Home / Hukum / Gaduh “Tukang Obat” Vs “Lonte Oplosan”, Togar Situmorang: Jangan Main Intimidasi!
Advokat senior Togar Situmorang dan artis Nikita Mirzani. (istimewa)

Gaduh “Tukang Obat” Vs “Lonte Oplosan”, Togar Situmorang: Jangan Main Intimidasi!

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Artis Nikita Mirzani, lagi-lagi bikin heboh. Hal itu dipicu ucapannya sebagaimana dilansir akun gosip Instagram, yang mengomentari Habib Rizieq Syihab.

Dalam rekaman singkat itu, Nikita Mirzani rupanya mengeluhkan ramainya orang yang menjemput Habib Rizieq Syihab. Artis yang suka ceplas – ceplos ini bahkan menyebut habib adalah tukang obat.

Bukan tanpa alasan ia melontarkan hal itu. Ucapan tersebut merupakan respons Nikita Mirzani soal keramaian saat penjemputan Habib Rizieq Syihab di Bandara Soekarno-Hatta, yang baru datang dari Arab Saudi beberapa hari lalu.

Melihat pernyataan Nikita Mirzani ini, seseorang bernama Ustadz Maaher melalui tayangan video mengancam akan mengerahkan 800 Laskar Pembela Ulama apabila Nikita Mirzani tak segera meminta maaf secara terbuka kepada Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab. Nikita juga dicapnya sebagai babi betina, lonte oplosan penjual selangkangan.

Gaduh “Tukang Obat” versus “Lonte Oplosan” ini mendapat perhatian khusus dari Advokat dan Pengamat Kebijakan Publik Togar Situmorang, SH, MH, MAP, CLA. Ia menilai, pernyataan Ustadz Maaher tersebut tidak pantas.

“Tidak pantas karena justru itu dilontarkan oleh tokoh agama,” kata Founder dan CEO Firma Hukum di Law Firm Togar Situmorang Jalam Tukad Citarum Nomor 5A Renon, Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Denpasar, Jalan Malboro Teuku Umar Barat Nomor 10 Denpasar, Gedung Piccadilly Room 1003-1004 Jalan Kemang Selatan Raya Nomor 99 Jakarta, Lantai Dasar Blok A Nomor 12 Srengseng Junction Jalan Srengseng Raya Nomor 69 Jakarta Barat, serta Jalan Trans Kalimantan Nomor 3-4 Sungai Ambawang – Pontianak, Kalimantan Barat ini.

Sementara terkait lantaran “Tukang Obat” yang dikeluarkan Nikita Mirzani, disebut Togar Situmorang hanyalah sebuah istilah. Dan kata-kata itu tidak sepadan dengan ucapan “lonte dan penjual selangkangan”.

“Kata lonte San penjual selangkangan itu sangat kasar dan sebuah penghinaan serta pencemaran nama baik,” tandas Togar Situmorang, yang juga pengamat kebijakan publik ini.

Ia pun mencontohkan kasus yang pernah ditangani oleh Law Firm Togar Situmorang, dimana klien ditetapkan menjadi Tersangka hanya karena men-tag seseorang di media sosial.

“Bayangkan hanya karena men-tag nama seseorang dengan kata ‘Monyet’ saja bisa ditetapkan menjadi Tersangka, apalagi dengan hal ini?” ujar Togar Situmorang, sembari mengaku bahwa pihaknya juga melaporkan seseorang dan oknum pengacara terkait pencemaran nama baik dan fitnah.

Pengacara kondang kelahiran Jakarta berdarah Batak itu pun mendorong Nikita Mirzani untuk melaporkan hal ini ke pihak kepolisian. Apalagi ada dugaan unsur intimidasi dalam kasus ini.

“Lapor ke polisi merupakan saluran hukum yang bisa ditempuh oleh Nikita Mirzani. Apalagi ada intimidasi dan pengancaman. Kami mendorong negara harus hadir untuk melindungi warganya sebagaimana amanat undang-undang,” tegas Togar Situmorang.

Ia menambahkan, ucapan yang dilontarkan oleh seorang yang diduga Ustadz Maaher, yang mengatakan artis Nikita Mirzani sebagai ‘lonte oplosan’ memenuhi unsur pidana.

“Dalam hal ini, saya tidak mengomentari status Maaher sebagai Ustadz atau tidak. Namun, apa yang dikatakan orang tersebut itu kepada Nikita Mirzani tidak layak. Kita hidup dalam negara hukum dan memiliki hak yang sama di hadapan hukum (equality before the law). Mari kita jaga mulut dalam berucap, jangan agama dijadikan tameng untuk bisa menghina atau merendahkan orang lain,” pungkas Togar Situmorang. (KI-01)

Check Also

Janda Jadi Tersangka Perebutan Lahan, Togar Situmorang: Ada Dugaan Praktik Nominee

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Kasus dugaan tindak pidana penganiyaan terjadi di sebuah lokasi proyek bangunan di …

One comment

  1. Di ngara Indonesia tidak ada warga negara yg kebal hukum dan semua orang memuliki kedudukan yg sama dimata hukum. Kasus org mengancam, menghina dg kata yg kasar dan membuat prasaan tdk enak / pencemaran nama baik …. akan kena pasal UU Pidana. Laporkan saja ke Polisi.. kenapa takut ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *