Musda Organda Provinsi NTT yang berlangsung di Labuan Bajo, Manggarai Barat. (kitaindonesia.com/itho umar)

Feliks Yohanes Kembali Nakhodai Organda NTT

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Feliks Yohanes Bulu kembali dipercaya untuk menakhodai DPD Organda (Organisasi Angkutan Darat) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masa bakti 2019-2024. Feliks Yohanes terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) IX DPD Organda Provinsi NTT, yang berlangsung di Aula SMAK Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Senin (25/11/2019) sore.

Feliks Yohanes terpilih secara aklamasi setelah 10 dari 13 DPC yang hadir dalam Musda tersebut, kembali mengusulkan namanya untuk memimpin organisasi itu satu periode lagi. Kepercayaan DPC Organda ini diapresiasi Feliks Yohanes.

“Terima kasih telah memberikan amanah dan kepercayaan kepada saya sehingga dipercaya kembali untuk memimpin Organda NTT,” tuturnya, dalam acara yang juga dihadiri perwakilan Dinas Perhubungan Manggarai Barat, Polres Manggarai Barat, Danramil Labuan Bajo serta sejumlah tokoh pemuda dan masyarakat di Labuan Bajo itu.

“Sebagai sebuah organisasi yang melayani jasa, kita mengedepankan profesionalisme dan pengorbanan dan melayani amanah ini,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua DPP Organda Adrianto, menyampaikan bahwa NTT dan khususnya Labuan Bajo, telah menjadi destinasi super prioritas. Karena itu, partisipasi dan profesionalisme pengusaha angkutan juga menjadi sebuah tuntutan.

“Transportasi darat menjadi roda perekonomian, bukan hanya menghantar wisatawan atau penumpang. Tentu tentu sisi logistik, suplai barang dan makanan juga sebuah kebutuhan,” ujar Adrianto.

Adapun Mateus Hamsi, ketua DPC Organda Kabupaten Manggarai Barat, menyampaikan apresiasi kepada DPP maupun DPD Organda yang telah memilih Labuan Bajo sebagai tempat pelaksanaan Musda. Mateus berkomitmen untuk bekerja sama dengan stakeholder di Manggarai Barat, dalam penataan jasa tansportasi di daerah itu.

“Kami sebagai pengurus DPC Manggarai Barat, berkomitmen untuk menata dan mengatur jasa transportasi di Manggarai Barat agar tidak terjadi monopoli usaha dalam memberikan jasa,” tutur Mateus Hamsi. (KI21)

Check Also

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Edy Priyono, 1 April 2022 /Dok. ksp.go.id

Kenaikan PPN Hingga 11 Persen Disebut Untuk Kurangi Ketimpangan Ekonomi

KitaIndonesia.Com – Mulai 1 April 2022, pemerintah menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 10% menjadi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *