Home / Nusantara / Direktur RSUD Komodo: Masyarakat Harus Jujur Saat Diperiksa Tenaga Kesehatan
Direktur RSUD Komodo, dr Maria Yosephina Melinda Gampar. (kitaindonesia.com/itho umar)

Direktur RSUD Komodo: Masyarakat Harus Jujur Saat Diperiksa Tenaga Kesehatan

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo dr Maria Yosephina Melinda Gampar meminta masyarakat untuk jujur kepada tenaga kesehatan saat memeriksakan diri. Kejujuran sangat penting, supaya mendapatkan penanganan yang maksimal.

Permintaan tersebut dilontarkan Melinda Gampar dalam rapat evaluasi Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, yang berlangsung di Labuan Bajo, Selasa (07/04/2020) pagi. Ia bahkan meminta khusus kepada Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula, untuk menghimbau kepada masyarakat terkait hal ini.

“Saya ingin minta pertolongan, selain kita sosialisasikan terkait pola hidup sehat seperti menyuci tangan atau penggunaan masker, kami minta masyarakat untuk jujur saat berobat kepada tenaga kesehatan maupun ke fasilitas kesehatan, termasuk bila ditanya apakah ada gejala ini, apakah ada riwayat ke luar kota, sehingga penanganannya bisa lebih baik,” tutur Melinda Gampar.

Selain untuk penanganan maksimal, menurut dia, kejujuran tersebut sangat penting untuk keamanan masyarakat yang memeriksakan diri maupun keamanan tenaga medis dan masyarakat lainnya.

“Ketidakjujuran pasien atau keluarga pasien bisa berdampak buruk, baik itu kepada keamanan pasien maupun tenaga medis yang melayani,” tandasnya.

Melinda Gampar bahkan mengaku pihaknya kecewa terkait kasus sebelumnya, di mana ada pasien dan keluarganya yang tidak jujur saat memeriksakan diri ke RSUD Komodo Labuan Bajo.

“Terkait kasus kemarin (PDP Covid-19 asal Sumbawa yang meninggal, red), terus terang saja kami dari pihak rumah sakit cukup kecewa karena tidak jujur mengatakan pada saat anamnesa. Sehingga itu membahayakan kami tenaga kesehatan. Ini memang bukan terjadi di Manggarai Barat saja, tapi sudah menjadi gaung untuk seluruh Indonesia. Salah satunya pada saat anamnesa screening pasien Covid-19, pasien dengan keluarganya tidak mengaku dengan jujur,” beber Melinda Gampar.

Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula. (istimewa)

Sementara itu Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula dalam keterangannya kepada wartawan di Labuan Bajo, Selasa (07/04/2020) siang, merespons positif permintaan tersebut. Dikatakan, kejujuran pasien sangat penting dalam memberikan informasi, baik soal riwayat perjalanan maupun riwayat sakitnya.

“Kejujuran yang paling penting itu informasi. Salah atau terlambat memberikan informasi itu sudah bahaya,” ujar Bupati Dula.

Ia menambahkan, dengan tidak jujur menceritakan soal gejala dan riwayat perjalanan, tentu akan sangat membahayakan pasien itu sendiri, tenaga medis dan masyarakat umum.

“Bahwa kematian itu kembali kepada Tuhan, saya rasa kita terima. Tetapi jangan sampai kematiannya itu sia-sia karena kita tidak urus dengan baik lantasan informasi yang tidak lengkap, apalagi tidak jujur. Kalau tidak jujur, bisa merugikan masyarakat,” pungkas bupati Manggarai Barat dua periode ini. (KI21)

Check Also

Loccal Collection Berbagi Kasih dengan Anak-anak Panti Asuhan di Labuan Bajo

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Loccal Collection Hotel Labuan Bajo menunjukkan kepeduliannya kepada sesama, dengan berbagi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *