Home / Nusantara / DPRD Bali Perjuangkan Pengobatan Tradisional Ditanggung BPJS
I Gusti Putu Budiarta. (istimewa)

DPRD Bali Perjuangkan Pengobatan Tradisional Ditanggung BPJS

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Setelah pembahasan panjang di eksekutif, Ranperda Tentang Standar Penyelenggaraan Kesehatan akhirnya dibahas di Gedung DPRD Provinsi Bali. Pembahasan perdana dilakukan tim eksekutif bersama DPRD Provinsi Bali dan kelompok ahli, Senin (9/3). Pembahasan dipimpin oleh Ketua Tim Pembahasan Ranperda Penyelenggaraan Kesehatan, Gusti Putu Budiarta.

Pada pembahasan awal ini, baru dikupas soal konsideran hingga Bab I mengenai ketentuan umum. Pembahasan belum menyangkut substansi pasal demi pasal, termasuk keinginan DPRD Provinsi Bali agar pengobatan tradisional juga ditanggung BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial). Sementara ini, pelayanan kesehatan tradisional memang belum masuk dalam peraturan perundang-undangan.

“Penyelenggaraan kesehatan masyarakat untuk mendapatkan tingkat kesehatan yang memadai itu adalah hak krama Bali. Namun sekarang yang menjadi fokus pembahasan kita kan ada kesehatan konvensional, juga kesehatan tradisional,” kata Budiarta, yang dikonfirmasi usai pembahasan yang dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Biro Hukum Setda Provinsi Bali, itu.

Pihaknya menyebut, jaminan kesehatan pengobatan tradisional memang belum diatur dalam Ranperda ini, sebagaimana pelayanan kesehatan konvensional yang ditanggung BPJS. Ini akan menjadi tugas Gubernur Bali, untuk mengatur hal tersebut dalam Peraturan Gubernur (Pergub) nantinya.

“Kita berharap nanti gratis, karena ini merupakan program APBD Semesta Berencana yang prioritas,” ujar Budiarta, yang juga Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali.

Ranperda Penyelenggaraan Kesehatan ini, imbuhnya, merupakan hak dasar kesehatan krama Bali dengan diberikan jaminan tingkat kesehatan yang memadai. Yang membedakan adalah pelayanan kesehatan konvensional dan tradisional.

“Untuk konvensional sudah diatur melalui Peraturan Menteri. Sedangkan tradisional mengakomodir perkembangan dari kesehatan masyarakat Bali. Penyelenggaraan kesehatan artinya bagaimana memaksimalkan pelayanan kesehatan yang ada di masyarakat. Pelayanan kesehatan tradisional ini nanti Faskes – nya diarahkan penyediaan seperti Griya Sehat,” jelas Budiarta.

Khusus untuk istilah Griya Sehat ini, anggota DPRD Provinsi Bali I Nyoman Rai Yusa berharap agar dicarikan istilah lain yang spesifik. Minimal, pemahamannya agar sama dengan masyarakat Bali sehingga tidak mengadopsi lagi nama Griya Sehat sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan. (KI4)

Check Also

Ajak Masyarakat Vaksin dan Jaga Imun, Togar Situmorang: Jangan Remehkan Virus Corona!

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Hampir dua tahun dunia dirundung bencana wabah virus corona. Virus yang berasal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *