Home / Nusantara / Duh! Tajen Hingga Tempat Hiburan Malam di Bali Masih Dibuka
Lukisan tajen karya dr Gede Bagus Darmayasa, yang juga Direktur Rumah Sakit Bali Mandara. (istimewa)

Duh! Tajen Hingga Tempat Hiburan Malam di Bali Masih Dibuka

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Gubernur Bali I Wayan Koster sesungguhnya sudah menginstruksikan untuk menghentikan kegiatan yang melibatkan orang banyak, tak terkecuali kegiatan tajen atau sabung ayam. Instruksi tersebut tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 730/ 8125/ Sekret tertanggal 19 Maret 2020.

Sayangnya, surat edaran orang nomor satu di Pulau Dewata itu ternyata banyak dilanggar. Buktinya, tajen hingga sejumlah tempat hiburan malam seperti karaoke dan kafe di kawasan Denpasar dan Badung, justru masih ramai dikunjungi.

Bahkan layanan publik pembuatan SIM dan Samsat terlihat membludak. Kabarnya, belum ada kebijakan pembatasan atau penghentian dari pihak terkait soal ini.

Salah seorang bebotoh tajen yang enggan disebutkan namanya, seperti dilansir indonesiainside.id, Sabtu (22/3/2020), membenarkan bahwa arena tajen di Jalan Gunung Agung dan Jalan Sedap Malam Denpasar, masih dibuka.

Begitu pula salah satu tempat hiburan malam di kawasan Denpasar, seperti diakui salah seorang security, masih dibuka. Menurut dia, tempat hiburan itu ditutup tiga hari, 24-26 Maret, atau sejak Pengrupukan hingga Ngembak Geni atau sebelum dan sesudah Hari Raya Nyepi.

“Karaoke masih buka, tidak ada dibatasi jamnya. Tapi memang tamu agak sepi. Nyepi baru tiga hari tutup, dari ngrupuk sampai ngembak geni,” tuturnya.

Advokat senior yang juga pengamat kebijakan publik, Togar Situmorang, SH, MH, MAP. (istimewa)

Sebelumnya, pengamat kebijakan publik Togar Situmorang, SH, MH, MAP, juga menyayangkan masih dibukanya tajen di tengah ancaman virus corona yang semakin meluas. Bahkan tajen yang merupakan sebuah ritual adat sakral bagi umat Hindu Bali, juga dijadikan arena judi.

Bagi Togar Situmorang, kondisi ini sangat memprihatinkan. Apalagi, sudah ada Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 730/ 8125 untuk setop tajen. Ada juga peringatan atau himbauan untuk melakukan jaga jarak (social distancing) dan mengurangi aktivitas di keramaian agar dapat memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Masyarakat masih saja dengan suka cita melaksanakan judi tajen tersebut. Ini sungguh miris dan ironis,” kata advokat yang menerima penghargaan Indonesia Most Leading Award 2019 dan terpilih sebagai The Most Leading Lawyer In Satisfactory Performance Of The Year ini.

Selain mencederai budaya Bali, demikian Togar Situmorang, judi tajen ini juga bisa menjadi media penyebaran virus corona. Judi tajen memang pada umumnya dilakukan oleh kalangan laki-laki, baik orangtua maupun remaja. Namun belakangan, anak-anak usia Sekolah Dasar pun sudah mulai menggeluti judi tajen ini.

“Hal seperti inilah yang akan membuat atau mencederai adat istiadat budaya Bali itu sendiri. Bukan dari masyarakat Bali saja yang akan berpikir bahwa tajen itu judi, melainkan orang-orang atau masyarakat dari luar Bali akan berasumsi bahwa tajen itu adalah judi,” tutur Dewan Pakar Forum Bela Negara Provinsi Bali ini, mengingatkan.

Dengan melihat kondisi saat ini,Togar Situmorang berharap agar ada sinergi antara kepolisian dengan himbauan Gubernur Bali terkait pembatasan tajen. Ini sangat penting untuk dapat memantau bahkan menindak tegas tanpa pandang bulu seperti memberantas “Preman dan Narkoba.”

“Sebab judi tajen sampai saat ini belum sepenuhnya diberantas tuntas oleh aparat kepolisian. Terlihat dari pantauan di lapangan, di sejumlah titik gelanggang tajen kerap disinyalir terkandung judi dan masih terus beroperasi, bahkan dilakukan secara terang-terangan,” tegasnya.

Oleh sebab itu, Togar Situmorang mengharapkan aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian, harus dapat bertindak tegas tanpa pandang bulu. Bahkan ia berharap Kapolda Bali bisa membuat gebrakan tiadakan judi tajen.

“Polda Bali jangan loyo berantas judi tajen! Pihak aparatur desa maupun  masyarakat juga harus membantu bersama-bersama dengan Bapak Gubernur Bali dan Bapak Kapolda Bali agar bisa setop judi tajen dan juga cegah Covid-19 di Pulau Dewata ini,” kata Founder dan CEO Law Firm Togar Situmorang yang beralamat di Jalan Tukad Citarum Nomor 5A Renon, Denpasar (Kantor Pusat), Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Kesiman, Denpasar (Kantor Cabang Pertama di Bali), serta Gedung Piccadilly Jalan Kemang Selatan Raya Nomor 99, Room 1003-1004, Jakarta Selatan (Kantor Cabang di Jakarta) ini. (KI4)

Check Also

Ajak Masyarakat Vaksin dan Jaga Imun, Togar Situmorang: Jangan Remehkan Virus Corona!

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Hampir dua tahun dunia dirundung bencana wabah virus corona. Virus yang berasal …

One comment

  1. Like!! Great article post.Really thank you! Really Cool.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *