Home / Politik / Edi-Weng Maksimalkan Kampanye Interaktif dalam Mendulang Suara
Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi dan Yulianus Weng. (istimewa)

Edi-Weng Maksimalkan Kampanye Interaktif dalam Mendulang Suara

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi dan Yulianus Weng (Edi-Weng), optimistis akan tampil sebagai pemenang dalam Pilkada Manggarai Barat 2020.

Keyakinan pasangan calon nomor urut 3 ini cukup beralasan. Selain diusung partai pemenang di Manggarai Barat, duet Edi-Weng ternyata memiliki strategi khusus dalam mendulang suara maksimal pada tanggal 9 Desember mendatang.

Seperti apa strategi pemenangan paket Edi-Weng? Menurut Ketua Garda Pemuda NasDem Kabupaten Manggarai Barat Matheus Saniang Naga Siagian, sesungguhnya strategi pemenangan paket Edi-Weng tidak muluk – muluk.

“Paket Edi-Weng sesungguhnya hanya ingin mengembalikan demokrasi kepada masyarakat, dan memastikan bahwa pemilihan umum bukanlah akhir melainkan awal pembangunan berkelanjutan yang berbasis kebutuhan masyarakat,” tutur Matheus Siagian, di Labuan Bajo, Kamis (15/10/2020).

Ketua Garda Pemuda NasDem Kabupaten Manggarai Barat, Matheus Saniang Naga Siagian. (istimewa)

Pendekatan tersebut, diakuinya, menjadi dasar bagi tim pemenangan paket Edi-Weng dalam menyukseskan Pilkada Manggarai Barat 2020. Salah satu caranya, memperkuat rantai koordinasi terutama untuk penerapan protokol kesehatan Covid-19 serta koordinasi gerak massa guna mewujudkan Pilkada damai di Manggarai Barat.

“Jadi kampanye yang kami lakukan adalah gabungan dari kampanye temu langsung lingkar kecil dan kampanye interaktif sosial media. Kampanye interaktif dimaksudkan untuk mendengar aspirasi dan keluhan masyarakat dan secara adaptif menyesuaikan strategi pembangunan Manggarai Barat 5 tahun ke depan dengan melihat tiga lapis rencana, yakni rencana pemerintah pusat, rencana pembangunan daerah dan aspirasi masyarakat,” ucapnya.

Matheus Siagian lalu memberikan contoh, ketika pemerintah pusat merencanakan infrastruktur fisik yang dilanjutkan oleh perbaikan infrastruktur oleh pemerintah Provinsi NTT, maka paket Edi-Weng akan lebih fokus memajukan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Dalam konteks memajukan kualitas SDM ini, program – program kesehatan yang dirancang paket Edi-Weng sangat penting, seperti Manggarai Barat bebas malaria dan demam berdarah, juga mengurangi angka stunting.

“Dokter Weng jelas memiliki kapasitas untuk hal ini. Sementara Pak Edi akan fokus pada peningkatan SDM dengan cara membuka pelatihan – pelatihan praktis berstandar nasional untuk penyerapan tenaga kerja masyarakat,” jelas Matheus Siagian.

Di sisi lain, lanjut dia, komunitas kesenian Manggarai Barat akan diberi ruang untuk berekspresi, baik melalui kompetisi, even rutin maupun memaksimalkan lapangan pekerja seni. Hal ini dapat terlihat dalam ragam karya seniman lokal (fotografer, vidografer, penulis, pelukis, design grafis, dan lainnya) dalam pengayaan kampanye di Pemilu kali ini.

BACA JUGA:   Resmi Kantongi SK Dua Partai, Andre Garu: Saya Hadir untuk Membangun Mabar

“Satu hal yang perlu ditekankan juga adalah program untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil agrikultur Manggarai Barat dengan pendekatan agroforestri yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan lingkungan alam, bersamaan dengan meningkatkan kesejahteraan pelaku perkebunan, pertanian dan perikanan,” tandas Matheus Siagian.

Pendekatan tiga lapis dan interaktif ini, lanjutnya, pada prinsipnya dilakukan agar manfaat – manfaat yang dirasakan oleh masyarakat Manggarai Barat, benar-benar dapat dirasakan secara efektif dan tidak tumpang tindih.

“Harapannya, baik petani, guru, PNS, tenaga kesehatan, ibu rumah tangga, nelayan, buruh, pelaku pariwisata, sopir, dan lainnya, dapat merasakan pembangunan secara langsung,” ujar praktisi pariwisata ini.

Ia menambahkan, paket Edi-Weng lahir sebagai kristalisasi dari representasi masyarakat Manggarai Barat yang dekat dengan akar budaya, semangat bekerja dan terbuka dengan ide – ide perbaikan kualitas daerah.

“Pak Edi merupakan potret jujur pemuda Manggarai Barat yang lahir dan besar di tanah Manggarai Barat. Begitu pula Dokter Weng, yang merupakan gambaran nyata bahwa perbedaan bukan merupakan halangan baginya untuk maju dan berkarya, terutama dalam bidang kesehatan masyarakat,” ucapnya.

Kombinasi yang unik dan bersinergi dari keduanya ini, menurut Matheus Siagian, diapresiasi secara tulus oleh masyarakat. Hal ini dapat dibuktikan dari semangat dan suka – cita yang diperlihatkan masyarakat pada saat deklarasi paket Edi-Weng.

Dikatakan, sejak awal ide-ide besar pasangan ini sudah mendapat perlawanan bertubi – tubi dalam bentuk kampanye hitam. Seperti memanfaatkan langkah – langkah pengajuan dan penetapan pasangan calon.

“Salah satunya adalah penyerangan pribadi dan juga kesahihan keputusan institusi – institusi negara seperti keputusan pendaftaran yang dilanjutkan dengan gugatan terhadap KPU Manggarai Barat ke PTUN, oleh salah satu pasangan calon lainnya. Tetapi semua itu ternyata tidak memudarkan dukungan masyarakat Manggarai Barat kepada paket Edi-Weng,” tegasnya.

“Jadi, masyarakat kita sudah cerdas. Pemilu bukanlah ajang untuk saling menghancurkan, namun kesempatan untuk saling bahu – membahu demi masa depan Manggarai Barat. Pemilu juga bukan ajang kekuasaan partisan ataupun nepotisme turun – menurun. Jadi kami optimistis bahwa paket Edi-Weng akan memenangkan Pilkada Manggarai Barat 2020, dan kami pastikan bahwa paket Edi – Weng tidak akan melakukan kampanye hitam, tidak akan menyebar hoaks ataupun mencoba mengganjal paket lainnya,” pungkas Matheus Siagian. (KI-01)

Check Also

Bawaslu Manggarai Barat Tertibkan Alat Peraga Sosialisasi Paslon

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Manggarai Barat menertibkan alat peraga sosialisasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *