Home / Hukum / Dugaan Fitnah dan Pencemaran Nama Baik, Mantan Kepala Sekretariat NasDem Polisikan Anggota DPRD Bali
Dian Varindra (kiri) saat melaporkan Dr Somvir ke Polda Bali, Jumat 30 Juli 2021. (istimewa)

Dugaan Fitnah dan Pencemaran Nama Baik, Mantan Kepala Sekretariat NasDem Polisikan Anggota DPRD Bali

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Kasus Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) Nol Rupiah Caleg DPRD Bali dari Partai NasDem Dapil Buleleng, Dr Somvir, saat Pileg 2019 lalu kembali menyita perhatian publik.

Tak hanya disidangkan di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), kasus ini juga bergulir di kepolisian.

Hal ini dipastikan setelah mantan Kepala Sekretariat DPW Partai NasDem Provinsi Bali Dian Varindra melaporkan Dr Somvir ke Polda Bali, Jumat 30 Juli 2021.

Anggota DPRD Provinsi Bali itu dipolisikan atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah terkait gaduh LPPDK Nol Rupiah ini.

“Saya melaporkan Dr Somvir terkait dugaan fitnah dan pencemaran nama baik,” kata Deni, sapaan akrab Dian Varindra, usai melaporkan kasus ini.

Deni yang didampingi kuasa hukumnya mengatakan, laporannya secara lisan sudah diterima pihak Polda Bali. Namun dirinya diminta untuk melengkapi berkas laporan pada tanggal 2 Agustus mendatang.

“Senin depan saya diminta hadir ke Polda Bali untuk melengkapi berkas-berkas, supaya laporan bisa diproses secara resmi. Laporannya adalah dugaan pencemaran nama baik dan fitnah oleh Dr Somvir terhadap saya pribadi,” beber mantan Wakil Ketua Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPW Partai NasDem Provinsi Bali periode 2011-2015 ini.

Ia menyebutkan, peristiwa fitnah terhadap dirinya itu terjadi saat acara konsolidasi internal DPW Partai NasDem Provinsi Bali dengan agenda pengumuman SK Kepengurusan DPW Partai NasDem Provinsi Bali dan DPD Partai NasDem Kabupaten/Kota se-Bali, yang dipimpin langsung Ketua DPW NasDem Bali, Julie Sutrisno Laiskodat.

Dalam acara yang berlangsung di Hotel Intercontinental, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, 18 Februari 2021 itu, Julie Laiskodat menanyakan dan mengarah kepada tuduhan telah menghilangkan nota-nota belanja kampanye atas nama Dr Somvir, yang berakibat LPPDK Caleg yang disetorkan ke KPU Bali bernilai Nol Rupiah.

Teguran Julie Laiskodat tersebut, kata Deni, diduga atas pengaduan dari Dr Somvir yang tanpa dasar dan fakta.

“Peristiwanya di ruangan transit, sebelum acara inti dimulai. Saya merasa difitnah,” kata Deni.

“Saat itu, saya masih menjabat Kepala Sekretariat DPW NasDem Bali. Soal LPPDK Dr Somvir itu, pengurus tahu semuanya cerita dan proses LPPDK, tetapi kok saya yang difitnah menghilangkan nota-nota kampanye,” imbuhnya.

Deni mengaku kaget dengan tuduhan itu. Sebab, dirinya disangkutkan dengan LPPDK Dr Somvir tanpa bukti.

“Saya kaget mendengar tuduhan itu. Saya balik bertanya, apakah Dr Somvir ada tanda bukti menyerahkan nota-nota belanja kampanye ke Sekretariat DPW NasDem? Karena di sekretariat, saya tidak bekerja sendiri. Saya jelaskan bahwa saya sama sekali tidak pernah menerima segala macam dokumen berbentuk nota dari Dr Somvir,” tandas Deni.

Menurut Deni, saat Julie Laiskodat menuduh dirinya menghilangkan nota-nota belanja kampanye Dr Somvir, hadir pula mantan Sekretaris DPW Partai NasDem Provinsi Bali Luh Putu Nopi Seri Jayanti dan mantan Wakil Sekretaris I DPW Partai NasDem Provinsi Bali, AA Ngurah Astawa Putra.

Keduanya bahkan ikut menjelaskan kepada Julie Laiskodat masalah LPPDK Dr Somvir.

“Nopi dan Pak Agung Astawa membenarkan pernyataan saya, bahwa memang benar Dr Somvir tidak pernah menyetorkan nota belanja alat peraga kampanye, baik itu kepada saya maupun Sekretariat DPW NasDem Bali,” ucapnya, sembari mengaku sangat malu dengan tuduhan tersebut.

“Sehingga beberapa hari setelah kejadian itu, saya mengajukan pengunduran diri dari jabatan Kepala Sekretariat DPW NasDem Bali,” imbuhnya.

Usai peristiwa memalukan di acara konsolidasi internal Partai NasDem itu, Deni pun berusaha mencari bukti-bukti pendukung bahwa apa yang telah disampaikan Dr Somvir kepada Julie Laiskodat tidak benar.

“Setelah saya merestorasi data aplikasi percakapan WhatsApp (WA), saya menemukan bukti percakapan antara saya dan Dr Somvir menyangkut nota belanja alat peraga kampanye sebagai bahan LPPDK. Saya lampirkan sebagai alat bukti saat melapor ke Polda Bali,” pungkas Deni.

Sementara itu, Dr Somvir belum berhasil dikonfirmasi terkait laporan ini. (KI-01)

Check Also

Keponakan Togar Situmorang Diduga Jadi Korban Mafia Tanah di Bandung

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Advokat senior Dr (C) Togar Situmorang, SH, MH, MAP, CMed, CLA, mengatakan, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *