Home / Hukum / Diperiksa Empat Jam, Anggota DPRD Mabar Diberondong 23 Pertanyaan Oleh Penyidik
Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat Andi Riski Nur Cahya D, usai menjalani pemeriksaan di Mapolres Manggarai Barat. (kitaindonesia.com/itho umar)

Diperiksa Empat Jam, Anggota DPRD Mabar Diberondong 23 Pertanyaan Oleh Penyidik

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Penyidik pidana umum Polres Manggarai Barat (Mabar) memeriksa anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat Andi Riski Nur Cahya D, di Mapolres Manggarai Barat, Labuan Bajo, Kamis (27/2/2020). Pemeriksaan yang dimulai sekitar Pukul 15.00 Wita, berlangsung selama kurang lebih empat (4) jam.

Andi Riski yang juga bakal calon wakil bupati Manggarai Barat ini diperiksa terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus jual beli lahan di wilayah Rangko, Kecamatan Boleng, Manggarai Barat. Andi Riski merupakan saksi keempat yang diperiksa polisi dalam kasus tersebut.

“Sebenarnya sudah Minggu lalu (Andi Riski) diperiksa. Hanya saja beliau tidak datang. Ini merupakan panggilan kedua, dan yang bersangkutan datang,” jelas Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat Iptu Ridwan, SH, kepada wartawan usai pemeriksaan tersebut.

“Ada tujuh orang saksi yang akan diperiksa. Sampai saat ini sudah ada empat saksi yang sudah diperiksa. Salah satunya Ibu Andi Riski. Masih ada tiga saksi lagi yang belum diperiksa,” imbuhnya.

Sementara Andi Riski memilih bungkam usai menjalani pemeriksaan. Ketua DPC PPP Kabupaten Manggarai Barat itu hanya mempersilahkan wartawan untuk mewawancarai penasehat hukumnya.

“Iya boleh diwawancara, tapi saya serahkan kepada penasehat hukum saya saja,” tutur Andi Riski, sambil berlalu dan meninggalkan Polres Manggarai Barat.

Adapun Iwan Salatalohy, penasehat hukum Andi Riski, menjelaskan, kliennya dipanggil polisi untuk mengklarifikasi laporan dari Purnama Sari. Andi Riski diberondong sekitar 23 pertanyaan oleh penyidik seputar transaksi jual beli tanah.

“Hanya ditanya terkait transaksi jual beli. Tanah yang dipersoalkan oleh pelapor sebenarnya sudah lunas dibayar. Transaksi itu antara Ibu Asma (Andi Riski) dengan pewaris almarhumah Aisah. Jadi, transaksinya dilakukan dengan ibunya, bukan pelapor Purnama Sari. Transaksinya dilakukan sekitar delapan kali. Purnama Sari baru dilibatkan pada saat penandatanganan AJB,” beber Iwan.

Iwan memastikan, pihaknya akan kooperatif dan siap menjalani proses hukum selanjutnya. Ia juga optimistis, kliennya tidak bersalah dalam kasus tersebut.

“Nanti kita ikuti proses hukumnya seperti apa,” pungkas Iwan.

Diketahui, selain Andi Riski, polisi juga sudah memeriksa tiga saksi lain, masing-masing pelapor Purnama Sari, suami pelapor Dedi dan pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Billy Yohanes Ginta. (KI21)

Check Also

Diduga Cemarkan Nama Baik, Istri Zainal Tayeb dan Salah Satu Media Online Disomasi

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Diduga mencemarkan nama baik melalui media online, istri dari terdakwa Zainal Tayeb, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *