, menyoroti paradigma masyarakat yang seringkali kurang tepat. Plastik PET seperti yang digunakan pada botol dan galon sekali pakai adalah bahan yang paling ramah lingkungan jika dibandingkan dengan jenis plastik lainnya, karena paling mudah didaur ulang.

Sampah plastik PET harus dilihat dan diperlakukan sebagai bahan baku, bukan sebagai sampah yang tidak bernilai. Industri daur ulang memerlukan sampah plastik dalam jumlah besar, terutama jenis PET dengan kode 1 seperti yang dipakai botol dan galon sekali pakai.

Karena harganya mahal, sampah plastik PET menjadi rebutan para pemulung dan sulit ditemukan di tempat pembuangan akhir.

“Plastik jenis PET seperti yang dipakai botol dan galon Le Minerale paling mahal harganya dan paling bernilai untuk didaur ulang. Hasilnya adalah barang-barang komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti polyester, dacron sintetis, geotextile, bantal, baju winter, kancing. Plastik PET dapat didaur ulang hingga 50 kali dan menghemat bahan baku produksi. Tren permintaan ekspornya terus naik,” beber Christine Halim, Ketua Umum ADUPI.

“Karena itu, kami menghimbau masyarakat melakukan pemilahan sampah dari rumah, bekerja sama dengan bank sampah atau petugas pemilahan sampah, agar plastik tersebut menjadi sumber ekonomi berkelanjutan,” imbuhnya.

Sementara koordinator IWP, Ica Marta Muslin menyatakan pihaknya bersama masyarakat Pulau Komodo mengucapkan terima kasih atas dukungan Le Minerale pada Gerakan Ekonomi Sirkular Pulau Komodo.

“Kami optimistis dapat melindungi aset pariwisata kami sekaligus mendapatkan tambahan finansial dari pengelolaan sampah,” pungkas Ica Marta. (KI-Itho Umar)

Check Also

Nyoman Parta Soroti Kelangkaan Kontainer di Tengah Pandemi Covid-19

Jakarta (KitaIndonesia.Com) -Anggota Komisi VI DPR RI I Nyoman Parta menyoroti kelangkaan kontainer atau container …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *