Home / Hukum / Gaduh Dugaan Surat Kuasa Palsu di PN Bandung, Law Firm Togar Situmorang Tempuh Langkah Hukum
Advokat Dr Togar Situmorang, SH, MH, MAP, CMed, CLA dan Advokat Darius Situmorang, SH. (istimewa)

Gaduh Dugaan Surat Kuasa Palsu di PN Bandung, Law Firm Togar Situmorang Tempuh Langkah Hukum

Bandung (KitaIndonesia.Com) – Sidang perkara perdata Nomor 45/ Pdt.G/ e-Court/ 2020 PN.Bdg, kembali dilanjutkan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Kamis 7 Oktober 2021. Sidang turut dihadiri Advokat Darius Situmorang, SH, dari Law Firm Togar Situmorang, selaku kuasa hukum dari Tergugat 1 Robert Vederengko L Gaol.

Namun sidang yang berlangsung di Ruang V PN Bandung itu baru dimulai, muncul kegaduhan. Pemicunya, dari tempat pengunjung sidang, ada pengacara yang mengaku hadir sebagai kuasa hukum dari pihak Tergugat 1.

Kegaduhan berlanjut, ketika para pengacara tersebut menggunakan Surat Kuasa dari seseorang yang diduga bernama PM Panjaitan, yang menunjuk kuasa hukum dari Kantor RY dengan para advokat masing-masing tertulis atas nama RY dan RR. Keduanya juga ikut menandatangani dalam Surat Kuasa dimaksud.

Dalam Surat Kuasa dari Kantor Hukum RY yang sudah dileges resmi pada PN Bandung tertanggal 4 Oktober 2021 tersebut, Pemberi Kuasa tertulis Robert Vederengko L Gaol. Namun ada kejanggalan, karena tanda tangan yang terbubuhkan tidak sama dengan Surat Kuasa dari Pemberi Kuasa yang sama dalam Surat Kuasa Nomor 014/ TS-JKT/ SK/ XI/ 2020 kepada Law Firm Togar Situmorang.

Advokat Darius Situmorang pun melihat ini sebagai kejanggalan yang perlu diusut. Apalagi perbuatan ini tidak saja tindak pidana kriminal berupa dugaan pemalsuan Surat Kuasa, namun juga dugaan perbuatan penghinaan di dalam persidangan.

“Kami melihat ini suatu perbuatan kriminal. Dan untuk menjaga marwah sebagai advokat serta agar bisa terungkap dugaan pemalsuan ini, kami telah mendatangi Direskrimum Polda Jawa Barat (Jabar) untuk membuat Dumas atas dugaan tindak pidana pemalsuan surat Pasal 263 ayat (1) KUHP dan Pasal 317 ayat (1) KUHP tentang penghinaan yang terjadi di dalam persidangan di Pengadilan Negeri Bandung saat menjalankan profesi terhormat,” jelas Darius Situmorang, kepada wartawan, Jumat 8 Agustus 2021.

Ia sendiri sangat menyayangkan kejadian tersebut. Sebab peristiwa tersebut jelas mencoreng profesi advokat dalam menjalankan tugas di Pengadilan.

“Kami berharap, proses penegakan hukum di Polda Jawa Barat dapat berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku tanpa pandang bulu. Apalagi ada dugaan penggunaan Surat Kuasa Palsu dalam persidangan serta Pemberitahuan Palsu secara tertulis tentang seseorang, sehingga kehormatan atau nama baiknya terserang di hadapan Majelis Hakim Terhormat yang dipimpin Ibu Sunarti, SH,” tandas Darius Situmorang.

Hal tak jauh berbeda disampaikan Advokat Dr Togar Situmorang, SH, MH, MAP, CMed, CLA. Selain menempuh jalur hukum, kata dia, pihaknya juga akan melaporkan para advokat dari Kantor Hukum RY kepada induk organisasi mereka.

“Sepintas informasi yang didapat, diduga mereka dalam naungan organisasi advokat. Jadi kita akan laporkan, agar dapat dinilai apakah ada pelanggaran Kode Etik yang telah mereka lakukan. Yang jelas, apa yang dipertontonkan mereka yang telah diadukan ke Polda Jawa Barat saat persidangan Kamis, 7 Oktober 2021, tersebut kepada masyarakat Indonesia sudah mencoreng citra advokat dan institusi peradilan,” tegas Togar Situmorang.

Ia menambahkan, seyogyanya seorang advokat lebih teliti dalam menerima Surat Kuasa. Sebelum meregistrasi secara resmi di Pengadilan untuk menjalankan tugas sebagai Penerima Kuasa, advokat tidak asal menerima Surat Kuasa.

“Karena Advokat itu profesi mulia, harus mencontohkan dan mencerminkan sikap akedemis serta bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat, bukan dengan cara melanggar aturan serta tidak menutup kemungkinan terkena pasal pidana yang ancaman hukumannya atas Pasal 263 tersebut enam tahun dan untuk Pasal 317 ancaman empat tahun penjara,” tutur Togar Situmorang.

Ia juga berharap, Polda Jawa Barat mengusut tuntas penegakan hukum terkait kasus ini. Ia meminta proses hukum atas kasus ini dilanjutkan sampai di persidangan.

“Kami minta agar diusut tuntas, agar tidak ada lagi oknum yang menggunakan Surat Kuasa namun isinya palsu dan telah menyampaikan sesuatu yang menyerang kehormatan seorang apalagi advokat dalam persidangan,” pungkas Pemilik Law Firm Togar Situmorang yang berkantor di Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Denpasar Timur; Jalan Kemang Selatan Raya Nomor 99, Gedung Piccadilly, Jakarta; Jalan Terusan Jakarta Nomor 181, Ruko Harmoni, Kav 18, Antipani Kota Bandung; serta Jalan Raya Gumecik Gg Melati Banjar Gumecik Nomor 8, By Pass Prof IB Mantra, Ketewel, Bali ini. (KI-01)

Check Also

Kriminalisasi Petani Kopsa-M, SETARA Institute: Ujian Lanjutan Visi Presisi Polri

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Wakil Ketua SETARA Institute Bonar Tigor Naipospos, mengatakan, visi Presisi Polri tengah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *