Home / Peristiwa / Nasional / Dokter Bagus Darmayasa Berbagi Tips Persiapan Jelang Vaksinasi Covid-19
Direktur RSU Puri Raharja Denpasar Dokter Bagus Darmayasa. (istimewa)

Dokter Bagus Darmayasa Berbagi Tips Persiapan Jelang Vaksinasi Covid-19

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Banyak masyarakat yang takut mengikuti program vaksinasi Covid-19, karena khawatir akan efek sampingnya. Ada juga yang bingung terkait persiapan jelang menerima vaksin.

Menyikapi hal ini, Direktur RSU Puri Raharja Denpasar Dokter Bagus Darmayasa mencoba membagi tips-tips yang perlu dipersiapkan sebelum menjalani vaksinasi Covid-19.

“Pertama, hindari konsumsi minuman yang mengandung alkohol,” kata Bagus Darmayasa, di Denpasar, Minggu (7/3/2021).

Dijelaskan, kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol bisa melemahkan daya tahan tubuh. Karena itu jika sudah dijadwalkan mendapatkan vaksin Covid-19, Bagus Darmayasa sarankan agar menghindari minuman beralkohol setidaknya dua hari sebelum vaksinasi hingga sekitar dua minggu setelahnya.

“Kedua, hindari olahraga berlebihan. Rutin berolahraga baik untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar. Olahraga juga perlu dilakukan sebelum mendapatkan vaksin, karena kebiasaan ini baik untuk membantu daya tahan tubuh tetap kuat,” ucapnya.

“Namun, Anda disarankan untuk tidak melakukan aktivitas berat atau olahraga secara berlebihan, karena hal ini justru bisa menyebabkan penurunan daya tahan tubuh. Agar lebih sehat dan aman, lakukan olahraga setidaknya 20–30 menit setiap hari atau minimal 3–5 kali per minggu,” imbuh Bagus Darmayasa.

Ketiga, kebutuhan nutrisi akan nutrisi harus cukup. Menurut dokter yang juga seniman lukis ini, agar daya tahan tubuh tetap terjaga, disarankan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi, seperti protein, vitamin, dan mineral, selama satu minggu sebelum dan setelah mendapatkan vaksin.

Selain melalui konsumsi makanan bergizi, menjaga kekuatan sistem imun juga dapat dilakukan dengan mengonsumsi suplemen tambahan. Dengan demikian, tubuh dapat menciptakan reaksi kekebalan yang baik terhadap penyakit Covid-19.

“Keempat, tidur yang cukup. Beberapa hari sebelum disuntik vaksin Covid-19, usahakan untuk tidak begadang dan cukupi waktu istirahat dengan tidur selama 7–9 jam setiap malamnya. Jika Anda sulit terlelap, coba praktikkan sleep hygiene, misalnya dengan mematikan telepon genggam dan peralatan elektronik lainnya paling tidak 1 jam sebelum Anda tidur,” tandas Bagus Darmayasa.

Kelima, jalani pengobatan dari dokter. Menurut Bagus Darmayasa, mereka yang memiliki penyakit kronis, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, atau infeksi HIV, Anda tetap disarankan untuk menjalani pengobatan dari dokter sebelum mendapatkan vaksin Covid-19.

Dikatakan, salah satu syarat untuk mendapatkan vaksin Covid-19 bagi penderita penyakit kronis adalah jika kondisinya sehat dan terkontrol dengan pengobatan. Bagi pasien diabetes, vaksin Covid-19 bisa diperoleh jika kadar HbA1C berada di bawah 58 mmol/mol atau 7,5%. Sementara pada pasien HIV, vaksin Covid-19 baru bisa diberikan jika jumlah sel darah putih CD4 lebih dari 200.

“Agar lebih aman, orang yang memiliki penyakit kronis sebaiknya berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum mendapatkan vaksin Covid-19,” tuturnya.

Menurut Bagus Darmayasa, mengonsumsi obat-obat tertentu, seperti ibuprofen dan paracetamol, sebelum vaksinasi diduga dapat mengurangi kerja vaksin dan menurunkan respons sistem imun tubuh terhadap vaksin. Dokter akan menilai perlu tidaknya penggunaan suatu obat dihentikan sebelum pemberian vaksin.

“Keenam, informasikan kondisi kesehatan diri. Jadi beri tahu dokter atau petugas vaksinasi Covid-19 mengenai kondisi kesehatan Anda saat hendak divaksin,” kata Bagus Darmayasa.

“Misalnya demam; riwayat alergi terhadap vaksin; penyakit tertentu seperti kelainan darah, penyakit autoimun, penyakit kardiovaskular, diabetes, HIV, gangguan ginjal, atau penyakit liver; konsumsi obat-obatan tertentu; hamil atau berencana hamil; masa menyusui,” lanjutnya.

Mantan Direktur Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM) ini juga membagi tips penting setelah mendapatkan vaksinasi Covid-19. Yang paling utama adalah memperhatikan efek samping vaksin.

Berbagai jenis vaksin, termasuk vaksin Covid-19, dapat menimbulkan beberapa efek samping ringan seperti nyeri dan bengkak di lokasi suntikan; demam; menggigil; lelah atau tidak enak badan; sakit kepala,” bebernya.

Bahkan walau sangat jarang terjadi, demikian Bagus Darmayasa, vaksin kadang bisa menimbulkan efek samping berbahaya, seperti reaksi alergi, sesak napas, dan anafilaksis.

“Oleh karena itu, setelah mendapatkan vaksin Covid-19, Anda akan diminta untuk tidak meninggalkan fasilitas kesehatan di mana Anda menerima vaksin selama kurang lebih 30 menit. Tujuannya adalah agar dokter bisa memastikan Anda tidak mengalami efek samping,” pungkas Bagus Darmayasa. (KI-01)

Check Also

Presiden Jokowi Rayakan Ultah Ke-60, Togar Situmorang: Pemimpin Amanah, Indonesia Pasti Cepat Pulih

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) merayakan ulang tahun yang ke-60, Senin 21 Juni …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *