Home / Hukum / Gaduh Aisha Weddings, Togar Situmorang Dukung Langkah KPAI
Advokat senior Togar Situmorang, SH, CMed, MH, MAP, CLA. (istimewa)

Gaduh Aisha Weddings, Togar Situmorang Dukung Langkah KPAI

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Aisha Weddings menjadi sorotan publik beberapa waktu terakhir. Pasalnya, wedding organizer ini mempromosikan nikah siri, poligami hingga pernikahan anak di bawah umur dalam bisnisnya.

Hal ini membuat geram banyak pihak, termasuk Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) hingga LSM. Bahkan KPAI melaporkan Aisha Weddings ke Mabes Polri.

Langkah KPAI ini mendapat dukungan banyak pihak, termasuk advokat senior sekaligus pengamat kebijakan publik Togar Situmorang, SH, CMed, MH, MAP, CLA. Sebab apa yang dilakukan tersebut bertentangan dengan UU Perlindungan Anak.

“Kita sepakat dan sangat setuju sekali dengan apa yang telah dilakukan oleh KPAI untuk melaporkan Aisyah Wedding ke Mabes Polri. Karena jelas apa yang dilakukan itu bertentangan dengan amanat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak,” kata Togar Situmorang, di Denpasar, Sabtu (13/2/2021).

Menurut dia, wedding organizer ini telah menyalahgunakan agama dalam praktik bisnisnya. Mereka juga melawan peraturan yang berlaku di Indonesia.

“Kita meminta agar agama jangan disalahgunakan, dibuat menjadi ajang bisnis wedding. Poligami memang bisa dilakukan, selama sang suami bisa berlaku adil terhadap istri-istrinya. Dan jelas yang namanya perkawinan poligami juga harus seizin istri yang pertama,” ujar advokat berdarah Batak itu.

“Kalau betul Aisyah Wedding mempromosikan nikah siri, poligami, maupun pernikahan anak, itu jelas sangat bertentangan dengan hukum yang ada di Indonesia. Apalagi ada pernyataan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak Bintang Puspayoga yang menyatakan Aisyah Wedding itu membuat pemerintah dan masyarakat resah,” imbuh Togar Situmorang.

Advokat yang sering disapa “Panglima Hukum” ini pun meminta aparatur hukum agar tidak setengah hati dalam mengusut kasus ini. Laporan KPAI mesti disikapi serius.

“Aparat hukum jangan lama untuk menindak permasalahan yang sudah dilaporkan oleh KPAI ini. Kita tahu sendiri, yndang-undang yang dibuat oleh Negara itu kan tujuannya melindungi masyarakat terutama anak-anak yang berusia di bawah 19 tahun. Sehingga kita menjaga, jangan sampai anak-anak usia dini sudah berumah tangga karena secara mentalnya belum siap,” tegas Dewan Penasehat Forum Batak Intelektual (FBI) ini.

Ia pun mengajak masyarakat mendukung upaya KPAI serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak, untuk menindak Aisyah Weddings. Selain itu, seluruh masyarakat juga diharapkan bersama-sama menjaga marwah bahwa perkawinan itu sakral dan suci.

“Jadi tidak bisa menabrak aturan hukum. Perkawinan itu sakral dan suci,” tegas CEO & Founder Law Firm Togar Situmorang yang berkantor pusat di Jalan Tukad Citarum Nomor 5A, Renon, Denpasar; serta kantor cabang masing-masing di Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Denpasar Timur; Jalan Malboro Teuku Umar Barat Nomor 10, Denpasar Barat; Gedung Piccadilly Jalan Kemang Selatan Raya 99, Jakarta Selatan; Jalan Trans Kalimantan Nomor 3-4, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat; serta Jalan Duku Blok Musholla Baitunnur Nomor 160 RT/ RW 007/ 001 Desa Budur, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat itu.

Kepada aparat penegak hukum, ia meminta untuk menyikapi serius kasu ini. Tidak perlu menunggu laporan masyarakat. Polisi bisa masuk dengan menggunakan laporan model A.

“Kita harapkan tidak ada lagi nilai-nilai luhur dari perkawinan disalahgunakan. Mari kita jaga apa yang menjadi hakekat dari perkawinan itu. Jangan sembarangan apalagi disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab,” pungkas Togar Situmorang. (KI-01)

Check Also

Sidang Perkara Kasus Tanah Keranga, Mantan Anggota DPRD Mabar Dituntut 8 Tahun Penjara

Kupang (KitaIndonesia.Com) – Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang kembali menggelar sidang atas perkara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *