Home / Nusantara / Ekonomi Lesu Selama Pandemi Corona, Togar Situmorang: Waspadai Potensi Kriminalitas!
Pengamat kebijakan publik Togar Situmorang, SH, MH, MAP. (istimewa)

Ekonomi Lesu Selama Pandemi Corona, Togar Situmorang: Waspadai Potensi Kriminalitas!

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Pengamat kebijakan publik Togar Situmorang, SH, MH, MAP, mengatakan, pandemi corona (Covid-19) menjadi ujian berat bagi dunia saat ini. Korban jiwa berjatuhan. Ekonomi lesu. Pekerja dirumahkan hingga jadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

Bali, kata dia, adalah salah satu daerah terdampak Covid-19 ini. Hingga 30 Maret 2020, ada 19 kasus positif corona di Pulau Dewata itu, di mana dua di antaranya meninggal dunia. Situasi ini memberikan pukulan telak bagi industri pariwisata, sektor andalan Bali selama ini.

Keguncangan hebat yang dialami sektor pariwisata tersebut, demikian Togar Situmorang yang juga advokat senior ini, tidak saja berdampak kepada mereka yang bekerja di sektor formal. Sebab sektor informal seperti pedagang kaki lima yang menggantungkan nasib dari hasil berjualan sehari – hari pun turut ketar – ketir.

“Mereka sepi pembeli akibat orang-orang mengurangi aktivitas ke luar rumah. Keramaian dibatasi untuk mencegah penyebaran virus corona ini,” ujar Togar Situmorang, di Denpasar, Senin (30/3/2020).

Kondisi ini kemungkinan akan semakin parah, ketika kebijakan karantina atau lockdown lokal wilayah benar-benar diterapkan. Bagi advokat senior yang masuk daftar 100 Advokat Hebat versi Majalah Property&Bank 2019 itu, para pekerja informal yang mendapatkan sesuap nasi dari bekerja harian akan benar-benar kehilangan mata pencaharian.

“Kasihan mereka akan kesulitan memenuhi kebutuhan perut atau makan sehari-hari bagi keluarganya,” tandas Togar Situmorang, yang menerima penghargaan Indonesia Most Leading Award 2019 dan terpilih sebagai The Most Leading Lawyer In Satisfactory Performance Of The Year itu.

Apabila kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, menurut advokat yang dijuluki Panglima Hukum itu, dikhawatirkan orang-orang yang terdesak kebutuhan sehari-hari bisa saja nekad melakukan tindakan krimininal. Mulai dari penjambretan, perampokan, hingga jual beli narkoba.

“Ketika perut orang lapar, tidak bisa bekerja dan tidak ada solusi memenuhi kebutuhan sehari-hari, kita khawatir bisa semakin banyak tindakan kriminal. Tentu kondisi ini tidak kita inginkan,” tutur Dewan Pakar Forum Bela Negara Provinsi Bali ini.

Yang lebih dikhawatirkan lagi, lanjut Togar Situmorang, orang-orang yang tidak lagi mempunyai pekerjaan ini karena desakan kebutuhan menghidupi diri dan keluarganya, bisa saja nekad menjadi penjual atau pengedar narkoba di Pulau Dewata.

“Jual beli atau peredaran narkoba ini jelas sangat kita takutkan dan tidak kita inginkan ada di Bali,” tandas advokat yang menerima penghargaan Indonesia 50 Best Lawyer Award 2019 ini.

Advokat yang dikenal selalu “Siap Melayani Bukan Dilayani” ini pun berharap pemerintah dan aparat kepolisian, memikirkan hal ini sejak dini. Mengantisipasi potensi-potensi tindak kriminalitas yang muncul terkait dampak ekonomi dan sosial dari pandemi virus corona ini, sangat penting untuk dilakukan.

“Mau tidak mau ini harus diantisipasi dan dipikirkan dari sekarang. Bukan tidak mungkin dampak ekonomi dan sosial dari virus corona ini merembet ke aksi kriminal,” tegas Togar Situmorang yang kini juga menjadi donatur tetap membantu anak-anak di Ashram Gandhi Puri Sevagram, Klungkung, dan mengangkat satu anak asuh dari Ashram.

Ia juga berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah di Bali bisa memberikan dana talangan bagi semua warga Bali yang terdampak corona.

“Khususnya juga diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu, pekerja sektor informal dan pekerja yang kena PHK maupun yang dirumahkan,” kata Ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kota Denpasar ini.

Selain itu, demikian Togar Situmorang yang juga Ketua Hukum RS dr Moedjito Dwidjosiswojo Jombang, Jawa Timur, ini pemerintah juga diharapkan membuka akses terhadap ketersediaan sembako yang cukup. Hal terpenting pula adalah menyediakan akses kesehatan yang memadai sehingga masyarakat bisa tenang menghadapi wabah virus corona.

“Sekarang juga saatnya kita selaku masyarakat yang lebih mampu dan lebih beruntung dari saudara kita, membantu mereka yang kena PHK, yang warga kurang mampu, para pekerja informal harian. Minimal kita bisa bantu sumbangkan sembako untuk kebutuhan sehari-hari mereka,” ajak advokat yang kisah hidupnya diabadikan dalam video mini series biografi ini.

“Kesetiakawanan sosial, solidaritas dan kebersamaan, menyama braya, gotong royong, saling tolong – menolong adalah kunci kita bertahan di tengah situasi yang memprihatinkan melawan pandemi corona ini,” pungkas Founder dan CEO Law Firm Togar Situmorang yang beralamat di Jalan Tukad Citarum Nomor 5A Renon, Denpasar (pusat), Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Kesiman, Denpasar (cabang) dan Gedung Piccadilly Jalan Kemang Selatan Raya Nomor 99, Room 1003-1004, Jakarta Selatan (cabang) ini. (KI4)

Check Also

Ajak Masyarakat Vaksin dan Jaga Imun, Togar Situmorang: Jangan Remehkan Virus Corona!

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Hampir dua tahun dunia dirundung bencana wabah virus corona. Virus yang berasal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *