Home / Hukum / Dukung SE Gubernur, Togar Situmorang: Polda Bali Harus Tindak Tegas Judi Tajen!
Advokat senior yang juga pengamat kebijakan publik, Togar Situmorang, SH, MH, MAP. (istimewa)

Dukung SE Gubernur, Togar Situmorang: Polda Bali Harus Tindak Tegas Judi Tajen!

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Pengamat kebijakan publik Togar Situmorang, SH, MH, MAP, mengatakan, tajen atau sabung ayam sering dijumpai di Bali. Maklum, tajen bagi masyakat Bali bukan merupakan hal asing.

Tajen merupakan sabung ayam yang dilakukan masyarakat adat Bali untuk prosesi adat di desa maupun saat acara adat di rumah, khususnya untuk umat beragama Hindu yang dikenal sebagai tabuh rah.

Sayangnya, demikian Togar Situmorang yang juga advokat senior ini, dengan perkembangan zaman saat ini masyarakat justru menjadi lebih pintar dengan mengubah pola tajen menjadi sarana judi. Advokat yang dijuluki Panglima Hukum ini berpandangan, “Tajen” yang lazim dijalankan sekarang ini sangat tidak baik, karena diduga mengandung unsur perjudian atau taruhan.

“Jadi tajen yang merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat Bali sejak zaman para leluhur masyarakat Bali terus berkembang sampai sekarang, diduga telah berubah menjadi ajang arena judi,“ kata Togar Situmorang, di Denpasar, Sabtu (21/3/2020).

Advokat yang masuk daftar 100 Advokat Hebat versi Majalah Property&Bank dan Indonesia 50 Best Lawyer Award 2019 ini juga mengaku miris dan prihatin melihat di tengah situasi saat ini wabah virus corona yang semakin meluas, kegiatan sabung ayam justru tidak menyurutkan animo masyarakat Bali.

Padahal, imbuhnya, ada peringatan atau himbauan untuk melakukan jaga jarak (social distancing) dan mengurangi aktivitas di keramaian agar dapat memutus rantai penyebaran Covid-19. Akan tetapi, masyarakat masih saja tidak mendengar arahan tersebut.

“Masyarakat masih saja dengan suka cita melaksanakan judi tajen tersebut. Ini sungguh miris dan ironis,” ujar advokat yang menerima penghargaan Indonesia Most Leading Award 2019 dan terpilih sebagai The Most Leading Lawyer In Satisfactory Performance Of The Year ini.

Dikatakan, judi tajen pada umumnya dilakukan oleh kalangan laki-laki, baik orangtua maupun remaja. Mirisnya lagi, lanjut Togar Situmorang, belakangan ini anak-anak usia Sekolah Dasar pun sudah mulai menggeluti judi tajen ini.

Judi tajen dilaksanakan di tempat-tempat terbuka yang lapang. Di tempat itu para pelaku judi tajen membentuk sebuah “kalangan” yang berfungsi sebagai tempat ayam-ayam aduan yang nantinya akan diadu.

“Hal seperti inilah yang akan membuat atau mencederai adat istiadat budaya Bali itu sendiri. Bukan dari masyarakat Bali saja yang akan berpikir bahwa tajen itu judi, melainkan orang-orang atau masyarakat dari luar Bali akan berasumsi bahwa tajen itu adalah judi,” tandas Dewan Pakar Forum Bela Negara Provinsi Bali ini, mengingatkan.

Dengan melihat kondisi saat ini, demikian Togar Situmorang, maka sikap tegas Gubernur Bali Wayan Koster dengan mengeluarkan Surat Edaran (SE 730/8125) untuk setop tajen wajib diapresiasi secara positif.

“Surat Edaran Gubernur Bali ini harus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Terutama oleh pihak Kepolisian di wilayah hukum daerah Bali. Terutama dalam arena tajen yang diduga ada unsur judi, harus diperangi dengan serius oleh pihak kepolisian. Dimana arena judi tajen dapat dilaksanakan secara bebas pada lapangan yang cukup luas, sekalipun itu di tengah perumahan masyarakat,” tegasnya.

Menurut Togar Situmorang, ada  kampung-kampung atau desa-desa tertentu yang langganan para oknum pemodal besar menyelenggarakan tajen. Para bebotoh umumnya tahu di mana kampung atau desa tersebut.

“Tempat arena tajen sangat terbuka, sehingga siapapun bisa menonton, tidak ada pembatasan terhadap ibu-ibu maupun anak-anak,” kata Ketua POSSI Denpasar ini.

Masyarakat di Bali, imbuhnya, umumnya sangat tidak menyadari bahaya judi bagi anak-anak saat memasuki tempat arena tajen. Padahal, itu sama saja dengan meracuni anak-anak tersebut untuk mengenal judi dari arena tajen.

“Di samping itu rawan akan penyebaran virus corona. Hal ini yang tidak dipikir oleh masyarakat luas,” tandas Togar Situmorang, yang juga Ketua Hukum RS dr Moedjito Dwidjosiswojo Jombang, Jawa Timur, itu.

Ia pun berharap agar ada sinergi antara kepolisian dengan himbauan Gubernur Bali dalam SE 730/8125 terkait pembatasan sabung ayam. Ini sangat penting untuk dapat memantau bahkan menindak tegas tanpa pandang bulu seperti memberantas “Preman dan Narkoba.”

“Sebab judi tajen sampai saat ini belum sepenuhnya diberantas tuntas oleh aparat kepolisian. Terlihat dari pantauan di lapangan, di sejumlah titik gelanggang tajen kerap disinyalir terkandung judi dan masih terus beroperasi, bahkan dilakukan secara terang-terangan,” tegasnya.

Menurut Togar Situmorang, perputaran uang dari judi tajen di Bali sangat menggiurkan, bisa mencapai untung ratusan juta rupiah perhari. Maklum saja, para pemain judi setiap kali memasang taruhan mencapai jutaan hingga puluhan juta rupiah.

“Melihat hal seperti itu kan sangat menyedihkan, di mana suatu adat atau budaya yang seharusnya dijalankan pada koridor yang benar malah disalahgunakan dan menjadi suatu arena tempat rawan untuk penyebaran virus corona,” tutur Togar Situmorang yang kisah hidupnya diabadikan dalam video mini album series biografi ini.

Ia sangat yakin, pihak Polda Bali akan memberantas judi tajen secara tegas, seperti dalam hal pemberantasan narkoba dan premanisme di Bali. Polda Bali bisa diacungi jempol dan sangat diapresiasi oleh masyarakat Bali hingga buat nyaman seperti saat ini.

Ketegasan Polda Bali ini penting, kata Togar Situmorang, agar tidak ada anggapan polisi dapat kontribusi dari adanya judi tajen di Bali. Terutama arena judi tajen yang diadakan oleh oknum bos besar yang mempunyai ayam aduan hebat dan mahal harganya, juga merupakan ajang gengsi sekaligus merupakan hiburan tanpa mempedulikan kondisi sosial masyarakat sekitar dan masyarakat Bali pada umumnya.

Oleh sebab itu, Togar Situmorang mengharapkan aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian, harus dapat bertindak tegas tanpa pandang bulu. Bahkan ia berharap Kapolda Bali bisa membuat gebrakan tiadakan judi tajen.

“Polda Bali jangan loyo berantas judi tajen! Pihak aparatur desa maupun  masyarakat juga harus membantu bersama-bersama dengan Bapak Gubernur Bali dan Bapak Kapolda Bali agar bisa setop judi tajen dan juga cegah Covid-19 di Pulau Dewata ini,” ujarnya.

“Biarkan tradisi tajen yang benar-benar untuk kepentingan agama saja yang diperbolehkan. Untuk tajen di luar kepentingan agama, jangan diberikan izin beroperasi karena jangan sampai modus perjudian yang ditunggangi budaya jadi tindakan perjudian yang lumrah dijalankan di Bali,” tutup Founder dan CEO Law Firm Togar Situmorang yang beralamat di Jalan Tukad Citarum Nomor 5A Renon, Denpasar (Kantor Pusat), Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Kesiman, Denpasar (Kantor Cabang Pertama di Bali), serta Gedung Piccadilly Jalan Kemang Selatan Raya Nomor 99, Room 1003-1004, Jakarta Selatan (Kantor Cabang di Jakarta) ini. (KI4)

Check Also

Ipung Sayangkan Pernyataan Kapolres Buleleng yang Sebut Kasus Persetubuhan Anak karena Suka Sama Suka

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Kasus persetubuhan yang menimpa anak perempuan berusia 12 tahun di Buleleng telah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *