Home / Hukum / Gaduh Dugaan Pelecehan Agama Hindu, Togar Situmorang: Demi Keadilan, Hukum Harus Tetap Ditegakkan
Pengamat kebijakan publik yang juga advokat senior Togar Situmorang, SH, MH, MAP, CMed, CLA. (istimewa)

Gaduh Dugaan Pelecehan Agama Hindu, Togar Situmorang: Demi Keadilan, Hukum Harus Tetap Ditegakkan

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Beberapa hari terakhir, umat Hindu meradang. Hal itu dipicu ceramah Desak Made Darmawati, yang diduga memuat ujaran kebencian serta pelecehan terhadap agama Hindu.

Di tengah kegaduhan ini, Ditjen Bimas Hindu serta PHDI Pusat menggelar pertemuan dengan Desak Made Darmawati di Gedung Lapangan Tembak Kesatrian Kopassus Cijantung, Jakarta Selatan, Sabtu 17 April 2021 malam.

Dalam pertemuan yang dilaksanakan sesuai arahan Menteri Koordinator PMK (Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) serta Menteri Agama itu, Desak Made Darmawati memohon maaf atas ucapannya dalam video yang viral dan menyinggung perasaan umat Hindu itu. 

Desak Made Darmawati juga mengakui bahwa video yang viral itu merupakan video ceramah dengan tema ‘Kenapa Masuk Islam, Para Pencari Tuhan’.

Kasus dugaan pelecehan agama Hindu ini mendapat perhatian khusus dari pengamat kebijakan publik yang juga advokat senior Togar Situmorang, SH, MH, MAP, CMed, CLA. Ia menyayangkan hal ini justru dilakukan oleh Desak Made Darmawati, yang adalah seorang pendidik.

“Ibu Desak Made Darmawati dengan latar belakang seorang dosen, dengan kapasitas intelektual yang tidak kita ragukan lagi, seharusnya memiliki kerangka berpikir, bertindak ataupun bersosialisasi dengan banyak pertimbangan,” tutur Togar Situmorang, di Kantor Law Firm Togar Situmorang Jala Kemang Selatan Raya Nomor 99, Gedung Piccadilly, Jakarta, Senin 19 April 2021.

“Namun entah kenapa setelah pindah agama, saat berceramah malah ia menjelek-jelekkan agama masa lalunya dengan nada mencemooh atau membuat hal – hal yang memang menciderai keyakinan masyarakat Pulau Bali,” imbuhnya.

Ia pun mengapresiasi langkah PHDI bersama lembaga terkait, yang langsung menggelar pertemuan dengan Desak Made Darmawati. Begitu juga dengan permintaan maaf dari Desak Made Darmawati, patut dihargai.

“Permintaan maaf patut kita hargai, karena merupakan budaya masyarakat Indonesia. Namun kiranya agar ada efek jera, aparat bisa tetap bijak melihat perbuatan seseorang, karena hukum itu ditegakkan agar ada rasa keadilan juga kemanfaatan,” tandas Togar Situmorang.

Advokat yang sering disapa “Panglima Hukum” ini pun mengajak masyarakat untuk belajar dari masalah ini. Dengan kemajuan teknologi dan informasi saat ini, perlu untuk mengantisipasi konten-konten yang sensitif beredar luas apalagi viral.

Langkah preventif ini dipandang penting, agar hidup bermasyarakat maupun bernegara tetap tentram dan damai, tanpa adanya gejolak karena peristiwa seperti ini. Di sisi lain, Togar Situmorang mendorong aparat untuk tetap menindak hal-hal seperti ini tanpa harus adanya laporan.

“Mari tetap menjaga kerukunan antar umat beragama dan persatuan juga kesatuan. Jangan terpancing berbuat sesuatu yang akan menimbulkan kegaduhan. Masyarakat perlu memberi ruang kepada aparat hukum menilai hal ini. Semoga kita semua selalu mendapat Karma baik dari Tuhan Pencipta Alam Semesta,” pungkas CEO & Founder Law Firm Togar Situmorang yang berkantor pusat di Jalam Tukad Citarum Nomor 5A, Renon, Denpasar Selatan, serta cabang di Denpasar, Jakarta, Cirebon, Kalimantan Barat, dan Pengalengan Nomor 355 Bandung ini. (KI-01)

Check Also

Diambil Sumpahnya, Advokat FERARI Diingatkan Jaga Nama Baik Organisasi

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar mengambil sumpah 15 orang advokat yang bernaung dibawah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *