Home / Pemerintahan / Gaduh Bantuan untuk Mahasiswa, Kadis PKO Mabar: Tugas Kami Sebatas Mendata!
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Manggarai Barat, Bernadus Dandur. (kitaindonesia.com/itho umar)

Gaduh Bantuan untuk Mahasiswa, Kadis PKO Mabar: Tugas Kami Sebatas Mendata!

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Bernadus Dandur, akhirnya merespons gaduh seputar bantuan untuk mahasiswa yang terdampak pandemi Covid-19. Ia membenarkan bahwa pihaknya memang sebelumnya telah melakukan pendataan terhadap mahasiswa di ujung barat Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur itu.

Hanya saja, tugas Dinas PKO Mabar hanya sebatas melakukan pendataan. Selebihnya, urusan verifikasi data hingga pencairan bantuan, bukan menjadi kewenangan dinas yang dipimpinnya.

“Berapa pagunya, berapa orang yang dapat, kapan pencairannya, itu bukan kewenangan Dinas PKO. Kami hanya sebatas mendata, sesuai tugas yang diberikan,” ujar Bernadus, saat dikonfirmasi kitaindonesia.com, di Labuan Bajo, Jumat (19/6/2020).

Ia lalu menjelaskan kronologis hingga landasan hukum pendataan tersebut. Menurut Bernadus, pihaknya melakukan pendataan mahasiswa, berdasarkan SK Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai Barat. Dalam SK tersebut, ada Bidang Pemulihan dan Pelayanan Dasar yang diketuai Kepala Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Barat. Adapun Dinas PKO, hanya sebagai anggota di dalamnya.

“Dalam bidang itu, salah satu uraian tugasnya adalah melakukan pendataan anak sekolah. Lalu kami memperluas cakupannya dengan mendata mahasiswa,” paparnya.

Karena belum memiliki data, Dinas PKO mengambil solusi yakni melakukan pendataan mahasiswa dari desa.

“Kami kirim surat melalui Camat, untuk selanjutnya diteruskan kepada para Kepala Desa. Berdasarkan surat tersebut, desa melalukan pendataan. Hasil pendataan, ada yang kirim langsung ke kami melalui WhatsApp Grup, ada juga yang dikirim melalui Camat,” jelas Bernadus.

Selanjutnya karena data tidak masuk sekaligus, Dinas PKO melakukan rekapitulasi data dalam dua tahap. Pada tahap pertama, jumlah mahasiswa yang terdata mencapai 4.543 orang. Sementara di tahap kedua 1.497 orang. Dengan demikian, total mahasiswa yang didata mencapai 6.040 orang.

“Data itu lalu kami kirim ke Dinas Sosial, untuk diverifikasi. Seperti apa hasil verifikasinya, itu ada di Dinas Sosial. Begitu juga soal pagu, berapa yang dapat, berapa jumlah bantuan, kapan pencairannya, silahkan dikonfirmasi ke Dinas Sosial,” tandas Bernadus.

Ia tak menampik jika ada beberapa mahasiswa yang datang menemuinya, untuk mempertanyakan bantuan tersebut. “Kepada mereka, kami menjelaskan hal yang sama,” ucapnya.

Ia sendiri siap untuk menjelaskan persoalan ini kepada DPRD Kabupaten Manggarai Barat. Apalagi beberapa anggota dewan sempat mempertanyakan kejelasan realisasi bantuan untuk mahasiswa tersebut (Baca: DPRD Mabar Pertanyakan Realisasi Bantuan untuk Mahasiswa Terdampak Covid-19).

“Secara informal saya sudah sampaikan kepada salah satu anggota dewan melalui telepon terkait hal ini. Jadi tugas kami jelas, sebatas melakukan pendataan. Dan tugas itu sudah kami laksanakan,” pungkas Bernadus. (KI-21)

Check Also

Bupati Edi Endi Warning Pimpinan OPD Soal Budaya Bersih Hingga Etos Kerja

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi mengingatkan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *