Home / Peristiwa / Nasional / Gaduh Helena Lim Terima Vaksin Covid-19, Togar Situmorang: Wajar Jika Publik Curiga
Advokat senior Togar Situmorang, SH, CMed, MH, MAP, CLA. (istimewa)

Gaduh Helena Lim Terima Vaksin Covid-19, Togar Situmorang: Wajar Jika Publik Curiga

Denpasar (KitaIndonesia.Com)Sosok Helena Lim, kembali menjadi sorotan publik. Maklum, sosialita kaya raya yang mendapat sebutan Crazy Rich PIK ini justru telah menerima vaksin Covid-19 meski dirinya bukan seorang tenag kesehatan.

Helena Lim membagikan momen ketika dirinya tengah mengantre untuk mendapatkan vaksin Covid-19 di Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Perempuan yang dikenal tajir itu juga memamerkan kartu vaksinasi dan proses penyuntikan vaksin di lengannya.

Postingan ini pun menuai reaksi hingga kecurigaan publik. Maklum, Helena Lim bukan bagian dari tenaga kesehatan yang harus mendapat prioritas divaksin.

Postingan Helena Lim ini memang tidak salah. Menerima vaksin juga tidak ada salahnya. Namun yang menjadi persoalan adalah Helena Lim bukan tenaga kesehatan atau pelayan publik, yang harus diprioritaskan mendapatkan vaksin,” kata advokat senior yang juga pengamat kebijakan publik Togar Situmorang, SH, CMed, MH, MAP, CLA, di Denpasar, Kamis (11/2/2021).

“Mengapa Helena Lim bisa mendapat vaksin lebih dahulu? Sebab yang seharusnya mendapat duluan adalah tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam menangani Covid-19 ini,” imbuhnya.

Ia menambahkan, fakta menunjukkan bahaa Helena Lim telah mendapatkan vaksin. Fakta lainnya, ia bukan tenaga kesehatan.

“Tentunya menimbulkan tanda tanya, mengapa Helena yang warga sipil dan bukan petugas kesehatan bisa lebih dulu mendapatkan vaksin? Apakah ini berarti ada ‘sesuatu’ dalam pendistribusian vaksin dari pemerintah?” tanya advokat yang dijuluki Panglima Hukum ini.

Atas hal ini, lanjut Togar Situmorang, perlu adanya verifikasi dan klarifikasi dari instansi terkait. Harus dijelaskan kepada masyarakat, apa sebenarnya yang terjadi.

“Biar tidak sembarangan bisa mempermainkan, jangan baru punya uang bisa berprilaku seenaknya,” tegas advokat kelahiran Jakarta berdarah Batak ini.

Diketahui, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 84 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19, terdapat kelompok prioritas penerima vaksin.

Prioritas pertama adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan, TNI/ Polri, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya.

Prioritas kedua adalah tokoh masyarakat atau agama, pelaku perekonomian strategis, perangkat daerah kecamatan, perangkat desa, dan perangkat rukun tetangga/ rukun warga.

Selanjutnya prioritas ketiga adalah guru atau tenaga pendidik dari PAUD/ TK, SD, SMP, SMA, atau setingkat/ sederajat, dan perguruan tinggi.

Sedangkan prioritas keempat adalah aparatur kementerian/ lembaga, aparatur organisasi perangkat pemerintah daerah, dan anggota legislatif.

Terakhir prioritas kelima adalah masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi, serta masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya.

“Jika melihat Helena Lim ini, kita tidak mau berspekulasi. Tetapi kita harap bahwa program pemerintah terkait penyuntikan vaksin ini jangan disalahgunakan dan diselewengkan,” tandas CEO & Founder Law Firm Togar Situmorang yang berkantor pusat di Jalan Tukad Citarum Nomor 5A, Renon, Denpasar; serta kantor cabang masing-masing di Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Denpasar Timur; Jalan Malboro Teuku Umar Barat Nomor 10, Denpasar Barat; Gedung Piccadilly Jalan Kemang Selatan Raya 99, Jakarta Selatan; Jalan Trans Kalimantan Nomor 3-4, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat; serta Jalan Duku Blok Musholla Baitunnur Nomor 160 RT/ RW 007/ 001 Desa Budur, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat itu. (KI-01)

Check Also

PON Papua, Togar Situmorang: Perkuat Fungsi Intelijen Antisipasi Ancaman KKB

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Pekan Olahraga Nasional (PON) XX akan berlangsung di Papua, tanggal 2 sampai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *