Home / Hukum / Duh ! Pria Ini Bunuh Gadis Idamannya Karena Tolak Disetubuhi

Duh ! Pria Ini Bunuh Gadis Idamannya Karena Tolak Disetubuhi

Ruteng (KitaIndonesia.Com) – Warga Kampung Lagur, Desa Bulan, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YM (25) tega membunuh tetangganya VA (27). YM tega menghabisi nyawa VA, karena menolak hasratnya untuk bercinta.

Jumat (1/11/2019), jasad VA ditemukan dalam kondisi mengenaskan di area persawahan Kampung Lagur. Saat ditemukan pertama kali oleh warga, tubuh korban yang tak ditutup sehelai benang pun tampak bersimbah darah. Ia tak bernyawa lagi.

Informasi yang disarikan kitaindonesia.com dari tim Humas Polres Manggarai, YM ternyata memiliki perasaan terhadap VA. Sayangnya, si gadis idaman ternyata menolak cinta YM. Status VA yang adalah istri sah orang lain, menjadi alasan utama VA menolak menjalin hubungan dengan YM.

Celakanya, YM yang sudah dimabuk asmara sepertinya mengabaikan status VA. Ia tetap menaruh hati, hingga muncul hasrat untuk bercinta dengan si gadis idaman. Namun hasrat keliru itu ternyata berujung maut. Ketika VA menolak keinginannya, dan berontak, YM memilih jalan buntu, menghabisi nyawa VA. Usai membunuh korban, YM langsung menyerahkan diri ke Polres Manggarai untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dari kronologis yang didapatkan pihak kepolisian, peristiwa naas ini bermula ketika pada Pukul 14.30 Wita, korban ke luar dari rumah menuju Sungai Lagur, untuk mandi. Mengetahui korban yang sudah ke luar dari rumah, pelaku yang jarak rumahnya hanya berjarak sekitar 20 meter dari rumah korban, diam-diam membuntuti.

Setibanya di Sungai Lagur, korban langsung mandi. Berselang 10 menit kemudian, pelaku menghampiri korban. Melihat pelaku yang datang mendekati dirinya, spontan korban bertanya.

“Nana ngo nia hau? (Kamu mau ke mana?)” tanya korban. “Aku ngoeng hau (Saya menyukai kamu),” jawab pelaku.

“Aku manga rona. Toe di’an pande dehau. Aku ciek tong (Saya sudah memiliki suami. Tidak baik yang kamu lakukan. Saya berteriak nanti),” ujar korban setelah mendengar jawaban pelaku.

Mendengar hal tersebut, pelaku langsung memegang tangan kiri korban, lalu menarik dan memaksa korban untuk berhubungan badan. Sontak, korban berteriak dan berusaha melepaskan diri cengkraman tangan pelaku.

Lantaran korban berteriak dan melawan, pelaku pun panik. Ia langsung mengeluarkan sebilah parang dari sarung dan membacok pundak kiri korban, tapi korban sempat menghindar. Selanjutnya pelaku membacok punggung kiri korban, dan korban masih berusaha melarikan diri.

Saat berjuang melarikan diri dari sungai menuju persawahan, pelaku terus mengejar dan membacok lengan kiri korban. Setelah tiba di tempat yang datar, pelaku kemudian memukul kaki korban menggunakan kayu hingga terjatuh. Pelaku kemudian memukul bagian kepala korban secara berulang kali, hingga korban meregang nyawa.

Melihat tubuh korban sudah tidak bergerak, pelaku pun panik dan kembali menuju kali untuk membersihkan parang dan kayu yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban. Setelah itu, pelaku menuju rumahnya. Di rumah, pelaku merasa tidak nyaman. Ia kemudian kembali menuju sungai, lalu menyusuri sungai itu hingga akhirnya menuju jalan raya.

Setibanya di jalan raya, pelaku memberhentikan sebuah kendaraan dump truck yang sedang melintas menuju arah Cancar, ibu kota Kecamatan Ruteng. Tiba di perempatan Cancar, pelaku kemudian mengganti kendaraan dan menggunakan bemo menuju Kantor Polres Manggarai.

Pada Pukul 15.25 Wita, pelaku tiba di Penjagaan SPKT Polres Manggarai. Di Pos Penjagaan, pelaku mengakui perbuatannya, bahwa ia telah membunuh seorang wanita di Kampung Lagur.

Mendengar pengkuan pelaku, pihak Polres Manggarai langsung mengamankan pelaku. Selanjutnya, pada Pukul 15.49 Wita, petugas Unit Identifikasi Polres Manggarai berangkat menuju lokasi kejadian dan selanjutnya langsung melakukan olah TKP.

Korban kemudian dibawa ke RS Santo Rafael Cancar, untuk dilakukan visum. Selesai dilakukan visum, korban langsung dibawa ke rumah duka dengan kawalan aparat kepolisian.

Atas kejadian ini, Kapolres Manggarai AKBP Cliffry Steiny Lapian, meminta kepada keluarga korban serta masyarakat untuk tidak main hakim sendiri. Masyarakat harus mempercayai pihak kepolisian dalam menanganani kasus ini. (KI20)

Check Also

Klien dalam Tekanan, PBH Panglima Hukum Berharap Surat Perdamaian Jadi Pertimbangan Hakim

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Pengadilan Negeri (PN) Denpasar menggelar sidang dengan terdakwa suami (Terdakwa 1) dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *