Home / Pemerintahan / DPRD Bali Akan Tingkatkan Anggaran Sektor Pertanian
Koordinator Pembahasan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2019, Gede Kusuma Putra, saat menyerahkan laporan pembahasan kepada Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali Dr I Nyoman Sugawa Korry. (humas dprd bali)

DPRD Bali Akan Tingkatkan Anggaran Sektor Pertanian

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Alokasi anggaran untuk sektor pertanian dari APBD Provinsi Bali sejauh ini masih sangat minim. Pada tahun anggaran 2019, alokasi anggaran sektor ini baru di kisaran 1,8 persen dari total APBD. Ini ironis, mengingat sektor pertanian sesungguhnya sangat strategis dan bisa menyeimbangkan struktur ekonomi.

Demikian ditegaskan Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali Dr I Nyoman Sugawa Korry, saat memimpin Rapat Paripurna Internal DPRD Provinsi Bali, Senin (20/7/2020). Rapat Paripurna ini mengagendakan Laporan Pembahasan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2019, yang dijadwalkan akan ditetapkan dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali, Selasa.

Menurut Sugawa Korry, masih rendahnya alokasi anggaran untuk sektor pertanian ini perlu mendapat perhatian bersama. Salah satu solusinya, alokasi anggaran harus ditingkatkan. Peningkatan alokasi anggaran sektor pertanian ini, imbuhnya, memerlukan komitmen yang didorong melalui rekomendasi dewan.

“Rekomendasi dewan tidak langsung menaikkan alokasi anggaran hingga 5 persen, karena mempertimbangkan pula kepentingan sektor lain. Di samping menyesuaikan dengan kondisi anggaran daerah. Jadi kenaikan agar ditingkatkan secara bertahap,” ujar Sugawa Korry.

“Nanti kalau terobosan diversifikasi, kemudian ekstensifikasi PAD itu bisa dilaksanakan, sudah tentu kita akan dorong melalui Musrenbang,” imbuh Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali ini.

Sementara itu dalam laporannya, Koordinator Pembahasan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2019, Gede Kusuma Putra, secara khusus menyentil terus melonjaknya angka Silpa. Apalagi Silpa mencapai Rp 831 miliar lebih. Bahkan dalam dua tahun terakhir, besaran Silpa sudah mengalami peningkatan di kisaran 10,4 persen.

“Tahun 2017, Silpa kita Rp 408,311 miliar lebih. Kalau tidak direm, ya, nanti bisa menjadi Rp 1 triliun,” ujar Kusuma Putra.

Ia menambahkan, dewan meyakini Silpa akan dimanfaatkan dengan baik dan diarahkan untuk program-program prioritas. Namun, besarannya yang terus meningkat dari tahun ke tahun, perlu mendapatkan perhatian.

“Silpa cenderung akan bertambah selama RAPBD didesain defisit, namun realisasinya surplus,” tandas Kusuma Putra. (KI-01)

Check Also

Bupati Edi Endi Warning Pimpinan OPD Soal Budaya Bersih Hingga Etos Kerja

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi mengingatkan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *