Home / Hukum / Gaduh Kasus Pamela Damayanti, Togar Situmorang: Hormati Azas Praduga Tak Bersalah

Gaduh Kasus Pamela Damayanti, Togar Situmorang: Hormati Azas Praduga Tak Bersalah

KitaIndonesia.Com – Pamela Damayanti Panjaitan, rupanya mulai gerah dengan ramainya pemberitaan terkait dugaan pencemaran nama baik di media sosial, yang telah dilaporkan ke Polsek Kotamobagu.

Pengusaha tambang ini bahkan berencana melaporkan beberapa media ke Dewan Pers, karena ada dugaan kuat media-media tersebut menggiring opini yang cenderung merugikan dirinya.

Terkait kasus yang dialami Pamela Damayanti Panjaitan ini, advokat senior yang juga pengamat kebijakan publik Dr Togar Situmorang, SH, MH, MAP, CMed, CLA, akhirnya buka suara.

Ia menilai, dalam kasus Pamela Damayanti Panjaitan, semua pihak semestinya menghormati azas presumption of innocence atau praduga tak bersalah.

“Jangan malah sebaliknya, membuat peradilan sesat di media, bahkan menyuruh aparat hukum untuk menangkap. Itu sama saja melecehkan pihak Kepolisian Republik Indonesia. Dan ini wajib diklarifikasi, ada apa gencar sekali memuat sesuatu berita yang sangat tendesius,” tandas Togar Situmorang, di Denpasar, Rabu 18 Mei 2022.

Dalam proses pidana, lanjut dia, azas praduga tidak bersalah wajib dihormati. Dan sebelum ada putusan Pengadilan yang menyatakan kesalahannya, maka wajib dihormati hak-haknya.

“Itu diatur dalam KUHAP Pasal 8 ayat 1 butir ketiga huruf c dan t Nomor 48 Tahun 2009 Tentang Kekuasaan Kehakiman,” beber Togar Situmorang.

Ia menambahkan, dalam ketentuan Pasal 45 ayat 3 Jo Pasal 27 ayat 3 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, juga sudah diatur secara jelas terkait hal sebagaimana dialami Pamela Damayanti Panjaitan.

“Jelas tidak bisa ditahan oleh penyidik, penuntut umum juga Hakim. Dalam hal ini, wajib diminta juga keterangan saksi ahli, baik itu ahli pidana maupun ahli bahasa untuk menemukan niat atau maksud agar menjadi terang,” ucapnya.

Togar Situmorang menegaskan, dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik dalam akun Facebook, tidak mudah disimpulkan hanya dalam bentuk tulisan saja. Sebab penyidik wajib membuktikan, apa betul hal itu dibuat yang bersangkutan atau ada niat melawan hukum serta sudah banyak referensi putusan pengadilan yang akhirnya membebaskan Terdakwa dari segala tuntutan.

“Dan kalaupun dipidana, itu hanya dibuat hukuman percobaan. Karena dalam hal tulisan di Facebook tersebut, wajib ditemukan mens rea dan itu tidak gampang. Tulisan nama juga wajib lengkap sesuai identitas korban serta ada peran ahli pidana juga bahasa. Jadi lumayan memeras anggaran pihak penegak hukum dalam permasalahan dugaan pencemaran nama baik di Facebook,” tutup pemilik Law Firm Togar Situmorang ini.

Sebelumnya, Pamela Damayanti Panjaitan yang mulai gerah dengan pemberitaan, mengancam akan melaporkan beberapa media ke Dewan Pers, karena ada dugaan kuat media-media tersebut menggiring opini yang cenderung merugikan dirinya.

“Saya ini bukan koruptor, bukan maling, bukan juga bandar narkoba, yang harus di-DPO,” kata Pamela Damayanti Panjaitan, saat dikonfirmasi wartawan melalui saluran telepon, Selasa 17 Mei 2022.

“Saya tidak tahu masalah apa yang dikaitkan dengan saya, karena sebenarnya yang dilaporkan bukan saya. Kalau dibaca, yang dilaporkan itu akun Facebook, jadi mereka harus konfirmasi ke Facebook atau Google bukan saya,” imbuhnya.

Pamela Damayanti Panjaitan mengaku sudah mengkonfirmasi media yang menulis, dan ternyata tidak terdaftar di Dewan Pers.

“Makanya nanti saya mau bikin laporan balik untuk media media itu. Poinya, saya komunikasi baik dengan polisi. Saya juga rencananya dalam waktu dekat saya layangkan aduan ke Dewan Pers,” tandasnya. (KI-01)

Check Also

Polsek Denbar Jaga Kamtibmas

Denpasar – Kita Indonesia, Sebagai upaya mencegah kejahatan jalanan diakhiri pekan khususnya dimalam Minggu adalah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *