Home / Nusantara / DPRD Bali Toleransi Penurunan PAD, Sugawa Korry: Perlu Inovasi Layanan
Wakil Ketua DPRD Bali, I Nyoman Sugawa Korry. (humas dprd bali)

DPRD Bali Toleransi Penurunan PAD, Sugawa Korry: Perlu Inovasi Layanan

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali Dr I Nyoman Sugawa Korry, mengatakan, lembaga legislatif telah merekomendasikan toleransi penurunan target pendapatan asli daerah (PAD) Provinsi Bali dalam tahun anggaran 2020. Toleransi penurunan yang direkomendasikan DPRD Provinsi Bali adalah sebesar 25 persen.

“Artinya, PAD yang harus dicapai pada kisaran 75% dari target PAD tahun anggaran 2020 sebesar Rp 3,7 triliun. Toleransi penurunan PAD ini mencermati pandemi Covid-19 yang masih berlangsung di Bali ini,” kata Sugawa Korry, di Denpasar, Jumat (22/5/2020).

Menurut dia, dari target tersebut, mayoritas PAD diharapkan akan bersumber dari pajak kendaraan bermotor (PKB) dan biaya balik nama kendaraan bermotor (BBNKB). Dari hasil pantauan langsung di lapangan, pihaknya optimistis target 75 persen PAD ini akan terwujud.

Optimisme ini beralasan, mengingat berdasarkan hasil pantauan Sugawa Korry bersama dengan Komisi II DPRD Bali di beberapa kabupaten di Bali sampai dengan tanggal 18 Mei 2020, PAD yang sudah tercapai rata rata di kisaran 34 persen lebih dari target Rp 3,2 triliun.

Mencermati capaian tersebut, Sugawa Korry yakin target yang ada bisa dipenuhi. Ia bahkan mendorong eksekutif agar mengembangkan kreativitas dan inovasi layanan dalam memenuhi target capaian PAD ini.

“Kalau kondisinya tetap seperti saat ini, diperkirakan 70 persen dari target bisa dicapai. Bahkan kalau diikuti oleh pengembangan kreativitas dan inovasi pelayanan, target 75 persen sangat mungkin bisa dicapai,” ujar Sugawa Korry, yang juga Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali.

Politikus senior Partai Golkar asal Buleleng ini

menambahkan, dari hasil pengamatan di lapangan, para petugas ada dalam kondisi semangat dan motivasi yang baik, meski wabah virus corona tetap menghantui. Di sisi lain, demikian Sugawa Korry, partisipasi masyarakat dalam memenuhi kewajibannya juga cukup bagus.

“Dan kalau diikuti oleh pengembangan kreativitas dan inovasi pelayanan seperti meningkatkan kualitas kerjasama dengan dukungan IT dan sumber daya manusia terkait maksimalisasi kerja sama dengan LPD, Bumdes dan koperasi-koperasi, dengan tahapan pemberian diklat yang memadai antara Badan Pendapatan Daerah, Dinas Koperasi, Bank BPD Bali serta LPLPD Bali, saya yakin pelayanan akan lebih cepat dan lebih dekat di masyarakat,” ucapnya.

Sugawa Korry pun menyarankan agar gerai-gerai yang sebelumnya ditutup agar dijajagi untuk dibuka kembali dengan tetap melaksanakan SOP penanganan Covid19. Selanjutnya pemantapan, dukungan dan monitoring terhadap aparat pelaksana di bawah, sangat penting untuk terus dilakukan.

“Ini harus dilakukan, sebab PAD adalah kunci strategis dalam konteks program penanganan dampak Covid19 di Bali dan keberlangsungan pembangunan di berbagai bidang,” pungkas Sugawa Korry. (KI4)

Check Also

Ajak Masyarakat Vaksin dan Jaga Imun, Togar Situmorang: Jangan Remehkan Virus Corona!

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Hampir dua tahun dunia dirundung bencana wabah virus corona. Virus yang berasal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *