Home / Hukum / Dugaan Kriminalisasi Advokat, Danu Sebayang: PERADI Harus Turun Tangan dan Tindak Tegas
Calon Ketua DPC PERADI Jakarta Timur, Danu Sebayang, SH, MH, bersama Kepala Cabang Utama Jakarta Law Firm Togar Situmorang, Darius Situmorang, SH, di sela-sela acara Deklarasi Dukungan untuk Danu Sebayang. (istimewa)

Dugaan Kriminalisasi Advokat, Danu Sebayang: PERADI Harus Turun Tangan dan Tindak Tegas

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Calon Ketua DPC PERADI Jakarta Timur, Danu Sebayang, SH, MH, memberikan perhatian khusus atas dugaan kriminalisasi advokat yang banyak terjadi di Indonesia. Menurut Danu Sebayang, jika benar telah terjadi kriminalisasi terhadap advokat maka PERADI harus segera turun tangan dan mengambil tindakan tegas.

“Kalau benar seperti itu, PERADI memang harus turun dan berani menindak tegas oknum masyarakat atau bahkan warga negara asing (WNA) yang mengkriminalisasi advokat,” ujar Danu Sebayang, di sela-sela Deklarasi Dukungan untuk Danu Sebayang di Jakarta, Kamis (3/12/2020).

Ia lalu mencontohkan adanya dugaan kriminalisasi terhadap salah seorang advokat senior di Bali, Togar Situmorang, SH, MH, MAP, CLA. Menurut Danu Sebayang yang didukung ratusan advokat se-Jakarta Timur itu, ada dugaan kuat seorang oknum WNA yang pernah menjadi klien Togar Situmorang, justru memutar balikkan fakta hukum dengan kata lain fitnah.

“Itu jelas tidak dibenarkan. Warga Negara Asing tersebut bahkan merilis melalui kuasa hukumnya di media online tanpa bukti hukum kuat,” ucapnya.

Danu Sebayang pun mendukung penuh upaya hukum yang ditempuh Togar Situmorang dengan melapor balik ke Polda Bali. Selain karena dugaan pencemaran nama baik, kehormatan profesi advokat juga dipertaruhkan lantaran adanya laporan penggelapan ke pepolisian oleh orang tak bertanggung jawab yang tidak mengerti hukum.

“Advokat memang harus punya integritas dalam menjalankan profesinya. Advokat punya kedudukan yang berbeda dengan penegak hukum lain. Mereka aparat penegak hukum. Sedangkan advokat adalah aparat penegak keadilan,” tandas Danu Sebayang, yang menjabat Wakil Ketua DPC PERADI Jakarta Timur selama 2 periode dan kini mencalonkan diri sebagai Ketua DPC PERADI Jakarta Timur.

Sebelumnya, advokat Togar Situmorang dilaporkan ke Polresta Denpasar oleh kliennya yang seorang WNA dengan dugaan tindak pidana penggelapan. Padahal, Togar Situmorang telah bekerja sesuai aturan hukum berdasarkan Perjanjian Jasa Hukum dan Surat Kuasa Khusus di pengadilan. Sehingga ada hak subsitusi, hak retensi, yang dalam aturan hukum masih ada hubungan keperdataan.

“Apalagi Surat Kuasa Khusus tersebut telah selesai mendapat putusan pengadilan. Di mana isi salinan putusan, ada dana yang dititip di Law Firm Togar Situmorang. Namun WNA tersebut tidak datang mengambil, meskipun sudah diberitahu baik lisan maupun tulisan secara resmi. Malah WNA tersebut membuat pengaduan di Polresta Denpasar,” urai Togar Situmorang.

WNA tersebut juga dinilai tidak koperatif serta tidak menyelesaikan kewajibannya sesuai Surat Perjanjian Jasa Hukum dan Surat Pernyataan. Sesuai perjanjian, WNA tersebut akan menyicil tiap bulan kewajibannya. Namun faktanya, tidak ada sama sekali uang yang dicicil dan malah mengajukan gugatan wanprestasi di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Togar Situmorang menjelaskan, Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 1 Tahun 1956 mengamanatkan bahwa ‘Apabila dalam pemeriksaan perkara pidana harus diputuskan hal adanya suatu hal perdata atas suatu barang atau tentang suatu hubungan hukum antara dua pihak tertentu, maka pemeriksaan perkara pidana dapat ditangguhkan untuk menunggu suatu putusan pengadilan dalam pemeriksaan perdata tentang ada atau tidak adanya hak perdata itu’.

Selanjutnya dalam UU Nomor 18 Tahun 2003 Tentang Advokat jelas diatur adanya hak retensi, kode etik. Sementara dalam Pasal 1812 KUHPerdata, dijelaskan bahwa hak retensi adalah hak dari penerima kuasa untuk menahan sesuatu yang menjadi milik pemberi kuasa karena pemberi kuasa belum membayar sepersen pun dana kepada penerima kuasa. 

“Sehingga jelas bahwa hak dari penerima kuasa untuk menahan kepunyaan pemberi kuasa yang ada padanya sampai pemberi kuasa memenuhi kewajiban yang timbul dari pemberi kuasa, dimana terbukti penerima kuasa telah menjalankan apa yang ditulis serta diatur dalam Surat Kuasa Khusus tersebut serta sudah ada putusan pengadilan,” ujar Togar Situmorang.

Apalagi dalam salinan putusan tersebut, Hakim PN Denpasar memerintahkan harus tunduk kepada hasil mediasi yang telah dibuat oleh para pihak kuasa hukum secara bersama demi kepentingan bersama. Itu artinya, tidak ada niat Togar Situmorang untuk menguasai dana hasil gono gini, dengan melawan hukum seperti tuduhan WNA tersebut.

“Jadi tuduhan adanya penggelapan dana tersebut jelas adalah fitnah, bahkan sengaja dibuat untuk menyerang kehormatan advokat yang sudah bekerja dan menghasilkan putusan di pengadilan,” tegas CEO & Founder Law Firm Togar Situmorang yang beralamat di Jalan Tukad Citarum Nomor 5A Renon, Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Denpasar, Jalan Malboro Teuku Umar Barat Nomor 10 Denpasar, Gedung Piccadilly Jalan Kemang Selatan Raya 99 Jakarta, Lantai Dasar Blok A Nomor 12 Srengseng Junction Jalan Srengseng Raya Nomor 69 RT/ RW 05/06 Jakarta, Jalan Trans Kalimantan Nomor 3-4 Sungai Ambawang – Pontianak, Kalimantan Barat, Jalan Ki Bagus Rangin Nomor 160, dan Jalan Duku Blok Musholla Baitunnur Nomor 160 RT/RW 007/001 Desa Budur, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, ini.

Ia pun telah melaporkan balik kasus ini ke Polda Bali. Togar Situmorang juga melayangkan surat perlindungan hukum ke DPN PERADI pimpinan Prof Otto Hasibuan dan DPC PERADI Jakarta Timur. Ia berharap, organisasi profesi advokat tersebut bisa segera turun tangan.

“Ini semua kami lakukan, supaya jangan sampai advokat itu dikriminalisasi oleh siapapun. Advokat adalah penegak hukum yang sejajar dengan penegak hukum lain serta diatur oleh undang-undang. Mari seluruh advokat bersatu dan ‘setop kriminalisasi terhadap advokat!’,” pungkas Togar Situmorang. (KI-01)

Check Also

Diduga Cemarkan Nama Baik, Istri Zainal Tayeb dan Salah Satu Media Online Disomasi

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Diduga mencemarkan nama baik melalui media online, istri dari terdakwa Zainal Tayeb, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *